7 Kebiasaan Orang Saat Browsing di Internet

Ditulis oleh: Maseteguh Blog Must Teguh Updated at : 9:07 AM
Saat browsing di internet, tiap individu punya kebiasaan yang tak sama. Beda orang beda perilaku. Perbedaan pola pencarian inilah yang menentukan di klik tidaknya sebuah artikel di page one.

Lalu, saat artikel Anda muncul di halaman pertama Google, apa lantas pengunjung blog membludak? Perasaan sih ngga begitu.

Jarang banget dari 10 artikel yang tampil semuanya bakal diklik. Paling hanya 3 - 4 artikel yang dipilih.

Inilah kompetisi. Jadi ketika artikel pageone Anda view-nya sedikit alias kurang peminat, bisa jadi tulisan Anda bukan pilihan mereka.

Kalo ingin artikel pejwan Anda sukses dipilih pembaca, selain SEO, memahami kebiasaan orang saat browsing di internet itu juga perlu.

Perlu diingat, Google hanya media agar konten Anda lebih dekat ke pembaca. Itu saja. Soal nantinya diklik atau tidak, tergantung bagaimana ‘kecantikan’ artikel Anda.

Kebiasaan Orang Saat Browsing di Internet

Perilaku Orang saat Browsing di Google


Pendekatannya mudah. Posisikan diri Anda sebagai pengguna pada umumnya.

Saat keyword diinput pada kotak pencarian lalu muncul 10 artikel di hasil pencarian, apa reaksi Anda selanjutnya?

Nah, di sini saya coba jabarkan pola perilaku pengguna internet saat melakukan pencarian di search engine. Berikut ini kemungkinan yang terjadi.

#1 Melihat judul

Kalo ini sudah pasti perilaku pertama yang umum terjadi. Judul adalah gerbang menuju sebuah artikel.

Biarpun ada di page one, tanpa judul yang unik dan nyentrik, kemungkinan besar artikel Anda bakal dilewati pembaca. Pasalnya, pemburu informasi sangat suka judul yang memikat dan menarik perhatian.

Jangan pernah remehkan kekuatan judul. Buat se-logis mungkin. Boleh juga dibumbui click bait yang wajar. Jika kurang menggelitik jangan harap artikel Anda mendapatkan klik.

#2 Membuka artikel pada tab baru

Membuka pada tab baru tujuannya agar tak perlu lagi menekan tombol Kembali atau mengetik ulang keyword saat isi artikel tak sesuai harapan.

Saya pun sering melakukan ini. Memilih maksimal 5 judul unik, lalu membukanya pada tab baru untuk dibaca satu persatu.

Dari 5 judul, saya eliminasi menjadi 1 judul. Jika materi artikelnya lengkap dan menginspirasi, tinggal di-bookmark. Asumsi saya, artikel dengan keyword yang sama kebanyakan kontennya tak jauh beda.

Sepertinya kebiasaan ini pun banyak dilakukan pengguna lainnya.

#3 Melihat domain blog

Bagi kalangan umum, masalah domain kurang begitu diperhatikan. Asalkan isi artikelnya mengena, mereka tak peduli apapun domainnya. Mau TLD, blogspot, atau pun wordpress ngga jadi soal.

Tapi untuk kalangan blogger, domain jadi patokan penting. Kadang pemikiran mereka, domain menentukan keseriusan, kredibilitas, serta otoritasnya lebih disukai Google.

Untuk yang satu ini, saya tak mau menerka-nerka. Bisa benar, bisa pula meleset. Sebab, tak sedikit blog non TLD mampu duduk bersaing di halaman pertama pencarian. Ini bukti bahwa mereka pun layak diperhitungkan.

#4 Membaca snippet

Secara bahasa, snippet artinya potongan atau guntingan. Pada 10 artikel di hasil pencarian, Google menampilkan snippet yang merupakan cuplikan kalimat dari artikel sesuai dengan kata kunci yang diinput pengguna. (lihat gambar)

snippet search engine

Perilaku membaca snippet biasanya dilakukan oleh orang yang sangat selektif dalam memilih artikel.
Selain karena judulnya, snippet dari artikel yang tepat sasaran kemungkinan jadi pilihan utama. URL dan nama situs akan mereka bookmark sebagai rencana kunjungan berikutnya.

Jika artikel Anda yang terpilih, bersiaplah mendapat pengunjung setia.

#5 Mengecek tanggal publikasi

Artikel segar biasanya lebih disukai netizen. Indikatornya bisa dilihat langsung pada tanggal publikasi artikel di search engine.

tanggal-publikasi artikel

Dengan dalih optimasi, ada sebagian blogger yang sengaja ngumpetin tanggal penerbitan artikel. Pada postingan niche tutorial, konten evergreen, dan sejenisnya cara ini memang perlu agar artikel selalu terkesan baru.

Tapi semua kembali pada kebutuhan. Saat mencari info gosip, berita politik, atau kabar hangat yang sedang trending, tanggal penerbitan tentu punya andil dipilih tidaknya artikel Anda.

#6 Mengeklik artikel satu persatu

Ada juga perilaku pengunjung search engine yang mengklik tiap artikel dari 10 list yang muncul.

Pencarian berhenti saat udah ketemu artikel yang dicari. Bisa di judul pertama, kedua, atau ketiga, dst. Malah mungkin sampai pindah halaman.

Kebiasaan ini berasal dari pengguna yang hanya fokus pada judul. Lima poin di atas mereka abaikan.
Ngga peduli nama domain, ataupun siapa pengarangnya. Asalkan klop dengan kata kunci, langsung disikat.

#7 Mengetik keyword baru

Ini yang terakhir, menginput kata kunci baru. Terjadi karena pada keyword sebelumnya, tak ada satupun judul yang nyangkut.

Andaikan pengguna sudah sampai pada tahap ini, peluang artikel pageone Anda akan semakin tipis. Kecuali pada keyword berikutnya, artikel Anda masih tetap muncul di halaman pencarian.

Jika sudah begini, harapan Anda hanya tinggal doa.

Penutup


Secara teknis, dinamika mesin pencari memang rada aneh jika dinalar oleh orang yang tidak paham skema kerja search engine.

Hanya beda satu kata pada sebuah keyword, hasilnya bisa tak sama. Dan ini berlaku pada semua pola pencarian dengan kebiasaan yang berlainan.

Agar artikel page one Anda dijamah orang, sempatkan sedikit waktu untuk memahami perilaku warganet saat browser di dunia maya.

Semoga ada manfaatnya. SAY NO TO COPY PASTE. Wassalam.