10 Penyebab Peringkat Website Merosot di Google - BLOG MUST TEGUH

10 Penyebab Peringkat Website Merosot di Google

Ditulis oleh: Maseteguh Blog Must Teguh Updated at : 3:30 PM
Mengetahui sebab utama peringkat website tiba-tiba merosot di hasil pencarian Google.

Pernah ngalamin posisi artikel turun di search engine? Hari ini ada di urutan pertama, besoknya di peringkat lima. Lusa udah pindah ke halaman kedua, eh seminggu kemudian lenyap.

Tepok jidat sambil ngedumel,..kampreet.

Ngga perlu kaget. Blogger memang harus siap mental dengan situasi semacam ini. Artinya Anda dituntut mencari tahu apa penyebab website turun peringkat di Google.

Banyak sih teman blogger curhat kasus yang sama. Merasa ngga neko-neko. Aktivitas ngeblog pun dijalani seperti biasa. Tapi kenapa peringkat artikel rontok satu persatu di arena mesin pencari ?

Oke lah ngga pake lama. Langsung aja kita bahas masalah ini.

Penyebab Peringkat Website Merosot di Google

Penyebab Artikel Website Turun Peringkat 


Jatuhnya peringkat artikel bisa karena berbagai alasan. Mungkin saja ini bukan karena ulah Anda. Banyak yang ikut bermain dalam upaya menggoyang posisi Anda. Termasuk diantaranya adalah kompetitor.

Tapi sebelum memvonis siapa tersangkanya, selidiki dulu sebab utamanya. Sebagai langkah awal, baca
10 poin di bawah ini agar lebih tahu biang keladi merosotnya peringkat artikel website Anda.

1. Kena penalti Google (manual pun algoritmik)

Jika pada beberapa kata kunci situs Anda anjlok lebih dari 10 – 20 peringkat, bersiaplah kena penalti. Bisa karena algoritmik ataupun hukuman manual.

Hukuman algoritmik terjadi secara otomatis saat Google meng-update algoritmanya. Inilah bukti egoisnya Google. Pembaruan mereka sering datang tanpa permisi. Sebagai blogger, Anda harus selalu stand by.

Nah, kalo yang ini lain. Hukuman manual dijatuhkan langsung oleh staf Google saat situs Anda tercium aroma pelanggaran. Berlangsung dengan cepat dan kasar. Deindex adalah contohnya.

Untuk mengidentifikasi hal itu, buka halaman Search Console. Akan ada notifikasi Google terkait tindakan manual yang mereka lakukan terhadap situs Anda.

Lihat di menu Pesan Situs. Anda akan diberitahu jika ada masalah yang terdeteksi GoogleBot. Cek juga bagian Manual Actions (Tindakan Manual). Disitulah satu-satunya tempat Google mengumumkan hukuman yang diterapkan ke situs Anda.

tindakan manual
pengecekan tindakan manual pada search console

Ngga perlu panik. Cari sumber penyakitnya. Jika ada di halaman web, evaluasi konten dan tautan Anda – periksa duplikat konten.

Jika di luar halaman, deteksi dan hapus link parasit. Untuk inbound link yang bandel, gunakan disavow link. Setelah itu ajukan banding.

Perlu beberapa hari sampai Anda mendapatkan kembali posisi Anda di SERPs.

2. Kalah bersaing

Pada faktor ini, biasanya hanya sedikit terjadi penurunan peringkat karena posisi Anda hanya kalah oleh pesaing. Sementara situs lainnya tetap berada di posisi yang sama seperti sebelumnya.

Untuk menghadapi situasi ini, Anda harus terus memantau dan menganalisis pergerakan situs pesaing untuk lebih memahami apa yang mereka lakukan.

Lacak dan pahami strategi link building mereka untuk memprediksi langkah selanjutnya. Perhatikan baik-baik taktik pembuatan kontennya.

Jika makin menanjak berarti siasat mereka sudah benar. Pelajari dan adaptasi metodenya. Buat strategi konten Anda lebih beragam dan kreatif agar beda dengan kompetitor.

Ingat, peringkat mesin pencari adalah permainan zero sum. Untuk kata kunci tertentu, jika satu situs naik mau ngga mau situs lainnya harus turun.

Inilah kenapa SEO dikatakan dinamis, bukan produk sekali pakai. Peringkat tinggi hanyalah milik jawara abadi yang terus menerus memperbaiki diri.

3. Tersandung masalah isu halaman

Di sini terjadi penurunan peringkat konten secara signifikan. Situs Anda terseok-seok di hasil pencarian. Ini pertanda ranking mulai turun meskipun link building dan update konten rutin dilakukan.

Untuk identifikasinya, balik lagi ke halaman Search Console.

page not found
kesalahan perayapan meliputi server eror, broken link, dan bad linking

Benahi masalah optimasi on-page. Periksa perayapan situs Anda, apakah ada server error, broken link, atau internal linking yang bermasalah. Selain itu, gunakan fitur HTML Improvements (penyempurnaan HTML) untuk mendeteksi masalah pada tag.

Manfaatkan pula PageSpeed Insight, karena dari situ banyak petunjuk berharga untuk memperbaiki situs Anda. Semua ini dapat ditemukan di Search Console.

Aktifkan notifikasi Search Console dengan email Anda agar pelacakan masalah bisa diketahui secepat mungkin.

4. Kehilangan link berkualitas

Dalam kasus ini, peringkat bisa turun drastis bisa pula pelan. Lonjakannya tergantung seberapa banyak inbound link yang mental dari profil tautan Anda.

Cara ngeceknya gampang. Lihat link yang hilang dalam kurun 90 hari terakhir. Kalo banyak yang hilang, ini jelas penurunan peringkat.

Periksa link satu persatu. Jika tautan tersebut sengaja dihapus oleh webmaster, berarti link itu tidak sehat. Saran saya, biarin aja jangan diminta lagi atau Anda bisa kena penalty suatu saat nanti.

Penurunan cepat atau lambat pasti terjadi tanpa webmaster menjatuhkan tautan tersebut. Jadi, lebih baik kumpulkan link organik berkualitas tinggi sebanyak mungkin ke situs Anda.

5. Google meng-updated algoritma baru

Tak perlu resah saat isu algoritma baru berhembus. Yang penting Anda tahu sasaran razia algoritma itu.

Makanya, subscribe beberapa situs tentang SEO (situs bule - recomended). Saat muncul desas-desus algoritma Google, Anda sudah tahu kabar beritanya plus informasi detailnya.

Agar nantinya tidak ketabrak update Google, lakukan identifikasi awal. Andaikan situs Anda ada indikasi melanggar pedoman Google yang baru, segera bereskan.

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Cara ini termasuk langkah antisipasi agar peringkat kelompok kata kunci Anda aman di singgasana pageone.

6. Google Flux

Saya cenderung menilai Google Flux sebagai statistik yang mengecoh. Datanya memang muncul di Search Console, tapi pengaruhnya ke situs masih jadi tanda tanya besar.

Munculnya pun susah diprediksi dan mudah berubah. Jadi Anda tak perlu kuatir berlebihan. Namun bagi pemain pemula, Google Flux sering disalahtafsirkan sebagai serangan SEO negatif.

Seperti inilah tampilan fenomena Google Flux.

google flux

Memang sulit mengidentifikasi Google Flux. Karena saat terjadi penurunan pada data indeks, parameter lainnya tercatat stabil. Mulai dari isu halaman, link, pesaing, serta update algoritma, semuanya OK.

Apakah ini bisa dicegah? Tidak bisa. Ini diluar kendali Anda. Ngga perlu buang waktu untuk mencari alasannya. Flux normal untuk situs manapun.

Jadi, jika situs Anda turun peringkat karena Flux, saya pastikan akan sehat kembali dalam beberapa hari.

7. Google dance

Mesin pencari Google menarik hasil pencarian dari 10.000 server lebih.  Kira-kira sebulan sekali, Google memperbarui indeks mereka dengan menghitung ulang Pagerank dari setiap halaman web yang telah mereka jelajahi.

Update indeks tidak dapat dilanjutkan di semua server pada waktu yang sama. Perhitungannya dilakukan sekitar 40 kali. Dan karena indeksnya sangat besar, perhitungan memakan waktu beberapa hari hingga selesai.

Selama periode itu, terjadi fluktuasi pada hasil pencarian. Bahkan kadang menit demi menit. Dinamika inilah yang memicu munculnya istilah Google Dance.

google dance
fenomena google dance

Banyak webmaster berpikir bahwa, selama Google Dance, Google bebas menentukan apakah server dengan indeks baru atau server dengan indeks lama dalam merespons kueri penelusuran.

Hasil pencarian mereka tentunya juga berubah selama update bulanan karena masih bagian dari tarian Google.

Jadi, istilah "Google Dance" sering digunakan untuk menggambarkan update indeks pencarian Google yang mengakibatkan perubahan peringkat pada beberapa web di halaman mesin pencari.

Tapi perlu diingat, efek tarian Google ini hanya sementara. Setelah semua proses pembaruan selesai, peringkat website Anda akan kembali lagi ke posisi semula.

8. Rendahnya kualitas link

Beberapa tahun lalu, banyak website memborong ribuan link dengan harga murah. Tapi ngga sadar, efeknya bakal menyakitkan bagi web mereka.

Saat ini, berbagai update dari Google mulai bergerak menyapu bersih segala hal yang mereka anggap sebagai “spamming search engine”.

Situs dengan muatan inbound link berkualitas rendah akan dipaksa turun peringkat atau hilang seluruhnya.

Google mengatakan jika situs Anda dibidik oleh tautan yang tidak Anda kontrol secara langsung, "Anda harus melakukan upaya untuk membersihkan tautan tidak wajar yang mengarah ke situs Anda."

Sebagai upaya terakhir, Anda dapat menolak tautan tersebut.

9. Google honeymoon

Inilah moment terindah bagi seorang nyubi. Artikel mereka sukses nembus pageone tak kurang dari satu jam. Kabar gembira ini segera mereka umumkan di forum lengkap dengan capture dan kata kuncinya.

Lihat! Itu contoh euphoria korban Google Honeymoon.

Tanpa alasan jelas, Google mengindeks URL baru dan menampilkannya di halaman pertama SERPs selama berjam-jam, berhari-hari, bahkan kadang sampai seminggu lebih.

Google merasa URL tersebut relevan untuk frase kata kunci tertentu meskipun tidak sesuai dengan standar peringkat normal.

Ada dua alasan paling logis kenapa Google honeymoon sampai terjadi.
  • Merefresh halaman SERPs untuk frase kata kunci yang sama dengan menggeser konten lama yang sudah usang.
  • Mengumpulkan data statistic perilaku pengguna yang diperlukan oleh algoritma berdasarkan CTR. Dan data itu hanya bisa dikumpulkan jika orang benar-benar melihat URL di SERPs.

google honeymoon

Apa yang terjadi saat Google Honeymoon berakhir?

Setelah masa honeymoon lewat, URL Anda akan turun tahta menempati posisi yang semestinya (entah di posisi berapa).

Sayangnya, situasi ini sering membuat emosi newbie terguncang. Postingan di forum mulai berisi kepanikan.

"Blog saya kena banned!", "Apakah blog saya terkena sanksi Google?", "Help! blog saya kena deindex ”, atau "Peringkat turun drastis! minta solusinya dong kakak! " (familiar kan dengan thrit seperti itu?)

Jadi pesan saya, Google Honeymoon adalah proses alami. Tak pernah berlangsung selamanya.  Setelah bulan madu usai, pekerjaan "sebenarnya" baru dimulai, sama seperti dalam pernikahan.

10. Perubahan CTR

Dibandingkan faktor yang lainnya, rendahnya CTR cenderung tidak berdampak terlalu besar pada hasil penelusuran. Namun pada kata kunci kompetitif, pengaruh CTR masih cukup kuat bagi Google untuk menentukan daftar pilihannya.

Karena sinyal pengguna semakin penting, banyak bukti menunjukkan bahwa CTR berpengaruh pada kinerja rangking. Jika CTR turun tiba-tiba, ini bisa menjadi penyebab penurunan peringkat.

rasio klik tayang
data rasio klik tayang pada search console

Buka Search Console dan lihat rasio klik-tayang selama 90 hari sebelumnya. Perhatikan kata kunci yang terhubung dengan konten, lihat apakah CTR-nya turun atau tidak.

Perlu diketahui, dengan melihat data itu di Search Console, sadarkah bahwa Google pun melacak rasio klik tayang Anda?

Jadi, turunnya peringkat artikel Anda kemungkinan juga akibat dari CTR yang rendah.

Untuk mengatasi hal ini, optimalkan tag judul dan deskripsi meta. Gunakan beberapa kata kunci berikut ini dalam tag meta Anda : Cara, Gratis, Tips, Trik, Posting Blog, Mengapa, Terbaik, dan daftar angka yang terkait dengan artikel.

Kesimpulan


Kemanapun Anda berselancar di internet, selalu ada pemilik web kreatif yang lebih unggul selangkah di depan. Mereka lebih tahu cara mencegah, membangun dan mempromosikan situs.

Melalui strategi SEO yang teduh dengan selalu memantau update algoritma merupakan langkah terbaik yang dapat Anda lakukan untuk melindungi dan meningkatkan visibilitas Anda di mesin pencari.

Artikel ini tidak hanya untuk Anda yang sedang mengalami kehancuran peringkat di SERPs tapi juga bagi mereka yang beruntung terhindar dari masalah algoritma Google atau tim Webspam.

Saya doakan masalah anjloknya peringkat artikel Anda bisa segera teratasi. Moga artikel ini bisa membawa perubahan bagi website Anda.

Akhir kata, SAY NO TO COPY PASTE. Trima kasih. Wassalam.

______________________________ ARTIKEL TERKAIT ______________________________