Mengapa User Expereinece (UX) Harus Di Utamakan daripada SEO?

Ditulis oleh: Maseteguh Blog Must Teguh Updated at : 11:43 AM
Leave a Comment
Keutamaan user experience  (ux) dibandingkan SEO. Dalam dunia marketing, kerapkali kuping akrab dengan argument bahwa konten harus ditulis untuk manusia, bukan mesin pencari.

Masalahnya, apakah Anda mematuhi itu?

Selama menclok di beberapa blog, jarang banget ketemu blog yang benar-benar menerapkan metode ini (meski ada sebagian).

Mereka nulis mirip wartawan dikejar deadline alias konten asal jadi. Ornamen SEO memenuhi hampir setiap sudut halaman postingan. Seolah takut ngga kebagian kursi di page one.

Lalu, letak user experience-nya dimana?

Di era blogging sekarang ini, pembaca dan mesin pencari tak bisa dipisahkan. Pembaca butuh Google begitupun sebaliknya. Dan blogger ada di antara kedua posisi itu – sebagai perantara.

Hanya saja, kadang sering membingungkan untuk menentukan mana yang harus didahulukan. Sebab, antara pembaca dan Google keduanya makin bertambah cerdas.

Sesuai judul di atas, akan saya ulas mengapa UX mesti didahulukan sebelum upaya SEO Anda. Bagaimana memanfaatkan metode ini untuk hasil pemasaran konten yang lebih baik. Simak terus.

keutamaan user experience daripada SEO

Perbedaan Konten Berfokus SEO & Berbasis UX


Orang sering berpikir, konten yang lebih fokus ke mesin pencari (SEO) bakal membuat blog cepat dapat peringkat. Akibatnya, tulisan mereka jadi ‘bisu dan kaku’.

Untuk lebih jelasnya, inilah perbedaan utama antara konten ber-fokus SEO dengan konten berbasis UX.

Konten fokus SEO
  • Target kata kunci dianggap lebih bernilai.
  • Tidak kohesif.
  • Tidak menyertakan sumber dan material back-up yang relevan.
  • Memiliki fitur menulis berkualitas rendah.
  • Prosesnya seringkali tergesa-gesa, tanpa memperhatikan detail, akurasi, atau kualitas yang layak.

Konten basis UX
  • Pembuatannya butuh waktu lebih lama.
  • Ada target kata kunci, tetapi bergantung pada niat - bukan penafsiran literal dari frase kata kunci.
  • Pembahasan masih seputar topik dan niche.
  • Menawarkan internal dan eksternal link untuk membantu pembaca memahami topik lebih dalam.
  • Fitur menulis berkualitas tinggi.
  • Memperhatikan stuktur tata bahasa secara intens, detail dan akuratif.

Dari perbedaan mendasar itu bisa Anda lihat bahwa keduanya adalah mahluk yang sama sekali berbeda. NO EXCHANGE.

Baca juga ini :  Pelajari Faktor UX sebagai Masa Depan SEO

5 Alasan Mengapa Pendekatan UX Harus Diutamakan


Khusus blog ini, untuk strategi konten, kepuasan pembaca adalah nomor satu. Artikel saya buat tanpa berpikir soal sales produk atau pun biaya per klik iklan.

Meskipun ada sedikit polesan SEO, tapi unsur UX tetap di atas segalanya. Dan alhamdulillah sumber organik tetap mendominasi trafik blog ini.

Target dan identifikasi kata kunci tetap ada dalam setiap postingan yang saya buat. Tapi penerapannya setelah muatan UX benar-benar tersemat dalam artikel.

Dengan kata lain, pengguna adalah prioritas pertama.

Berikut adalah lima alasan kenapa Anda perlu pendekatan user experience (UX) :

1. Tren pencarian lebih condong ke Orang – bukan untuk Search Engine


Misalkan blog Anda sering mengulas tentang tren pemasaran digital, seperti perubahan algoritma Google, Facebook live-streaming, dll.

Sementara pembaca Anda sangat tertarik dengan topik ini, tapi di lain pihak mesin pencari belum mencium itu sebagai trending topic.

Jika melihat topik tersebut dari perspektif kata kunci, misalnya, postingan Anda tentu akan sulit menjaring pengunjung karena kueri pencariannya hampir tidak pernah terdengar oleh Google dan mesin pencari lainnya.

Tapi nantinya saat mesin pencari menangkap kueri pencarian itu, Anda akan mendapat balasan setimpal. Postingan blog Anda bisa muncul di halaman pertama.

Inilah pentingnya melayani pembaca. Selain mencuri perhatian Google, juga merupakan cara terbaik untuk memberi apa yang pembaca inginkan saat mereka butuhkan.

2. Hanya terpaku pada topik yang kompetitif


Jika sekedar nembak kata kunci, Anda akan kesulitan untuk memperluas materi pembahasan pada konten. Karena, frase kata kunci dalam kalimat akan tampak seperti sedang berkompetisi.

Lain cerita ketika niat dan motivasinya adalah value untuk pembaca. Tanpa sadar, Anda akan berhasil menciptakan konten unik, luas, luwes, enak dibaca dan menyenangkan untuk audiens dan mesin pencari.

Saya yakin, bobotnya akan melebihi konten yang semata-mata hanya untuk memenuhi kebutuhan Google.

3. SEO hanyalah alat – bukan cara


SEO memang penting untuk strategi pemasaran konten. Namun perlu diingat, Google bukan satu-satunya jalan bagi orang dalam menemukan konten Anda.

Dalam dunia bisnis online, visitor datang dari berbagai saluran. Media sosial, jaringan pertemanan, sharing, promosi berbayar, atau pun lewat pesan e-mail.

Itulah gunanya membuat konten untuk audiens dengan sumber yang beragam. Karenanya, fokus pada materi yang relevan, informatif, dan menarik adalah KUNCI.

Semua pembaca Anda akan senang, termasuk mereka yang masuk melalui pencarian Google.

4. Kadang peringkat bisa datang dengan sendirinya


Setelah berhasil menciptakan banyak konten relevan, yang mampu berbicara langsung ke pembaca, saya rasa Anda tak perlu lagi berkutat pada SEO. Kenapa? Karena SERP’s Google telah memberi Anda tempat istimewa.

Saat ini terjadi, pada dasarnya segudang frase kata kunci telah Anda miliki. Jadi, tak ada gunanya menghantamkan konten Anda pada SEO.

Dalam kasus ini, hal terbaik yang bisa Anda lakukan adalah menciptakan kualitas, materi relevan yang menarik bagi audiens Anda.

Selain membantu mempertahankan posisi Anda di puncak SERPs, juga akan mendorong peringkat baru di mesin pencari lainnya.

5. Beberapa topik bernilai tinggi memiliki volume pencarian rendah


Sekali lagi, jika nilai pencarian tinggi adalah satu-satunya sudut pandang SEO Anda dalam pembuatan konten, bisa jadi Anda akan kecewa.

Mungkin saja ada sebagian topik yang Anda anggap sepele karena memiliki nilai pencarian dan SEO rendah. Tapi bukan berarti itu tak pantas diperhatikan.

Dalam banyak kasus, topik dengan nilai search rendah justru menonjol sebagai pilar penting dalam sebuah strategi konten.

Memperkuat struktur konten dari materi evergreen yang Anda punya. Atau sebagai bekal penting untuk pembuka jalan dalam menulis konten besar berikutnya.

Mengabaikan topik yang kelihatannya kurang kompetitif justru bisa membuat pemasaran konten Anda jadi pincang.

Penutup


Konten marketing adalah bidang yang dinamis. Terlalu banyak sisi yang harus diperhatikan. Akibatnya, bisa dimaklumi jika sebagian orang kehilangan jejak hingga terjebak dan terobsesi SEO.

Bagaimanapun, satu hal yang tidak boleh diabaikan adalah pembaca Anda.

Tren SEO akan selalu datang dan pergi. Tapi visitor adalah kumpulan orang yang punya andil besar untuk pertumbuhan bisnis Anda. Kehilangan mereka akan meruntuhkan seluruh struktur bisnis Anda.

Saat Anda memahami hal ini, secara otomatis Anda akan menemukan cara untuk menempatkan kepuasan pembaca diurutan pertama dan SEO di antrian berikutnya.

Meski pemahaman dasar-dasar SEO juga diperlukan, tapi percayalah, pendekatan ini akan menopang brand Anda saat ini dan di masa depan.

Semoga Anda puas. SAY NO TO COPY PASTE. Wassalam.

0 komentar:

Posting Komentar

Setiap komentar yang diterbitkan, saya pastikan blognya sudah tak kunjungi balik, dengan atau tanpa komentar yang saya sertakan.

Terima kasih atas kunjungannya. Wassalam