Pedoman Standar sebuah Konten | Kata Google “Anda Butuh Penulis Ahli” - BLOG MUST TEGUH

Pedoman Standar sebuah Konten | Kata Google “Anda Butuh Penulis Ahli”

Ditulis oleh: Maseteguh Blog Must Teguh Updated at : 12:54 AM
12 comments
Panduan terbaru Google tentang standar sebuah konten. Coba telusuri blog-blog dengan berbagai topik yang bertebaran di internet, entah itu soal kesehatan, resep masakan, hobi, atau apapun.

Pernahkah Anda bertanya dalam hati, apakah si penulis artikel itu orang yang benar-benar ber-kompeten di bidang ilmu yang mereka bahas? Perkiraan saya sih bisa iya bisa juga tidak. Tapi kok sepertinya lebih banyak ‘tidak’ nya yaa ...

Asumsi saya, hampir 80% diantaranya hanya menyadur dari beberapa referensi artikel yang disusun menjadi satu artikel utuh. But, it’s OK, saya ogah membahas latar belakang penulis blog lebih jauh, itu hak masing-masing.

Disini saya hanya ingin mengupas masalah standarisasi sebuah konten dari sudut pandang Google. Bagaimana mesin Google bisa menjatuhkan pilihan, mana artikel yang berkualitas dan mana yang hanya sekedar jadi.

Jika Anda berada di dunia SEO, copywriting, atau marketing, Anda mungkin sudah mendengar tentang Search Quality Evaluator Guidelines yang dirilis oleh Google pada November 2015 silam.

Pedoman ini dirancang untuk membantu Google dalam mengevaluasi situs-situs yang ada dalam indeks mereka melalui sistem peringkat yang kompleks. Jika Anda sadari, pedoman berisi 160 halaman inilah yang merupakan SEO paling murni.

Lebih tepatnya, apa yang dibahas pada pedoman itu?

Secara keseluruhan, salah satu yang paling menonjol dari pedoman tersebut adalah perlunya penulis ahli untuk menambah tingkat otoritas sebuah konten.

Mari kita bahas lebih dalam lagi...

Pedoman Standar sebuah Konten

Pedoman Evaluator Kualitas Pencarian Google


Meskipun Google dikenal jenius, smart, dan inovatif, namun kadang sulit untuk menebak dan memahami algoritma peringkat mereka. Bagi Anda yang penasaran dengan pedoman evaluator Google ini, bisa Anda baca DI SINI. Silahkan Anda translate sendiri untuk memahami isinya.

Pedoman evaluator Google ini tidak hanya memberitahu para pelaku marketing untuk bisa memenangkan persaingan di halaman mesin pencari, tapi juga sejumlah besar informasi tentang apa sebenarnya yang Google cari, apa yang membuat halaman berkualitas tinggi, dan bagaimana konten harus ditulis.

Kata Google “Penulis Ahli itu Perlu”


Bukan rahasia bahwa Google suka originalitas konten yang ditulis dengan baik dan mendalam serta bermanfaat.

Beberapa update algoritma Google baru-baru ini dirilis sebagai bentuk penghargaan terhadap konten berkualitas tinggi yang menampilkan tulisan yang jelas, ringkas, dan profesional. Halaman yang menampilkan konten duplikat, abal-abal, atau serampangan akan turun peringkat secara drastis.

Yang menariknya adalah Google menekankan pada kebutuhan untuk penulis ahli, terutama pada halaman yang dilihat Google sebagai topik yang sangat penting.

Sementara itu, selain menghargai konten berkualitas, tampaknya Google pun kini juga fokus pada otoritas dari konten itu sendiri.

Baca juga sekilas info ini :

Expert - Authority - Trust  (Keahlian, Otoritas, Kepercayaan)


Apa yang membuat sebuah konten berkualitas tinggi? Jawabannya adalah E-A-T (expert, authority, dan trust). Itulah yang Google cari.

Menurut Pedoman Evaluator Kualitas Pencarian Google part 1 bagian 4.3 disebutkan bahwa, "untuk halaman berkualitas tinggi, website membutuhkan keahlian yang cukup untuk mengarahkan pengguna agar percaya dengan topik yang dibahas."

Sekilas memang tampak agak samar-samar, namun pada pedoman berikutnya Google memperjelas bahwa dalam rangka untuk mencapai halaman berkualitas, berikut fitur konten ‘ahli’ yang perlu ditulis oleh penulis ahli, diantaranya :
  • Artikel tentang saran medis
  • Artikel keuangan, pajak, dan hukum
  • Artikel manajemen keuangan, investasi, parenting
  • Artikel tentang hobi khusus seperti resep masakan, sports, atau fotografi, dll

Halaman yang tidak memiliki tingkat keahlian khusus atau halaman yang mencakup topik yang padat tapi minim informasi akan ditandai sebagai halaman berkualitas rendah oleh evaluator Google.

Hal ini juga berlaku untuk halaman dengan konten utama yang berkualitas rendah atau konten yang hanya mengganggu atau tidak berguna.

Apa yang dimaksud ‘Ahli’ oleh Google?


Sekarang Anda tahu halaman yang membutuhkan seorang penulis ahli, lalu Anda mungkin bertanya-tanya, maksudnya ‘ahli’ itu yang bagaimana?

Google menjelaskan bahwa semua tergantung pada topik yang Anda tulis. Selama ulasan nya rinci dan useful, Google akan menganggapnya sebagai konten ahli.

Hal yang sama juga berlaku untuk forum jenis diskusi. Dalam hal ini, Google memberikan contoh sebuah forum komunitas dukungan kanker di situs cancer compass.com, di mana rata-rata orang memberikan informasi tentang berapa lama orang yang mereka cintai hidup dengan kanker.

Sementara orang-orang ini bukanlah dokter yang tidak memenuhi syarat menulis konten "ahli" untuk saran medis, namun pengalaman langsung mereka (oleh Google disebut "keahlian sehari-hari") dengan kanker membuat mereka memenuhi syarat untuk menulis konten tersebut.

Apa poin pentingnya? Sebuah halaman web memerlukan berbagai tingkat penulis ahli. Rekomendasi tentang kanker perlu ditulis oleh orang dengan gelar dokter, sedangkan rekomendasi untuk mengatasi penyakit itu dalam sebuah keluarga bisa saja ditulis oleh orang awam yang memiliki pengalaman langsung dengan penyakit kanker.

Y-M-Y-L (Your Money Your Life)


Ada beberapa halaman web yang berada di bawah pengawasan khusus Google. Halaman ini disebut, halaman "Uang Anda atau Hidup Anda" (YMYL). Contoh halaman ini meliputi:
  1. Halaman E-commerce yang menyediakan platform untuk pembelian, transfer uang, membayar tagihan, dan lain-lain.
  2. Halaman yang menawarkan informasi tentang investasi dalam saham dan obligasi, perencanaan pensiun, jual beli property, program beasiswa, premi asuransi, atau pengajuan pajak.
  3. Halaman yang menawarkan informasi tertentu atau saran tentang kondisi kesehatan, obat-obatan, kesehatan mental, dan gizi.
  4. Halaman yang menawarkan informasi hukum pada topik seperti dukungan anak dan tahanan, perceraian, warga negara taat hukum, dan surat wasiat.

Halaman YMYL tunduk pada pengawasan khusus Google karena halaman jenis ini cenderung berkualitas rendah dan dapat dengan mudah berdampak negatif pada kesehatan, kebahagiaan, atau keuangan penggunanya.

Untuk alasan ini, agar halaman ini memiliki kualitas tingkat tinggi E-A-T maka perlu ditulis oleh penulis ahli yang berkualitas. Dikatakan bahwa, jika Anda ingin membahas topik yang bisa membawa dampak besar pada pengguna (misalnya safety car dan maintenance), agar bisa bermanfaat Google menyarankan untuk menyewa seorang penulis ahli.

Kesimpulan


Sementara kita sudah tahu bahwa Google mencintai konten berkualitas tinggi, sudah jelas bahwa dibanding era sebelumnya, sekarang Google lebih menghargai konten yang ditulis oleh para ahli yang berkompeten dan dapat dipercaya.

Pedoman yang baru-baru ini dirilis oleh Google makin memperjelas bahwa saat ini mempekerjakan penulis ahli untuk sebuah website akan memperkuat peringkat kualitas sebuah konten.

Para webmaster harus berinvestasi untuk real writer yang ahli dalam industri copywriting - bukan hanya copywriter SEO pada umumnya.

Semoga bermanfaat. Akhir kata, SAY NO TO COPY PASTE. Wassalam.

____________________________________ ARTIKEL TERKAIT ____________________________________

12 komentar:

  1. Penjelasan yang sangat komplit mas, kebetulan artikel saya tentang kesehatan yang membahas cara herbal atau alami, mungkin saya bukan ahlinya dalam kedokteran atau medis tapi sumber yang saya jadikan bahan dari buku dan pengalaman pribadi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. topik apapun yg dibahas oleh blogger, itu hak masing2 kok mas agus,.nggak perlu kuatir melanggar atau tidak,..

      disini saya hanya memaparkan pedoman dari Google saja tentang artikel mana yg masuk dalam kriteria mereka untuk ditempatkan di halaman pertama indeks pencarian,..

      tapi kalo mas agus punya pengalaman pribadi tentang sebuah resep herbal,..ya ngga ada salahnya di bagikan kepada pembaca lewat artikel yg kita tulis,..

      thanks mas Agus...salam

      Hapus
  2. Kalau saya pribadi, setelah saya mencari artikel dari beberapa jasa penulis, hasilnya mihil dan tidak cocok dengan artikel membeli, mungkin yang dimaksud google dengan konten berkualitas itu berapa lama pengunjung berada pada halaman tersebut, mungkin sistem berkesimpulan semakin lama pengunjung berada di satu halaman seakan akan pengunjung benar2 membaca konten dalam postingan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang mas Gilang maksud mungkin 'time on site' visitor saat berkunjung ke sebuah blog,..

      saya juga sependapat dg hal itu, tapi perlu digarisbawahi,..lamanya time on site, belum tentu kontennya berkualitas,..karena ada perbedaan tipis pada pengertian antara konten yang menarik dengan konten yg berkualitas,..

      thanks mas gilang for your opinion...salam blogger

      Hapus
  3. Sadisss... Bantai mas hahaha
    Thanks berat :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. kok mirip judul lagunya si AFGAN ya? ha ha ha

      thanks bro,..udh nyasar ke blog ane..

      Hapus
    2. Biasa mas, blogwalking. Gak blogwalking, tidak akan ada yang namanya tali persaudaraan antar blogger indonesia hihihi...

      Hapus
  4. oke gan kita analisa lebih lanjut dulu tentang artikel ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. oke gan..yg akurat ya analisanya, he he he..

      selamat menganalisa, salam

      Hapus
  5. Bener, setuju mas. Itulah sebabnya seorang blogger jangan menulis blog kesehatan jika bukan dokter. Jika salah memberikan informasi kepada pengunjung bisa bahaya, kredibilitas nya dipertanyakan. Ada teman saya seorang blogger, menulis blog tentang kesehatan tetapi teman saya adalah orang yang suka sakit sakitan. Saya cuma bisa ketawa saja... dan sampai sekarang saya meng-cap sebagai blogger omong kosong atau bulshit.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo niche kesehatan, tergantung konteks nya mas,..

      pengobatan herbal, resep alami, tips kesehatan,..itu masih bisa masuk ke ranah blogger meski profesinya bukan seorang praktisi kesehatan,..

      tapi untuk materi teknis kesehatan, seperti prosedur operasi plastik, obat-obat dg unsur kimia, teknik persalinan, dll...klo itu harus oleh orang yg berkompeten termasuk praktisi kesehatan yg nyambi jadi blogger..

      kira-kira seperti itu penjelasanya mas Agus,..

      thanks buat opininya ya,..salam

      Hapus

Setiap komentar yang diterbitkan, saya pastikan blognya sudah saya kunjungi balik, dengan atau tanpa komentar yang saya sertakan.

Terima kasih atas kunjungannya. Wassalam