Cara Simpel Bikin Video Pakai Smartphone Terlihat Keren & Profesional

Cara dan tip membuat video memakai ponsel. Fitur kamera pada smartphone makin cakep performanya. Sering dipakai untuk merekam video atau memotret objek gambar.

Kebanyakan levelnya sudah 4K atau full HD, dengan peningkatan ruang penyimpanan ponsel, memotret, menyimpan, dan berbagi video jadi lebih gampang.

Meski terlihat mudah, tapi nge-shoot video tetap butuh keahlian yang kadang rada rumit.

Masalahnya kita sering berasumsi jika perangkat video record yang bagus tentu akan menghasilkan kualitas produksi gambar yang sempurna. Padahal meskipun ciamik, setiap perangkat punya keterbatasan.

Nah, kali ini ada kiat khusus untuk membantu Anda membuat video secara professional hanya dengan alat rekam sederhana sekelas smartphone. Bisa untuk publikasi video secara online atau sekedar dokumentasi.

Cara dan Tip Membuat Video Memakai Ponsel

Tips Membuat Video Memakai Smartphone


Meskipun tips ini berlaku untuk telepon seluler, tapi bisa juga diterapkan untuk perangkat recording lainnya - termasuk tablet, camcorder, dan GoPros.

1. Selalu gunakan kamera belakang


Tips ini sepertinya sepele, tetapi orang sering lupa. Biarpun kamera depan lebih cocok untuk FaceTime dan video call, fitur ini belum bisa mencapai titik di mana Anda bisa mendapatkan kualitas video yang layak dan konsisten.

Lain soal jika untuk merekam short video selfie Anda (Snapchat / WhatsApp) saat ingin ngirim video ke teman. Jadi, selalu gunakan kamera utama di bagian belakang perangkat Anda untuk merekam video.

2. Tambahkan grid (kisi/kotak)


Paling ngga enak saat nonton hasil rekaman video dalam mode portrait adalah pengambilan sudut video yang salah.

Menambahkan kisi (grid) memungkinkan Anda menggunakan background sebagai titik acuan untuk memastikan bahwa rekaman Anda selalu lurus.

Sayangnya, tak semua perangkat memiliki opsi ini. Jika ponsel Anda ada fitur ini, pastikan selalu aktifkan dalam aplikasi kamera Anda.

Grid ini membantu menyelaraskan video dengan garis di latar belakang untuk memastikan Anda merekam video langsung. Jika Anda merekam orang,  posisikan mata mereka sejajar dengan garis grid teratas.

3. Pencahayaan


Dalam dunia videografi pencahayaan memainkan peran penting.

Beda dengan fotografi, misalkan hasil foto terlihat gelap, kita masih bisa mengedit, mencerahkan, atau menerapkan filter agar terlihat lebih oke. Pada video, cara itu tak bisa diterpkan. Bisa merusak kualitasnya.

Idealnya, pastikan subjek video Anda diterangi cahaya terang. Sebagai upaya terakhir, mutlak gunakan fitur flash pada smartphone Anda.

4. Atur sudut lebarnya (angle)


Cara terbaik untuk merekam video adalah mengatur sudut lebar. Artinya, Anda harus memposisikan diri beberapa meter dari subjek sehingga semua area bisa terekspos tanpa harus memindahkan kamera.

Misalnya, saat memotret seperti perayaan ulang tahun. Cobalah ambil dari posisi agak tinggi dari subjek yang Anda rekam sambil mengarahkan kamera ke bawah untuk menangkap semua aktivitas yang terjadi dari atas.

5. Cobalah Hindari ...


Terlalu banyak gerakan

Kelemahan merekam dengan smartphone adalah kurang bagus dalam fokus pada hal-hal detail. Semakin sedikit gerakan, makin baik kualitas video Anda secara keseluruhan.

Jika terpaksa harus bergerak, usahakan pelan, lembut, dan halus sehingga kamera  punya cukup waktu untuk fokus pada setiap adegan saat Anda bergerak.

Zooming

Hal konyol lainnya yang paling sering dilakukan saat merekam dengan smartphone adalah memperbesar dan memperkecil subjek. Jika Anda ingin fokus pada suatu objek, lakukan perlahan-lahan, kemudian mundur dengan cara yang sama.

6. Harus stabil dan fokus


Saat merekam video, pegang perangkat Anda dengan kedua tangan. Kalo perlu, gunakan tripod atau letakkan kamera Anda di permukaan yang datar dan stabil.

Posisi Kamera Stabil danFokus


Hal lain yang perlu diingat adalah selalu lihat ponsel Anda untuk memastikan rekaman Anda berjalan lancar. Jangan keseringan melihat preview adegan yang sedang Anda rekam.

Beberapa aplikasi kamera punya fitur touch screen untuk fokus pada subjek yang ingin direkam.

7. Eksperimen dengan efek


Efek video hampir mirip dengan filter foto. Dikeduanya, triknya adalah mengetahui apa dan kapan saatnya menggunakan efek. Periksa aplikasi kamera Anda, lihat dan gunakan fitur atau pengaturan apa saja yang tersembunyi dan untuk dieksplorasi.

Timelapse

Secara default, iPhone memiliki fitur timelapse yang hebat yang terpasang dalam aplikasi kamera mereka. Di Android, aplikasi seperti Lapse It memungkinkan Anda meniru efek ini.

Cobalah gunakan pada saat Anda sedang menggunakan semua pengaturan di atas.

Timelapses bekerja dengan sangat baik jika posisi kamera bekerja secara terus-menerus dalam waktu yang lama di area yang terus berubah - misalnya, di atas jembatan saat mengambil momen sunset atau sunrise.

Cinemagraph

GIF hampir mirip dengan timelapses. Meski mudah dibuat, tapi sering terbuang tak terpakai.
Tak seperti timelapses yang dapat digunakan untuk menangkap gerakan yang pendek dan tiba-tiba.

8. Mengedit


Kini eranya semua serba diedit. Begitupun untuk video. Banyak aplikasi edit video gratis yang bisa Anda pakai, seperti Windows Video Maker, tool editing video online, Android, dan aplikasi iOS.

Anda bisa menghapus bagian yang tidak diinginkan dari klip video Anda. Bahkan menggabungkan beberapa klip dan foto, menambahkan soundtrack, filter video, dan lain-lain.

Namun editor video gratis yang kuat tetap langka. Saya sarankan gunakan editor video gratis terbaik yang tersedia untuk Windows.

9. Rekam dalam mode landscape


Semakin menjamurnya ponsel pintar, mode portrait jadi kebiasaan orang saat merekam video karena dianggap posisi paling logis dan nyaman.

Kamera Video Mode Lanskap

Mode potrait tidak cocok untuk layar seluler karena akan banyak ruang berharga yang terbuang. Meski terlihat bagus diperangkat seluler, perlu diingat bahwa hasil video kudu terlihat bagus di layar besar, seperti PC atau TV.

Jadi, bahkan jika Anda harus buru-buru ingin merekam sesuatu, biasakan merekam dalam mode lanskap.

10. Montages otomatis


Sedikit orang yang terampil dan telaten saat mengedit beberapa klip video menjadi montase. Untungnya ada aplikasi gratis yang sanggup melakukan ini untuk Anda.

Aplikasi seperti Google Foto dan GoPro's Quick (Android dan iOS) adalah salah satu dari yang terbaik. Anda cukup memilih file media yang diinginkan, pilih salah satu trek background-nya, dan tambahkan tema.

Untuk membuat montase, kedua aplikasi ini akan menyatukan video Anda. Dalam prosesnya, lebih menghemat waktu dan membuat video nampak lebih profesional.

Google Foto memastikan momen favorit Anda tersimpan di database mereka untuk waktu yang lama.

Kesimpulan


Makin banyaknya layanan video live-streaming seperti Facebook Live, YouTube, Periscope, Instagram, dan Snapchat, penting rasanya untuk mengetahui dasar-dasar tentang cara merekam video yang benar.

Yang dibutuhkan hanyalah sedikit latihan. Jangan takut bereksperimen. Untungnya, perangkat kamera smartphone telah mencapai titik di mana kita dapat dengan mudah mencoba lagi jika ada kesalahan.

Semoga ada manfaatnya. Akhir ucap, SAY NO TO COPY PASTE. Wassalam.

3 komentar

click to comment!

5 April 2019 09.21 Delete comments

dan pakai kamera yang bisa membuat hitam jadi putih, dan burem jadi jernih,,, wkwkwkwkw....

Reply
avatar
9 Juni 2019 20.04 Delete comments

Terimakasih mas, kalau rekam hp supaya landscape gimana ya mas ,, masbob.com

Reply
avatar

Setiap komentar yang diterbitkan, saya pastikan blognya sudah tak kunjungi balik, dengan atau tanpa komentar yang saya sertakan. Please bro, jangan nyampah !!

Terima kasih atas kunjungannya. Wassalam
EmoticonEmoticon

 

temukan artikelmu disini