Blogger Profesi Terbaik di Dunia - Jangan Kaget, Ini Alasannya!

Ditulis oleh: Maseteguh Blog Must Teguh Updated at : 7:05 AM
6 comments
Blogger sebagai profesi terbaik di dunia. Tak usah kaget. Ngapain garuk kepala kalo memang ngga gatal. Mending baca sampai rampung artikel ini. Anda akan tahu alasan dibalik pernyataan itu.

Dzhastin Holl dan Yoren Bager (pencetus istilah weblog pertama kali) mungkin takkan menyangka akan hal ini. Bahwa aktivitas diary online mereka kini telah berkembang begitu dahsyat.

Blogging pun kini bukan sekedar hobi, tapi telah menjelma jadi profesi serta bisnis yang luar biasa. Mendunia.

Blogger Profesi Terbaik di Dunia

Profesi Terbaik di Dunia adalah Blogger


Awalnya saya pun ragu, apakah pantas blogger disebut sebagai profesi? Dari segi income memang cukup “menyejukkan”. Tapi poin pentingnya bukan itu.

Selain masalah duit, ada alasan pokok yang membuat saya makin mantap berujar. “Ya, blogger layak jadi profesi terbaik di dunia.

Apa saja itu? Ini jawabannya ….

Blogger itu kompetisi

Dengan jutaan blog yang ada, persaingan mustahil dihindari. Di WordPress.com saja ada 75 juta blog. Belum di Blogger, Tumblr dan platform lainnya.

Bahkan saat seorang blogger memilih niche paling spesifik sekalipun, pesaing tetap akan membayangi. Intinya, untuk jadi yang terbaik Anda wajib peras otak dan keringat.

Blogger itu universal

Penulis blog mirip jurnalis independen. Bekerja sendiri. Single fighter di dunia maya. Jadi writer merangkap sebagai editor dan proofreader.

Hanya berharap pembaca datang melihat artikelnya. Tak pernah berpikir seberapa besar Anda mengeruk informasi dari blog mereka. Murni sebagai penyaji.

Meski begitu, seorang blogger dituntut menjaga hal-hal kecil dalam lingkup blognya termasuk tata dan gaya bahasa, HTML, SEO, desain, bahkan psikologi pembacanya.

Blogger itu tahu bahasa komputer

Jika Anda berpikir penulis blog kerjanya cuman menulis, Anda keliru. Memang, ejaan dan literasi tanda baca adalah penting, tapi blogger pun secara teknis harus cerdas.

Seorang blogger minimal harus memahami seluk-beluk pemrograman, web-desain, mesin pencari dan jejaring sosial. Selain itu, blogger dipaksa untuk mempertahankan nafas hidup webnya dari serangan spam dan phishing.

Blogger itu guru marketing

Jangan berpikir blogger hanya menulis dan menerbitkan artikel lalu semua berjalan secara otomatis. Itu anggapan konyol.

Blogger sejati mampu membaca target audiens-nya agar mau membayar ongkos dengan klik iklan atau lewat program afiliasi yang ditawarkan.

Untuk melakukan hal ini, blogger mempelajari strategi pemasaran Internet, optimasi mesin pencari, promosi di ranah media sosial, periklanan kontekstual, dll.

Itu semua ngga bakal ketemu di bangku sekolahan. Blogger belajar sendiri by otodidak.

Blogger itu penantang risiko

Seringkali kisah sukses blogger mampir di telinga Anda mirip “angin surga”. Meski di balik itu ada ribuan tetes keringat yang dipertaruhkan. Bahkan ada yang mengorbankan profesi lama demi mengabdikan diri untuk monetisasi blog.

Bisa dibilang blogger tak jauh beda dengan pengusaha. Berhadapan dengan semua risiko keuangan saat mengambil keputusan yang akan menentukan apakah blog-nya sukses atau justru mangkrak di tengah jalan.

Blogger itu pengusaha ulung

Bicara soal fulus, perlu dicatat bahwa untuk meraih itu blogger perlu berpikir layaknya pelaku bisnis.

Cari pelanggan (subscriber), sales, promosi produk afiliasi, iklan, dll merupakan operasi bisnis skala kecil yang rutin dikerjakan seorang blogger setiap hari.

Karena itu jangan heran, banyak halaman blog tumbuh menjadi lahan bisnis yang telah matang.

Blogger itu manajer handal

Mereka perlu menyusun skema waktu kerja se-efisien mungkin. Dengan perencanaan terukur, pembaruan blog (update konten) bisa berjalan secara teratur.

Selain itu, dalam kasus blog tim, penulis memiliki kuasa penuh untuk mengelola kru, merekrut freelance writer, manajemen konten, organisasi kerja jarak jauh dan kontrol atas hal itu.

Seorang blogger adalah penentu dari beberapa keputusan manajemen yang penting setiap hari.

Blogger adalah kreator

Blogger termasuk orang yang berbakat dalam segala hal ”. Ungkapan ini benar-benar cocok dengan karakteristik blogger.

Sebuah blog tak cukup hanya berisi materi dengan uraian teks semata. Kehadiran elemen lain seperti fotografi dan video mutlak ada. Oleh karena itu, sebagai kreator blogger kudu menunjukkan bakat mereka di berbagai bidang – ya menulis, fotografi, video dan lain-lain.

Blogger itu peneliti

Anda tidak bisa hanya mengatakan "Narkoba berbahaya". Opini seperti ini butuh pembuktian.

Perlu riset studi terhadap kondisi psiko-emosional dan fisik seseorang akibat narkoba. Mengumpulkan data statistik, melakukan survei untuk mempelajari jenis dan histori narkoba, dan informasi pendukung lainnya.

Intinya, blogger profesional selalu meneliti topik yang akan dibahas. Tidak terburu-buru mengambil kesimpulan. Siap berdebat untuk mempertahankan argumen mereka.

profesi blogger

Blogger berkontribusi untuk orang lain

Blog atau web adalah majalah online. Menjadi sumber ilmu. Memberikan pengetahuan dan referensi baru.

Coba Anda pikir, kenapa orang begitu menyukai blog traveling? Jawabnya, karena banyak orang merasa terbantu.

Saat planning liburan keluarga, web traveling jadi referensi utama untuk mencari informasi destinasi wisata yang akan dituju.

Itulah wujud kontribusi. Blogger berbagi pengetahuan dengan pembaca, sehingga membuat mereka jadi lebih tahu.

Blogger membentuk opini publik

Blog adalah tempat untuk eksis. Bicara secara terbuka. Menjabarkan semua ide dan pemikiran Anda. Punya power kuat dalam mempengaruhi pikiran dan suasana hati orang.

Apapun yang blogger tulis di internet, beritanya akan melintas di blogosphere dan berpeluang menjadi berita No 1. Pandangan yang ditulis oleh blogger sanggup mempengaruhi opini publik, lantas menyebar menjadi viral.

Demi mengejar popularitas, tak heran banyak artis bahkan politikus banting stir jadi blogger.

Blogger hanya untuk orang yang layak

Seorang blogger sangat menghargai diri sendiri. Takkan mempublikasi informasi yang meragukan, menghina apalagi sampai memprovokasi audiens.

Mereka mengerti sejauh mana tanggung jawab yang harus dipikul. Oleh karena itu, blogger harus tahu betul etika ber-internet dan standar moralitas yang berlaku secara umum.

Akhir Kata


Anda boleh setuju. Tidak pun tak jadi soal. Yang pasti, blogging adalah kerja, kerja, dan kerja. Sekali lagi, respect for blogger !!

Jika Anda memutuskan untuk menjadi salah satu dari mereka, saya harap 12 list di atas akan membuang keraguan Anda untuk memilih profesi sebagai blogger.

Ingat bahwa tidak semua orang mampu jadi blogger karena blogger adalah profesi yang baik. Bahkan mungkin yang terbaik di dunia.

Apakah Anda siap menjadi seorang blogger?

SAY NO TO COPY PASTE. Thanks dan Wassalam.

6 komentar:

  1. Whaaooo... Aku baru tau blogger begitu multitasking. Tapi tetap terbaik

    BalasHapus
  2. gak nyangka kalau blogger begitu kompleks dan multitasking. saya suka dgn sebutan, single fighter

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebenernya masih ada beberapa tasking lagi yg tak sempat saya tulis (mungkin di update berikutnya),..
      single figther cuma istilah doang kok mas, biar terkesan gimana gitu...ha ha ha
      maaf ya mas Rianda,..dua komennya saya bales satu,..he he he
      salam blogger

      Hapus
  3. Jadi blogger itu mengasyikan. Tapi menurut saya, blm ada jaminan untuk bisa menjadi fulltime blogger di Indonesia. hehe

    BalasHapus
  4. Betul sekali, meski pada awal build luar biasa kerja keras, dari segi waktu pikiran dan uang, uang untuk beli tool riset keyword dan beli backlink.

    Kerja sarungan gaji melebihi kantoran. Bnyak waktu luang quality tyme bersma keluarga, jam kerja 2~4 jam perhari, blog menjadi rujukan yg insyaallah menjadi amal/rejeki jariyah.

    HamilPlusCom

    BalasHapus

Setiap komentar yang diterbitkan, saya pastikan blognya sudah tak kunjungi balik, dengan atau tanpa komentar yang saya sertakan.

Terima kasih atas kunjungannya. Wassalam