Tahu Keywords Density? Ternyata Dia Sudah Mati - BLOG MUST TEGUH

Tahu Keywords Density? Ternyata Dia Sudah Mati

Ditulis oleh: Maseteguh Blog Must Teguh Updated at : 10:48 PM
2 comments
Keyword density ternyata sudah mati. Saya sendiri ragu apakah ini berita menggembirakan atau menyedihkan bagi dunia SEO. Musuh bebuyutan Hummingbird itu kini sudah tidak terdengar lagi kabar beritanya.

Teknik ini mungkin saja sedang mati suri, namun bagi saya kepadatan sebuah kata kunci dalam sebuah artikel memang sudah tak berguna lagi. Mau tahu alasan nya? Penjelasannya ada di bawah ini.

keywords density

Apa itu Keyword Density?


Menilik arti bahasanya, keyword density artinya kepadatan kata kunci (dalam sebuah konten artikel). Sekitar tahun 2011, teknik ini sempat menjadi fenomena besar di kancah SEO. Dari peristiwa tersebut, lahir algoritma baru Google bernama Hummingbird (burung kolibri).

Dulu para pemain SEO percaya, dengan memasukkan jumlah kata kunci yang tepat ke dalam sebuah konten, maka peringkat website akan lebih menonjol dengan posisi yang lebih baik di SERP’s.

Berikut rumus yang dipakai untuk menghitung kepadatan kata kunci:

Keyword density = jumlah kata kunci / total kata dalam artikel x 100

Agar lebih praktis, ada banyak situs untuk mengecek kepadatan keyword dalam sebuah artikel, salah satunya adalah alat yang dulu sering saya pakai yaitu Free Keyword Density Analyzer Tools.

Cukup dengan menyalin URL artikel pada kotak yg tersedia, lalu klik submit. Hasilnya bisa dilihat seperti pada contoh gambar di bawah ini.

keyword density analyzer

hasil keyword density analyzer

Dari hasil analisa akan ditampilkan seluruh jumlah kata yang ada dalam artikel mulai frase 1 kata, 2 kata dan 3 kata dengan disertai persentase density nya.

Estimasi untuk "kepadatan kata kunci yang sempurna" sangat bervariasi, tergantung pada topik yang sedang ditulis. Banyak para praktisi SEO saat itu meyakini bahwa antara 3 – 5 persen padatnya keyword sanggup mengantar sebuah artikel duduk manis di pageone.

Penyebab Matinya Keyword Density


Selama bertahun-tahun, keyword dinobatkan sebagai penentu popularitas sebuah website dalam hasil pencarian. Sayangnya, pada tahun 2013 grafik nya mulai menukik dengan sangat tajam.

Penyebab utamanya muncul saat Google merilis update algoritma Hummingbird nya. Hummingbird tidak seperti algoritma yang telah di update Google sebelumnya, karena dioperasikan melalui hosting pencarian semantik.

Google mulai menyadari bahwa fokus hanya pada metrik keyword density bukanlah strategi yang fair untuk mengevaluasi relevansi atau nilai halaman sebuah web. Karena fakta nya permintaan pencarian untuk short tail keyword makin menurun dibanding query penelusuran dari perangkat mobile untuk longtail keyword yang makin meningkat tajam.

Akibat pergeseran ini, jelaslah bahwa kepadatan kata kunci tidak sepenting dulu lagi. Google dengan cepat merespon itu sehingga lahirlah Latent Semantic Indexing (LSI).

Lahirnya Pencarian Semantik (LSI – Latent Semantic Indexing)


LSI (Latent Semantic Indexing) merupakan respon kolektif untuk masalah kepadatan kata kunci. Seperti yang sudah saya bahas sebelumnya dalam artikel ini, keyword density adalah data metrik yang hanya mengukur jumlah kemunculan kata kunci dalam sepotong teks.

Ini dirasa kurang efisien karena adanya pengulangan teks yang dikhawatirkan tidak merefleksikan jawaban dari pertanyaan yang ditulis oleh pengguna. Dengan kata lain, hadirnya pencarian semantik berusaha untuk mengevaluasi hubungan kata dari konteks yang di tulis pengguna agar hasil pencarian lebih relevan dan akurat.

Oleh pemain SEO, pencarian semantik kini lebih diprioritaskan daripada meng-optimasi keyword density. Alasan utamanya karena teknik ini lebih realistik dalam hal relevansi, kualitas dan kegunaan.

Tips Terbaru Penerapan Keyword pada Artikel


Meski penyebaran kata kunci yang padat pada artikel bukan cara yang efisien, bukan berarti kata kunci tidak diperlukan lagi.

Faktanya, kata kunci lah yang menjemput pengguna untuk berkunjung ke website kita. Namun begitu, service content adalah pilihan terbaik dalam segala hal.

Ini berarti, fokuskan perhatian pada totalitas kata kunci yang lebih memenuhi kriteria pencarian pembaca. Berikut tips yang bisa Anda lakukan :

1. Fokus pada user experience UX factor

Hukum kepadatan kata kunci mengatakan Anda harus  menggunakan frase kata 10 kali dalam artikel, namun apa hasilnya ? Tulisan jadi aneh dan sedikit janggal akibat pengulangan kata yang berlebihan. Ini bisa menguatkan indikasi spam.

Apa solusinya? Buat kata kunci turunan yang memiliki jangkauan lebih luas terhadap niat pencarian pengguna. Hal ini karena sulit untuk menebak kata kunci apa yang diketik pengguna hingga mereka landing di halaman blog kita.

Contoh, kata kunci utama “mempercepat koneksi wifi”. Sisipkan beberapa kata kunci turunan di tiap paragraf, seperti “cara mempercepat koneksi wifi di androids” atau “koneksi wifi internet” dan contoh lainnya.

Jadi, jika dihadapkan dua pilihan antara keyword density dengan pengalaman pengguna, pilihan kedua boleh Anda prioritaskan.

2. Memberikan konteks yang lebih baik

Pencarian semantik adalah algoritma yang canggih, dan lebih fokus pada pemberian makna yang luas pada sebuah frase dibandingkan definisi dari kata kunci itu sendiri.

Ini penting. Mulailah berpikir untuk membuat teks pada konten yang mudah ditemukan mesin pencari sebagai jawaban terbaik dari setiap pertanyaan pengguna.

Inilah yang disebut konten unik yang memberikan nilai kepada pembaca.

3. Gunakan sinonim alami

Menerapkan kata kunci dengan menggunakan sinonim alami adalah cara yang bagus untuk memastikan bahwa konten Anda mudah dibaca, dipahami, dan kaya informasi, yang membuatnya lebih berharga dan sesuai dengan permintaan pembaca. Misalnya, “foto” sebagai sinonim dari “gambar”, atau “film” untuk “movie”.

4. Kualitas kata kunci

Tujuan utama teknik SEO adalah menciptakan kualitas konten yang tak lekang oleh waktu. Ini berarti kepadatan kata kunci bukan hal yang wajib. Bagaimana membuat konten yang bernilai jangka panjang untuk pembaca, itu yang perlu dipikirkan.

Pada gilirannya, kata kunci yang berkualitas lah yang mampu menangkap maksud dari setiap pertanyaan pengguna pada mesin pencari dengan sudut pandang berbeda yang tidak mungkin ditemukan pada blog lain.

5. Gunakan kata kunci sebagai alat

Selama bertahun-tahun, kata kunci dianggap sebagai pusat virtual SEO. Hari ini, peran keyword dipandang sebagai alat untuk membantu upaya optimasi SEO Anda.

Jika kata kunci dianggap sebagai alat bantu untuk mempertegas tujuan pencarian pengguna, pastikan Anda menyediakan konten berkualitas terbaik kepada pengguna. Dan ingat ! Mereka lebih butuh itu daripada hanya peringkat metrik.

Penutup


Orang-orang menganggap keyword density sudah mati tapi percayalah itu bukan sebuah kehilangan yang besar dalam dunia SEO. Fokuskan penggunaan keyword untuk alat SEO, bukan sebagai pondasi nya.

Selalu berusaha menerbitkan konten berharga yang mampu menjawab setiap pertanyaan pengguna. Jangan mau hanya menjadi korban tren SEO, tunjukkan Anda memiliki materi yang bisa memberikan solusi terbaik.

Semoga bermanfaat. SAY NO TO COPY PASTE. Wassalam.

____________________________________ ARTIKEL TERKAIT ____________________________________

2 komentar:

  1. kayaknya, emang banyak yg berubah di mesin telusur mas teguh!
    1. keterangan situs friendly gak ada lg
    2. terkait LSI...keyword turunan semakin banyak dari sebelumnya. judul artikel saya "mendesain blog seperti sebuah buku", terjun bebas dari pageone ke laman 5.

    3. soal evergreen konten. ini jg idaman saya, mas teguh. gimana caranya buat konten yg bs bersemi sepanjang musim.

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul mas syafri,..poin 1 dan 2 menandakan sampean termasuk orang yg jeli,..

      saya pernah buat 2 buah artikel berisi 2000 kata, dg keyword density sesuai estimasinya,..tapi hasilnya tidak sesuai harapan saya,.cuma mampu duduk di halaman 6 search engine,.

      kalo soal konten evergreen..yang penting rajin di siram aja mas,..ntar juga bersemi selalu..he he he

      thanks mas kunjungannya,..

      Hapus

Setiap komentar yang diterbitkan, saya pastikan blognya sudah saya kunjungi balik, dengan atau tanpa komentar yang saya sertakan.

Terima kasih atas kunjungannya. Wassalam