Tentang Plagiarisme - Penyebab Orang Jadi Ahli Copas

Ditulis oleh: Maseteguh Blog Must Teguh Updated at : 11:00 AM
4 comments
Penyebab dan alasan orang membuat konten copy paste atau plagiat. Copy paste atau copas masuk kategori plagiarisme. Aksinya menjalar dalam berbagai bentuk dan rupa. Buku, karya seni, makalah, konsep ide, dll.

Ini masalah serius. Ancaman terhadap kekayaan intelektual yang begitu merajalela. Berkembang di berbagai tempat hingga dianggap sebagai wabah yang melekat dan susah dibuang.

Plagiarisme jelas berbahaya. Meskipun payung hukumnya jelas, namun pencurian atas hak cipta masih kerap terjadi.

Parahnya, publikasi hasil karya plagiarisme jamak dijumpai di internet. Khususnya pada konten website seperti yang akan saya bahas kali ini.

Plagiarisme - Penyebab Orang Jadi Ahli Copas

Apa itu Plagiarisme?


Plagiarisme sering diartikan sebagai aksi meniru, menyalin, menyontek, atau meminjam karya serta gagasan orang lain.

Menurut Merriam-Webster OnLine Dictionary, "menjiplak" berarti :
  • mencuri dan mengklaim (gagasan atau kata-kata) sebagai miliknya sendiri
  • menggunakan hasil karya orang lain tanpa mengkredit sumbernya
  • menyajikan ide dan produk baru dan asli yang berasal dari sumber yang ada

Dengan kata lain, plagiarisme adalah tindakan curang. Mencuri pekerjaan orang lain dan berbohong tentang hal itu sesudahnya.

Tapi benarkah kata dan ide bisa dicuri? Jawabannya adalah YA. Semua hal berikut bisa dianggap sebagai plagiarisme :
  • Mengakui karya orang lain sebagai milik sendiri
  • Menyalin kata atau ide dari orang lain tanpa memberi rujukan
  • Gagal menempatkan sebuah kutipan dalam tanda petik
  • Memberikan informasi yang salah tentang sumber kutipan
  • Mengubah kata tapi menyalin struktur kalimat dari sebuah sumber tanpa memberi referensi
  • Menyalin begitu banyak kata atau gagasan dari sumber yang menjadi bagian dari sebagian besar tulisan Anda

Perhatian! Ini penting…
Mengubah kata-kata dari sumber asli (rewrite) bisa menjurus ke aksi plagiarisme.

Jika Anda menyimpan gagasan penting dari sumber utama, dan belum mengutipnya, maka tak peduli seberapa drastis Anda mengubah konteks atau presentasinya, Anda tetap dianggap menjiplak.

Untuk meminimalisir artikel di plagiat orang, silahkan gunakan cara agar artikel tak bisa dijiplak sembarangan..

Sebab Orang Demen ‘Ngopas’


Belakangan ini aksi copas mirip penyakit. Menjangkiti siapa saja. Pemula atau pun pemain lama. Kisah blogger copas sedang ramai diperbincangkan.

Orang dibuat ketagihan karena caranya yang mudah. Tinggal salin, tempel, modifikasi judul dan sebuah artikel pun tercipta.

Jika sudah kecanduan, pelakunya bisa mati rasa. Urat malu putus. Meskipun penulis aslinya mencak-mencak, melapor, protes - mereka tetep cuek tanpa dosa. Benar-benar udah kronis.

Lalu apa penyebabnya? Jawabannya ada di poin-poin berikut ini.

pelanggaran plagiarisme

1. Kurang percaya diri dalam menulis

Kalo bisa nulis ngapain copas, ya kan? Inilah sebab utama orang berbuat plagiat. Boro-boro teknik menulis, basic-nya saja mereka tak punya.

Ngeblog hanya sekedar ikut-ikutan. Bukan murni karena ingin maju berkreasi. Saat web udah jadi malah bingung mau ngapain. Ngga tahu mau nulis apa dan bahas masalah apa.

Kaum peng-copas umumnya kurang pede dengan hasil tulisannya sendiri. Justru ada rasa bangga saat meng-copas tulisan orang yang mereka jadikan target.

Aneh kan? Lebih mengagungkan karya orang dibandingkan tulisan sendiri. Itulah tukang copas.

2. Minim persiapan

Segala hal tanpa persiapan, hasilnya pasti zonk. Untuk meng-cover itu segala cara pun ditempuh. Mau hitam atau putih no problem. Yang penting goal tercapai.

Dalam ngeblog, blogger copas biasanya kurang aktif mencari lebih dalam tentang blogging literature.

Cara memulainya, apa saja elemennya, seperti apa tahapannya, bagaimana tekniknya, dan sebagainya. Dan yang terpenting harus tahu aturan mainnya. Rule of game.

Saya yakin masalah ini kurang mereka perhatikan, apalagi dipersiapkan. “Pokoknya punya blog. Perkara artikel, itu gimana nanti.” (gumam tukang copas dalam hati)

3. Motivasi semu, kreatifitas nol besar

Di bayangan mereka, dengan menyalin artikel populer milik orang, web mereka akan ketularan pamornya. Minimal posisinya setara di beranda pencarian Google. Dikunjungi banyak orang.

Oh my god,..motivasi salah kaprah.

Di sisi lain, seorang ahli copas sangat tidak kreatif. Untuk membesarkan satu web saja mereka sudah bertekuk lutut. Mindset mereka terlalu sempit. Tak ada prestasi yang bisa mereka andalkan selain re-publikasi artikel orang.

4. Malas mikir, mental tempe

Sori jika terlalu kasar karena memang itu faktanya. Di mata saya, pelaku copas termasuk blogger yang paling malas mikir.

Pada dasarnya, plagiator adalah manusia berbekal otak dari Tuhan. Sayang mereka sering bikin kecewa penciptanya. Sebab, inventaris otak mereka jarang difungsikan.

Memori otak lebih didominasi ctrl+C dan ctrl+V. Tombol lain pada keyboard yang sejatinya dipakai untuk mengalirkan ide, lebih sering dibiarkan nganggur.

Spirit fighter mereka kosong. Bagi mereka, persaingan adalah sesuatu yang mustahil dan sia-sia. Artikel copy paste tetap jadi sebuah maha karya.

5. Ngeblog hanya soal monetisasi

Blogger jika belum apa-apa udah mikirin dolar, biasanya lupa daratan. Ibarat belum kerja tapi udah sibuk nanya soal bayaran.

Optimasi tanpa jadwal, trafik masih ramping, update konten jarang, tapi udah nanya ini itu tentang monetisasi.

Kalau sudah begini, rasanya kepuasan pembaca jauh dari agenda. Alih-alih mikirin user experience, yang ada mereka lebih sibuk mencari program afiliasi. Urusan artikel, you know lah…

Mereka lebih suka jadi benalu warga internet, khususnya kaum blogger. Maunya sih sukses, tapi kok lewat keringat orang ?

6. Dikejar deadline

Dari sekian penyebab copas, yang satu ini sedikit banyak dialami pemain lama. Biasanya ini terjadi pada blogger yang ngurusin banyak blog.

Ada kalanya target artikel tidak sesuai rencana. Sementara, blog-blog peliharaan terus minta jatah update. Akibatnya, banyak godaan muncul. Salah satu yang menyeramkan tapi mengasyikkan tentunya copas.

Meskipun ada, tapi kasus copas seperti ini hanya sekian persen. Sebab, masih banyak blogger professional yang memegang teguh komitmen dan eklusifitas sebuah artikel.

7. Sanksi tanpa efek jera

Kira-kira apa sih sanksi yang cocok buat tukang copas? Takedown, deindeks, atau laporin ke Google?
Lantas apakah mereka kapok? Maaf sobat, jangan ngarep. Sanksi apapun yang mereka terima, takkan menghilangkan fenomena plagiarisme.

Coz, ini dunia maya. Apapun hukumannya, selama efeknya tidak mengancam kelangsungan hidup mereka, akan muncul edisi-edisi copas berikutnya.

Inilah sebab kenapa tukang copas sulit dibumihanguskan.

8. Salah pergaulan

Mental blogger sangat dipengaruhi oleh caranya bersosialisasi di dunia maya. Dengan siapa dan seperti apa.

Jika terlalu sering kumpul bareng di komunitas atau baca-baca artikel yang menjurus ke dunia plagiarisme, lambat laun bibit copas pun akan bersemi.

Gejolak itu makin kuat tatkala mereka disuguhi metode blogging yang bisa menghasilkan uang dengan cepat dan mudah. Tanpa harus capek nulis artikel. Salah satunya contohnya AGC (auto generated content).

Jika sudah terjerumus, sangat sulit untuk melepaskan diri. Maka, hati-hatilah dalam bergaul.

Akhir Kata


Sebagian besar kasus plagiarisme dapat dihindari, asalkan menyertakan sumber aslinya.

Cukup dengan mengetahui bahwa materi tertentu telah dipinjam, dan memberi audiens Anda informasi yang diperlukan untuk menemukan sumber itu, biasanya cukup untuk mencegah plagiarisme terjadi.

Itulah sekelumit masalah tentang plagiarisme dan makin maraknya aksi copy paste. Semoga bermanfaat.

SAY NO TO COPY PASTE. Wassalam.

______________________________ ARTIKEL TERKAIT ______________________________

4 komentar:

  1. 7 hal diatas bisa dikatakan benar, namun masih ada hal yang menjadi pokok kunci kenapa seseorang menjadi tukang coppas. adalah karena KURANG SADAR.

    BalasHapus
  2. boleh juga mas trigus usulannya..tapi kurang sadar maksudnya edan pa gmna ya? he he he...thank mas kunjunganya..

    BalasHapus
  3. Ini dia yang banyak sekali sering terjadi, seperti yang pernah sempat booming waktu lalu, ketika seorang ANF membgikan tulisan yang duakui sebagai tulisannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ha ha ha,..eta terangkanlah,..eta terangkanlah,..jadi inget video itu,..
      salam kenal mas Badrut..selamat datang di blog ini

      Hapus

Setiap komentar yang diterbitkan, saya pastikan blognya sudah tak kunjungi balik, dengan atau tanpa komentar yang saya sertakan.

Terima kasih atas kunjungannya. Wassalam