Segudang Cara Membuat Konten Jadi Viral, Awas Trafik Meledak !

Ditulis oleh: Maseteguh Blog Must Teguh Updated at : 10:04 AM
4 comments
Cara menulis dan membuat konten postingan viral. Udah tahu kehebatan konten viral? Inilah sosok konten yang menjalar, menyebar dan menyusup secara cepat. Bergerilya melalui link yang di share orang lewat media sosial.

Modelnya macam-macam, bisa video, postingan di Facebook, tweet, ataupun konten social media yang dibagikan hingga ratusan bahkan ribuan kali.

Meski begitu, membuat artikel jadi viral tidaklah gampang. Hingga detik ini, belum ada literature yang bisa memberi rujukan secara akurat.

Tapi ada kabar baik dari Jonah Berger, seorang profesor pemasaran di University of Pennsylvania. Dia mengatakan :
Postingan viral bisa diidentifikasi melalui enam pendorong utama. Sebuah konten akan jadi viral jika terkandung elemen STEPPS  (Social currency, Trigger, Emotion, Public, Practical value, dan Stories).

cara membuat konten viral

Ini keterangannya :
  • Social Currency (mata uang social) : segala hal yang terlihat lucu, smart, intelek lebih berpotensi jadi viral karena punya nilai yang sama untuk semua kalangan.
  • Trigger (Pemicu): orang lebih cenderung berbagi hal-hal yang sudah dilihat tapi belum pernah terpikirkan.
  • Emotion : postingan atau video yang menarik emosi, punya kans untuk di share orang. Entah emosi positif ataupun negatif. So, tawa, bahagia, cerita sukacita atau sebaliknya, bahkan subyek kontroversial yang mengundang kemarahan tetap bisa jadi viral.
  • Public (Umum): melihat dan meniru perilaku seorang tokoh atau pesohor dengan gaya sendiri – itu sah dan bisa berpotensi viral.
  • Practical Value (Nilai praktis) : segala hal yang bernilai praktis, simple dan berguna.
  • Stories (Cerita) : postingan kualitas tinggi berbalut cerita menarik, punya efek viralitas yang kuat.

Sudah siap membuat konten viral? Catat dan praktekkan tip saya di bawah ini.

Tips Merekayasa Konten Jadi Viral


Dalam menciptakan konten virus, yang terpenting adalah menghubungkan konten dengan audiens dan merekayasa tips agar audiens memviralkan konten Anda lewat koneksi mereka.

Tips ini mengajarkan Anda cara membuat konten yang punya potensi viral apapun niche-nya. Silahkan dibaca, tapi jangan sambil nglamun.

1. Tahu cara menulis konten dengan benar


Start Anda dimulai dari sini. Konten buruk mustahil menjelma jadi viral. Untuk itu, mulailah menulis artikel, membuat video atau mengedit gambar dengan baik.

Intinya: Berikan cerita yang bagus, asyik dan menarik. Konten lemah dengan tulisan serampangan akan cepat ditinggalkan dan dilupakan.

Pastikan story Anda mengkomunikasikan dengan jelas 5W (Who, What, Where, When, dan Why). Mengapa ini penting? Inilah alasan pembaca menangkap dan menarik kesimpulan dasar dari cerita yang Anda tulis.

Guy Kawasaki dan Peg Fitzpatrick, co-writer The Art of Social Media baru-baru ini menjelaskan melalui artikelnya di Harvard Business Review,

“Sebuah konten harus bisa bercerita untuk memenuhi sejumlah fungsi yaitu menjelaskan apa yang terjadi, apa maknanya, bagaimana melakukannya dan mengejutkan pembaca.”

2. Rilis fresh content


Jangan remehkan daya ingat pengguna internet. Saat melihat postingan, memori otak mereka akan otomatis memilah,…oh, ini udah pernah,..oh, ini sering liat,…oh ini udah basi,…dll.

Mesin otak sejenak akan fokus saat mata tertuju pada headline sebuah fresh content. Jika konek dengan feel dan logika mereka, peluang viral sudah di depan mata.

Jadi, urgensinya adalah merilis konten segar bukan me-rewrite tulisan yang sudah ada.

3. Konsentrasi ke penyebaran massa


postingan viral


Untuk jadi viral, pastinya butuh massa. Sosial media adalah basis massa paling besar di internet. Jadi, arahkan busur konten Anda ke sana.

Tapi ingat, jangan tergoda untuk berbagi konten dengan influencer di sosial media meski peluang viralnya sangat besar.  Alasannya?

Influencer adalah pribadi dengan jam terbang super padat. Bisa jadi, (maaf) konten Anda tak digubris oleh mereka. Apalagi sampai men-share artikel dari orang yang belum tentu mereka kenal.

Sebaiknya konsentrasikan shared postingan Anda seluas mungkin. Mulailah dari semua platform social media. Kalau perlu, minta anggota keluarga untuk membantu ekspansi konten Anda ke akun social media milik mereka.

Tapi jangan hanya mengandalkan Facebook, Twitter, Instagram, atau Pinterest. Menurut saya, 4 platform itu terlalu sibuk. Konten Anda dapat dengan mudah tersesat di kerumunan postingan pengguna lainnya. Cari alternatif lain.

Promosikan di tempat berkumpulnya jutaan pembaca , tapi yang profilnya tidak terlalu menonjol, seperti Vivalog, Liputan6, atau Kompasiana. Tambahkan teman sebanyak mungkin.

Jika konten Anda berupa gambar atau video, daftarkan ke Google Images dan Google Video. Inbox orang dalam daftar email serta SMS kontak person di seluler. Umumkan konten baru Anda, dan pastikan mereka membagikannya.

4. Bangkitkan emosi audiens (positif vs negatif)


Cerita yang membangkitkan emosi cenderung mendorong popularitas.

Secara online, konten pemicu emosi "high-p4ssion" (kagum, senang, dll) lebih baik meski sifatnya positif atau negatif (kemarahan atau kecemasan). Sedangkan konten low-p4ssion (seperti kesedihan) virallity nya sedikit lemah.

Profesor Jonah Berger dan Katherine L. Milkman mempelajari perilaku viral dari artikel New York Times selama tiga bulan. Meskipun ada banyak kompleksitas, secara umum mereka berkesimpulan, "konten positif lebih viral dibanding konten negatif."

Saat orang memviralkan suatu konten, mereka tidak hanya berbagi cerita tentang kontennya, tetapi lebih ke pengalaman emosional yang telah mereka rasakan. Di titik itu, Anda tak bisa memanipulasi.

5. Buat “clickable-headlines”


Dimana kekuatan utama konten viral? Yap betul, di headline-nya.

Headline konten viral seperti tombol POWER yang menyala. Seolah ada mantra pemikat agar orang mudah terpikat.

Headline adalah pintu gerbang menuju ke cerita. Inilah cara paling tokcer untuk memainkan rasa penasaran orang dan meyakinkan mereka untuk melihat konten Anda.

Dari sini pula sukses besar atau gagal total sebuah konten ditentukan. Biarpun isi artikelnya fantastis. Agar headline mampu menangkap perhatian pembaca, coba terapkan 3 trik berikut ini :
  1. Harus ringkas, jelas, dan mewakili isi artikel
  2. Gunakan kata sifat yang menarik
  3. Komunikatif dan mudah diingat

Dengan kata lain, buatlah headline yang menyampaikan pesan ke pembaca bahwa mereka akan mendapat banyak manfaat dari konten yang Anda buat.

6. Perbanyak porsi postingan dan promosi


Semakin sering posting, peluang viral akan makin besar. Asalkan Anda telah paham tips pada poin 1-5.

Neetzan Zimmerman, oleh Wall Street Journal dijuluki "The most popular bloggers work on the Web today" untuk situs Gawker Media. Hingga 2014, Zimmerman berhasil menarik jutaan pengunjung unik secara rutin ke situs Gawker melalui konten viralnya.

Dalam sebuah wawancara dengan HubSpot.com, Zimmerman menuturkan bahwa dia memposting 10 sampai 15 kali per hari. Meski tak semunya viral, tetapi menurutya makin banyak posting peluang menuju viral selalu ada.

Tak cukup sampai disitu. Promosikan konten secara aktif di media social secara berulang pada rentang waktu yang berbeda untuk menangkap beragam audiens. Jangan lupa, sesuaikan postingan untuk tiap platform sosial media.

7. Timing terbaik memposting konten


membuat postingan jadi viral


Melepas postingan pada timing yang pas adalah siasat cerdik Zimmerman dalam mencetak setiap konten viral di Gawker. Dia paham betul saat orang ngumpul di sosmed, dan kapan mereka kembali untuk bekerja atau study.

Strategi ini, layak diadaptasi…

Pertama Anda perlu observasi. Perhatikan interval waktu rata-rata yang menandai naik turunnya trafik di semua platform social media. Kalo perlu buat list untuk tiap platform agar Anda bisa menentukan jenis konten yang tepat.

Selanjutnya kumpulkan informasi tentang jam MASUK – ISTIRAHAT – PULANG untuk golongan karyawan dan pelajar.

Kroscek hasil data keduanya. Dari situ letakkan titik-titik yang Anda anggap sebagai timing terbaik untuk merilis postingan Anda.

8. Membuat Listicles


Artikel daftar atau listicles lebih berpotensi viral dibandingkan artikel biasa. Mungkin karena model penyajiannya yang mudah dicerna.

Informasinya dikemas dalam bentuk potongan-potongan menarik sekali ‘gigit’, sehingga lebih mudah dikonsumsi pengguna. Untuk berkomunikasi dengan audiens, listicle semakin memikat jika ditampilkan dalam format video.

Website seperti Cracked, Listverse, WatchMojo, dan BuzzFeed adalah contoh nyata tentang bagaimana listicle memiliki potensi untuk disebarkan oleh banyak orang.

9. Buat konten visual


Meski konten artikel paling banyak dikonsumsi pengguna, tapi ada kategori lain yang bisa jadi pilhan mereka, ialah konten visual. Bisa berupa gambar, animasi, video, meme, infografis, GIF dan map.

Visual gambar bernilai seribu kata. Dianggap sebagai alat terbaik paling fleksibel untuk memikat penonton. Bisa dipakai untuk listicle atau mengangkat performa artikel yang Anda tulis.

Menyusun foto esai dari periode peristiwa sejarah masa lampau bisa dijadikan sebuah daya tarik. Seperti video timelapse yang menampilkan sesuatu yang baru dan familiar tapi dari sudut yang sama sekali berbeda.

10. Tambahkan fitur konten interaktif


membuat konten jadi viral


Konten interaktif diperlukan demi menambah time on site pengunjung. Memungkinkan mereka mengecek menu lain saat berada di situs Anda.

Agar visitor tetap stay, fitur dalam konten interaktif seperti navigasi, kuis, game, gambar, atau bahkan video usahakan dibuat agar bisa menghibur pemirsa. Suguhkan inovasi interaktif yang baru, asli dan relevan.

Jangan biarkan audiens hanya berperan sebagai pengamat pasif. Beri mereka kesempatan untuk berkontribusi dan berpartisipasi.

Jika sukses menampilkan itu, Anda punya kesempatan memenangkan sebuah tiket konten viral.

11. Provoke a Response (memprovokasi respon)


Terlepas jenis konten yang Anda publikasikan, bahan utama sebuah postingan viral adalah bahwa ia dapat memprovokasi respon dari orang yang membaca atau melihatnya.

Anda boleh mengarahkan ke respon intelektual atau emosional. Jika bisa melakukan keduanya itu lebih maknyus.

Konten online disebut paling viral karena secara simultan mampu menggetarkan, mengejutkan, memikat, mendidik, dan membawa suasana senang atau sedih ke pemirsa.

12. Edukasi pemirsa Anda


Garap konten yang paling diminati oleh pengikut atau follower Anda. Bimbing mereka melalui konten tutorial yang mengajarkan cara melakukan sesuatu terkait bidang yang mereka senangi.

Mengedukasi pembaca setia adalah upaya terbesar untuk mengantarkan konten Anda menuju viral.

Wikihow, About.com, dan Instructables adalah contoh situs paling brilian dalam meramu dan merilis konten yang cocok untuk subscriber dan follower mereka.

Pada beberapa artikelnya bisa Anda temukan berbagai konten tutorial praktis dan detail. Dari situ Anda pun dapat mencapai efek yang sama dengan sesuatu yang jauh lebih pendek dan punchy.

13. Jangan pakai trik online murahan


Pernah lihat cara orang jualan ebook, software, atau produk affiliate? Nah, kira-kira seperti itulah trik online yang saya maksud. Anda mungkin telah ribuan kali melihat cara ini berjubel di halaman sosial media.

Sebagai saran penutup, hindari trik semacam itu.

Ada beberapa poin penting agar orang-orang yang menyukai konten Anda secara reflex membantu memviralkan konten itu. Inilah poin yang telah saya rangkumkan untuk Anda :
  • Tambahkan data dan statistik;
  • Sertakan referensi ahli dalam postingan;
  • Sebut influencer dalam tag Anda;
  • Buat konten berbasis daftar (list);
  • Tambahkan lebih rinci ke sesuatu yang sudah ada;
  • Jangan memanipulasi judul;
  • Cobalah sedikit menakut-nakuti;
  • Bangkitkan respons emosional;
  • Buat marah, kagum, atau khawatir;
  • Berikan efek shocking;
  • Gunakan kekuatan kata dalam postingan Anda.

Penutup


Sekali lagi, tak ada aturan, pedoman, struktur, atau pun daftar yang menjamin viralitas sebuah konten.

Karena sifatnya immeasurable, maka selamanya Anda tak akan ketemu metode instan atau manual untuk membuat konten viral. Tak satupun.

Perusahaan besar dan ternama sekalipun berani mengucurkan dana jutaan rupiah khusus untuk pos marketing mereka. Tapi tetap saja tak mampu mendapatkan konten viral secara konsisten meski didukung sumber daya yang memadai.

Satu-satunya persamaan utama antara konten viral satu dengan viral-viral lainnya adalah bahwa orang belum pernah melihat, membaca, atau menonton konten itu sebelumnya.

Semoga bermanfaat. Akhir ucap, SAY NO TO COPY PASTE. Thank’s wassalam.

______________________________ ARTIKEL TERKAIT ______________________________

4 komentar:

  1. Hmm.. artikel yang panjang, menarik dan jelas Mas Teguh. Panjang segitu Itu bikinnya berapa hari/jam Mas hhhha.... :D

    Untuk memiliki konten viral memang agak2 susah kalau blog yang nichenya sudah banyak yang punya. Apalagi rata-rata artikel saya pada blog utama adalah informasi pendidikan yang mana harus jelas dan valid sumbernya, jika tidak bisa berbahaya (Say No to Hoax) karena harus bisa dipertanggungjawabkan dan bisa dibilang mau gak mau harus Ngutip/Copas dari sumber yang terpercaya, karena untuk niche informasi pendidikan seperti milik saya, saya kira jika harus mengarang sendiri, rasanya mustahil tanpa ngutip milik pihak lain (untuk rewrite rasanya tidak memungkinkan, karena artikel bukan dari pengalaman pribadi).

    Tapi dari sekian artikel, banyak juga artikel Asli buatan sendiri khususnya tentang tutorial, yang setiap hari ada 1 sampai 4 masuk 10 besar pencarian. Meski gak viral karena yang membutuhkannya mungkin tidak terlalu banyak (Tutorial tentang Arab).

    Menurut Mas teguh blog saya gimana? butuh saran dan kritik membangun agar bisa lebih baik. Matur suwun....

    #Maaf ada yang sedikit melenceng dari postingan Anda he.

    BalasHapus
    Balasan
    1. klo berapa harinya sih ga masalah mas, bahan bakarya itu yg nguras kantong,..nglepuuss terus,..ha ha ha
      memang mengharapkan konten jadi viral itu mirip nunggu lotere, ada unsur hokinya juga, tapi semua tergantung corak artikelnya,.
      karena basisnya berawal dari sosmed, viral tidaknya sebuah konten sangat dipengaruhi faktor psikologis, apapun jenis nichenya, sebab manusia sebagai penggeraknya,..
      tapi kadang anehnya, artikel viral belum tentu masuk di pageone,..dan artikel pageone juga belum tentu bisa jadi viral,.unik tho mas?

      oke, mas Indra terima kasih atas opininya,..berkat komentar sampean, artikel saya jadi makin panjaaaang,..he he he..salam

      Hapus
  2. Nah ini bikin sebagian konten disenangi oleh pemiarsa-pembaca (auden) yakni membuat konten berisi emosi dan artikel viral juga pemilik blog mengajak apa yg di terbitkan pada isi artikel pada pembaca. goood.

    Bikin bpk tinggi kata unik di atas....yang dimiringkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. daya tarik paling besar dari sebuah artikel ya EMOSI, tanpa itu...ga ada bedanya kita baca buku pelajaran sekolah,..permainan emosi lewat kekuatan kata2 berdampak besar buat artikel jadi viral,..begitu lho mba Erica yang cantik,..

      thanks ya udh jadi pemerhati setia blog orang pesisir ini,..salam

      Hapus

Setiap komentar yang diterbitkan, saya pastikan blognya sudah tak kunjungi balik, dengan atau tanpa komentar yang saya sertakan.

Terima kasih atas kunjungannya. Wassalam