11 Tips Hindari Penipuan Cyber Crime saat Belanja Online - BLOG MUST TEGUH

11 Tips Hindari Penipuan Cyber Crime saat Belanja Online

Ditulis oleh: Maseteguh Blog Must Teguh Updated at : 3:23 PM
Cara menghindari penipuan online shopping. Belanja online adalah bisnis besar.  Makin banyak konsumen di seluruh dunia beralih ke world wide web untuk belanja barang. Ini terjadi di negara-negara di mana e-commerce jadi sebuah kebutuhan.

Meski berisiko, orang merasa lebih nyaman belanja lewat online. Entah karena harganya, kepraktisannya, atau sistem kredit yang ditawarkan.

Tapi tahukah Anda, popularitas dan profitabilitas ritel online menjadi sasaran pelaku kejahatan dunia maya (cyber crime). Adapun taktik licik mereka biasanya berupa :
  • Penipuan. Di internet, sulit membedakan mana ritel online yang nakal. Situs ritel abal-abal terlihat professional layaknya situs bisnis yang legal dengan maksud untuk memikat mangsanya. 
  • Invasi akses.  Lewat spyware yang didownload pengguna, memungkinkan penyusup masuk dan mengakses data pribadi Anda. Seorang hacker canggih sanggup membobol database bisnis online untuk memanen informasi pembayaran pelanggan.

Tips Hindari Penipuan Cyber Crime saat Belanja Online

Menurut National Retail Federation (NRF), rata-rata orang menghabiskan hampir $700 pada aktivitas belanja online. Sejalan dengan itu, jumlah situs scam pishing sesuai data dari IID pun naik tiga kali lipat pada bulan Juli – September 2015.

Itu berarti ada banyak peluang kejahatan pada bisnis ini akibat pemberian data pada orang yang salah.

Cara Belanja Online yang Aman dari Penipuan


Penelitian kolaboratif yang dirilis oleh OC & C Strategy Consultants, PayPal dan Google menyebutkan bahwa pasar ritel online di Amerika Serikat, Inggris, Jerman dan China diperkirakan akan meningkat dua kali lipat menjadi £ 645.000.000.000 pada tahun 2018.

Tak diragukan lagi, ini jelas menggoda para penjahat dunia maya untuk mengeksploitasi internet sebagai lahan basah dalam menjaring mangsa.

Sebagai langkah antisipasi, berikut beberapa tips yang bisa dipakai demi keamanan dan kenyamanan Anda saat berbelanja online agar lolos dari jebakan para cyber crime.

1. Pasang program anti-malware terbaik

Sebagai pembeli online, penting mengamankan PC dari virus dan serangan lainnya. Virus sanggup berubah dan bermutasi dengan cepat. Jadi, pastikan antivirus Anda selalu up-to-date secara otomatis untuk mendeteksi bentuk dan mutasi virus yang bisa mengancam data penting di PC Anda.

Sebagai rekomendasi, gunakan System Shield AntiVirus & AntiSpyware dari iolo Technologies. Disitu terdapat fitur heuristic yang bisa menangkal serangan tak dikenal berdasarkan analisis perilaku.

2. Optimalkan pengaturan keamanan PC

Selain mengupgrade antivirus dan antispyware, pengaturan keamanan PC juga harus dioptimalkan. Banyak program jahat secara eksplisit dirancang untuk menyerang celah keamanan di sistem operasi dan web browser.

Berikut dua cara sederhana untuk melindungi PC Anda :
  • Update browser dan sistem operasi. Aktifkan pengaturan install upgrade secara otomatis. 
  • Jalankan System Mechanic Security Optimizer, yang secara otomatis menemukan dan melakukan perbaikan pada celah yang mungkin ada dalam sistem operasi dan browser web.

3. Pilih vendor yang kredibel

Berhati-hatilah dalam memberikan rincian pembayaran terlebih saat Anda ragu-ragu dengan kredibilitas retail yang Anda kunjungi. Lakukan observasi untuk memverifikasi otentikasi dan keamanannya.

Gunakan prosesor pembayaran pihak ketiga yang sudah terpecaya seperti PayPal atau Google Checkout. Cara ini bisa mengurangi risiko rincian pembayaran Anda masuk ke tangan pelaku kejahatan, karena penanganan oleh entitas secara online lebih sedikit.

4. URL situs "https" dengan simbol gembok

Sebelum membeli sesuatu di internet, pastikan bahwa vendor telah meng-encrypsi sistem pembayarannya.

secure socket layer

Banyak situs menggunakan SSL (Secure Sockets Layer) untuk mengenkripsi aliran informasi antara komputer dan server toko online, seperti rincian kartu kredit Anda.

Biasanya ditandai dengan ikon gembok pada status bar di web browser dan alamat situs (URL) dimulai dengan "https:" bukan "http:".

Https yang dikembangkan oleh Netscape, adalah sebuah protokol keamanan online yang mengenkripsi informasi sehingga data pribadi dapat disimpan dan terlindungi.

5. Cetak dan simpan salinan orderan Anda

Menjaga melalui dokumetasi setiap transaksi pembelian online adalah langkah yang cerdas. Umumnya pengecer akan mengirim email atau merujuk Anda ke halaman web untuk konfirmasi pembelian Anda.

Pada halaman ini biasanya berisi kwitansi pembelian dan nomor konfirmasi. Cetak atau simpan bukti konfirmasi itu sampai Anda benar-benar menerima produk sesuai pesanan.

6. Gunakan strong password

Password adalah pertahanan keamanan terbaik yang Anda miliki. Tapi jika tidak dibuat dengan benar, tentu akan mudah ditembus pencuri.

Untuk akun belanja online, buatlah password uncrackable - rumit dan susah ditebak. Kombinasikan huruf, angka, letter, space, underscore agar membentuk kode unik yang hanya Anda sendiri yang tahu.

Terapkan password yang unik untuk tiap situs belanja yang Anda kunjungi.

7. Periksa laporan keuangan Anda sesering mungkin

Untuk menghindari biaya siluman atau penipuan yang dikirim ke akun Anda, periksa laporan financial Anda secara rutin. Jika muncul biaya yang terlihat janggal, segera laporkan ke perusahaan kartu kredit atau lembaga keuangan.

Jangan menunggu tagihan datang pada akhir bulan. Saat musim liburan, cek laporan keuangan digital Anda seperti kartu kredit, kartu debit, dan rekening giro. Jangan sampai muncul fake transaction dari situs-situs seperti PayPal.

Jika ada yang salah, segera hubungi pihak terkait untuk mengatasi masalah ini dengan cepat. Dalam kasus kartu kredit, jangan bayar tagihan sampai Anda yakin bahwa biaya berasal dari data yang akurat.

8. Gunakan kartu kredit bukan kartu debit

Sesuai aturan umum, kartu kredit menawarkan perlindungan tambahan kepada konsumen saat belanja online dibandingkan kartu debit  - itulah alasannya.

kartu kredit

Keuntungannya, rekening kartu kredit sama sekali tidak terkait dengan apapun dana yang benar-benar Anda miliki. Itu belum semua, masih ada yang lain.

Menurut StaySafeOnline, National Cyber Security Initiative, “Tak seperti kartu debit, kartu debit memiliki limit yang harus Anda bayar jika informasi Anda dicuri dan dipakai orang lain”.

Lebih dianjurkan memakai layanan pembayaran online yang aman seperti PayPal. Mereka akan bertindak sebagai perantara saat transaksi Anda lakukan, dan Paypal akan meneruskannya ke pihak retailer. Disini, rincian keuangan bank Anda tetap tak terlihat.

Gunakan kartu kredit dengan batas kredit yang rendah khusus untuk pembelian online Anda. Saat ini beberapa bank telah menawarkan kartu kredit " One time usage " atau "virtual" yang dirancang khusus untuk belanja online meski hanya untuk satu transaksi dari vendor tertentu.

9. Jangan tergoda penawaran online yang berlebihan

Bermunculan promo, cuci gudang, sale, dan bermacam progam online yang menawarkan barang dengan harga minim dari harga aslinya. Dalam beberapa kasus, sejatinya para pelaku hanya berniat menginfeksi perangkat Anda.

Anda kudu waspada dua kali lipat, terlebih saat promo musim liburan. Sekali lagi, pastikan URL-nya aman, jika tidak, lewati saja.

Aturan “teliti sebelum membeli” berlaku juga untuk transaksi online. Vendor, alamat, email, nomor telepon wajib Anda riset untuk jaga-jaga misalkan pesanan Anda mengalami masalah.

10. Selalu pilih situs familiar

Situs terpercaya biasanya memiliki reputasi kuat. Selain terjamin kualitas dan harganya, Anda akan lebih percaya diri dengan predikat situs yang telah mapan. Pertimbangkan ini saat berbelanja online.

Namun jangan lengah, penipu sering membuat situs aspal (asli tapi palsu) untuk memikat korban. Kerja mereka sangat rapi dan cerdik, seperti yang pernah ditemukan peneliti di Google dan University of San Diego tahun lalu.

Mereka mengamati bagaimana situs phishing berkualitas tinggi sangat lihai menggali data pengguna dengan tingkat keberhasilan 45 persen.

11. Hindari transaksi online lewat Wi-Fi publik

Wi-Fi publik termasuk yang paling dicari konsumen internet. Namun terkait belanja online, fasilitas ini banyak risikonya dan sangat tidak aman. Meski banyak cara menangkalnya, lebih baik memakai operator jaringan Anda sendiri.

NRF men-survei dan memprediksi bahwa 25 persen orang dewasa melakukan belanja online di smartphone melalui fasilitas free network. Anda dapat melawan tren itu melalui saran di atas.

Lebih baik lagi, download aplikasi playstore untuk menemukan apa yang Anda cari dan melakukan pembelian tanpa perlu ke toko atau situs web ecommerce.

Saya kira tips di atas sudah cukup sebagai bekal Anda menghindari penipuan dan kejahatan cyber di Internet, khususnya saat berbelanja online.

Atau Anda punya tips lain? Ketik saja di kolom komentar, okay…

Semoga bermanfaat. Akhir kata SAY NO TO COPY PASTE. Wassalam. Shopping yuuukk.

______________________________ ARTIKEL TERKAIT ______________________________