Fakta Miris, Artikel Pageone tapi Kok Sepi Komentar?

Ditulis oleh: Maseteguh Blog Must Teguh Updated at : 11:23 AM
18 comments
Punya artikel pageone? Gimana rasanya? Bangga, puas, senang atau justru terbebani?

Feeling saya sih, semua blogger akan senang saat berhasil menjuarai search engine dengan keyword yang mereka incar. Boleh saja bangga, asal jangan jumawa (sombong lalu pamer).

Lalu, blog Anda kebagian apa dari posisi pageone itu?

Pengunjung makin deras mengalir, income Adsense naik ngga karuan, atau blog Anda mulai banyak yang share, like, atau kasih komen? Ngga perlu dijawab, itu privasi Anda.

Sesuai judul di atas, di sini saya hanya ingin menyoroti masalah sepinya komentar pada konten artikel yang notabene posisinya ada di halaman satu Google.

Mari kita bahas lebih lanjut topik yang unik ini.

Artikel Pageone tapi Kok Sepi Komentar?

Artikel ‘Pejwan’ tapi Nihil Komentar


Disadari atau tidak, banyak pemain blog lebih menomorsatukan pageview dibandingkan jumlah komentar pada artikel yang mereka tulis. Rasanya aneh bin ajaib kalau pageview tinggi tapi kolom komentarnya nihil.

Kemarin saya iseng-iseng bikin ‘threat’ di salah satu group Google+ milik mba Indri si Juragan Cipir.

Disitu saya ajukan tawaran klik iklan untuk blog yang artikelnya juara di pageone dengan kata kunci yang paling mereka jagokan.

Awalnya, niat saya hanya sekedar blogwalking. Tapi pada beberapa artikel yang saya kunjungi, ada yang membuat saya sedikit heran – artikelnya pageone tapi kok sepi komentar?

Meski volume pencariannya ada yang tembus di atas sejuta (bahkan lebih) tapi herannya ngga ada satupun komentar yang nyangkut. Ini ngga masuk logika saya.

Karna penasaran, saya coba searching di Google memakai 5 kata kunci yang berbeda untuk menguji apakah kasus seperti ini juga menimpa artikel pageone lainnya.

Ternyata hasilnya - banyak blog bernasib serupa - artikel juara tapi komentarnya ngga ada.

Peran Komentar terhadap Kemajuan Blog


Bagi saya, standar kepuasan blogging justru pada banyaknya debit komentar yang masuk. Karena itu bukti artikel Anda dilihat, dibaca, dan diapresiasi.

Memang terkadang susah untuk menebak respon pembaca. Ada yang suka lalu meninggalkan jejak lewat komentar, tapi ada juga yang berlalu begitu saja.

Misi mereka pun bervariasi. Ada yang niatnya nyari backlink, dolan-dolan (blogwalking), adu argumen, atau sekedar say thank’s you.

Padahal, adanya komentar pro dan kontra secara tak langsung bisa menarik pembaca lain untuk ikut urun rembug menyuarakan pendapat, men-share, atau sekedar setor jempol sebagai tanda suka.

Proses ini diteropong Google sebagai aktivitas positif. Dari sudut pandang SEO, ini jelas menguntungkan.

Sebuah komentar akan membentuk sinonim, frase kata, atau keyword baru untuk sebuah artikel. Jadi jangan heran saat artikel Anda muncul di pageone tapi dengan kata kunci yang tak Anda duga. (contoh buktinya – lihat gambar)

Contoh kata kunci yang di input pengguna di search engine :

kata kunci yang diinput di search engine

Ini hasil pencariannya :

hasil pencarian

Dari jawaban setiap komentar yang masuk bisa diketahui kapasitas penulis blog terhadap penguasaan materi yang ditulisnya. Selain itu, kuantitas komentar mampu memperkokoh posisi pageone Anda. Atau lambat laun bisa mendekatkan konten Anda mengarah ke sana.

Mulailah mawas diri, kenapa artikel pageone Anda alergi dengan komentar. Cari tahu penyebabnya di bawah ini.

Pageone Yes, Comment No – Apa sebabnya?


Konten juara tanpa apresiasi pembaca mirip raja tanpa mahkota.

Jika artikel kesayangan Anda sampai tak digubris pembaca (tak dikomentari), baca penyebabnya di bawah ini. Cocokkan mana yang sesuai dengan permasalahan Anda.

Tulisanmu terlalu SEO

Mengulang kata kunci secara sambung menyambung, banyak link internal tak relevan, posisi link terlalu rapat, atau pemakaian sinonim kata yang terlalu dipaksakan adalah sebagian kecil kerancuan optimasi SEO yang masih sering dipakai.

Sah-sah saja membekali artikel dengan teknik SEO. Asal jangan kentara amat optimasinya. Efeknya bisa mengganggu ritme tulisan Anda.

Rusaknya alur tulisan menjadi sebab pembaca malas meneruskan bacaan mereka. Akibatnya artikel tidak dibaca secara utuh sebelum mereka sampai ke kolom komentar.

Kalau sudah begini, jangan harap orang mau berkomentar.

Kurang interaktif

Inilah akibat artikel Anda terlalu SEO. Kaku, monoton, seolah cuek dengan pembaca karena lebih fokus ke Google. Banyak saya jumpai tulisan model begini. Biasanya dilakukan blogger yang sangat berambisi dengan pageone.

Sebuah interaksi berawal dari simpati. Jika tulisan Anda tidak mampu menarik orang untuk bersimpati, lalu interaksi seperti apa yang Anda harapkan? Ingat, visitor dari search engine butuh informasi konkrit bukan uraian panjang lebar tanpa intisari.

Mereka suka dengan artikel pemberi solusi. Itulah interaksi nyata dimana saat pembaca punya masalah, Anda menawarkan sebuah jalan keluar.

Komentar akan dibubuhkan saat mereka merasa ‘ terlibat ’ dengan ide-ide pada tulisan Anda.

Artikel Anda setengah jadi

Jika ada link mati atau rusak, gambar gagal loading (tidak muncul), serta isi artikel yang sudah tidak relevan maka ini bisa jadi penyebab artikel pageone Anda tidak mendapat komentar dari pembaca.

Biasanya kesalahan ini muncul beberapa waktu setelah artikel dipublish. Kadang eror tersebut muncul tanpa Anda sadari.

Penyebabnya bisa jadi karena Anda malas melakukan evaluasi, koreksi, dan update pada artikel lama. Atau bisa juga disebabkan karena pergantian atau penambahan kode script pada template.

Ejaan dan tata bahasa semrawut

Ini yang membuat orang paling malas kasih komentar - meski artikel Anda pageone.

Susunan kalimat berisi ejaan dan tata bahasa yang semrawut membuat kualitas tulisan Anda diragukan. Orang sulit untuk percaya apalagi sampai menyempatkan diri untuk berkomentar. Hanya buang waktu.

Artikel Anda dianggap asal jadi. Pembaca merasa tidak dihargai. Profesionalitas Anda sebagai blogger dipertanyakan sehingga informasi yang Anda sampaikan jadi tak bernilai.

Terhalangi iklan

Saya pribadi paling ogah membaca artikel yang seperempat halamannya tertutup oleh iklan melayang. Biarpun itu milik blogger terkenal sekalipun. 

Bagi saya, iklan yang menutupi halaman ibarat loket masuk ke bioskop. Kita disuruh bayar tiket lewat klik iklan untuk membaca sebuah artikel.

Pemilik artikel model begini tidak butuh dikomentari. Mereka menganggap pembaca hanya sebagai sumber uang. Ngga dapat komen tak jadi masalah, yang penting dapat klik iklan .

Andaikan niat awal Anda bukan itu, tapi iklan melayang tetap Anda pasang, saya yakin komentar pembaca takkan pernah Anda dapatkan.

Plugin komentar pihak ketiga

Beberapa blogger ada yang suka memasang plugin tertentu pada kotak komentar mereka. Entah itu Disqus, model captcha, Google+, atau plugin Facebook.

Tapi sebagian besar pengunjung blog tidak mau ribet. Mereka malas login ini itu hanya untuk meninggalkan jejak komentar.

“Mau komen aja kok repot amat ya? Kudu login dulu…”

Akibatnya, yang awalnya mau komen jadi batal karena birokrasi blog yang seharusnya tak perlu ada. Saran saya, atur ke default blogger saja.

Artikel standar - tak ‘berdaging’

Tulisan dangkal dengan materi yang udah umum bikin orang enggan berkomentar.  Sebabnya karena memang tak ada yang perlu diperdebatkan lagi. Kadang pembaca malah berpikir, “artikel kaya gini kok masuk pageone.

Lain cerita jika artikel Anda padat berisi info baru, detail dan lengkap. Terlihat berlemak dan berdaging di mata pembaca. Walaupun topiknya masih soal itu-itu juga.

Jika artikel ‘daging’ yang Anda berikan, sebuah komentar layak Anda dapatkan.

Ini Penutup

Jangan terlalu mengagungkan artikel berpredikat pageone jika nasibnya masih terkatung-katung di sana. Tanpa share, like, subscribe, serta komentar dari pembaca.

Artikel berkualitas bukan diukur dari posisinya di halaman pencarian. Minat dan interaksi pembaca terhadap ide tulisan Anda – itu yang patut  dicari.

Indahnya pujian, pedasnya kritikan sebuah komentar adalah bentuk nyata bahwa artikel Anda diperhatikan.

Semoga bermanfaat. Akhir ucap, SAY NO TO COPY PASTE.  Thanks dan wassalam.

______________________________ ARTIKEL TERKAIT ______________________________

18 komentar:

  1. Balasan
    1. moga mas ghamal bukan korbannya..he he he

      salam kenal ya,..sori baru dibales komennya

      Hapus
  2. Balasan
    1. kok cuma jlebb tho mas?..mbok y sekalian bless gitu..ha ha ha...biar main terasa..

      Hapus
    2. Jlebb blesss.. Pokonya. Abis baca ini cek beberapa postingan di page one memang ga ada komen mas. Makanya saya coba untuk perbaiki kontennya. Yang paling bless ya soal konten yang ga interaktif itu. Kalau dibandingkan dengan artikel blog saya yang juga page one lain, soal interaktif ini yg paling krusial. Konten interaktif seperti apa yang paling pas buat pembaca, itu pe er saya sekarang.

      Hapus
    3. Maaf mas, bukan bermaksud ngasih Pe eR lho ya...he he he
      lha ini, baru bisa dibilang 'blees',..nancep

      matur nuwon

      Hapus
  3. Beberapa kasusnya situs saya, ada yang mirip dengan judul, namun beberapa kasus lainnya malah kebalikannya, namun yang paling utama adalah menikmati asam garam dan manisnya ngeblog… hehe :D
    Salam Blogger Must Teguh

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo kang deddy mah, artikelnya dijamin numero uno dan komentarnya berjubel..
      sori nih kang baru dibales komennya..hatur nuhun iyeu

      Hapus
  4. Balasan
    1. ok kang, sama-sama...
      tapi ngomong2, saya udh ngasih apa ya ?

      Hapus
  5. huh ... memang enak bgt baca artikel penyebab artikel halaman pertama tidak mendapat komentar tulisan mas teguh... kebawa suasana jadinya...

    jejak petualang : http://banicyber.blogspot.com

    btw, link aktif boleh gk>>>>>?

    BalasHapus
    Balasan
    1. di blog saya boleh aja nitip sendal, asalkan ada foto pemiliknya,..

      setiap ada komentar yg masuk, sebelum saya bales biasanya saya langsung buka profil orangnya, liat apa blognya, buka salah satu artikelnya,..
      klo topik artikelnya saya ngerti dan interest, komentar langsung saya tulis,..
      jadi tanpa nitip link pun blognya udh sya kunjungi meski dengan atau tanpa komentar yg saya sertakan...

      thanks mas Bani,..salam kenal ya,..

      Hapus
    2. ok sip, tambahan lagi mas teguh,,, untuk mencari komentar dari pengunjung/viewer/visitor, kita harus memilah milah artikel yang banyak dicari oleh pengunjung... dan tentunya berkaitan dengan blogger [biasaanya punya akun google] supaya mudah komentar. diperlukan juga untuk membuat artikel yang memikat pengunjung untuk berkomentar dan bla bla bla... x)

      Hapus
    3. itulah kenapa kebanyakan blogger punya slogan "the content is king",..
      karena berawal dari konten yang akan membuat blog makin berkembang,

      masukannya saya tampung mas, biar dibaca pengunjung yg lain,..thanks a lot

      Hapus
  6. Banyak blog juara satu, namun kolom komentar kosong. Apakan lambat laun akan mempengaruhi pengunjung.

    BalasHapus
    Balasan
    1. selama artikel masih di pageone, pengunjung baru akan selalu datang,..tapi mungkin ga balik lagi, karena kuantitas komentar pengaruhnya membuat artikel jadi lebih hidup, dan memancing interaksi pengunjung baru setelah membaca komentar dr pengunjung sebelumnya,..makin banyak komentar, posisi artikel makin kokoh di pageone selama komentarnya berbobot,..

      kira2 begitu gan,..

      Hapus
  7. mantao mas...makasih...saya ngalamin hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sorry gan, bukan bermaksud nyindir lho ya,.moga bisa jadi bahan koreksi aja biar blognya makin mantap..
      salam

      Hapus

Setiap komentar yang diterbitkan, saya pastikan blognya sudah tak kunjungi balik, dengan atau tanpa komentar yang saya sertakan.

Terima kasih atas kunjungannya. Wassalam