4 Tips Ciamik Membuat Konten Evergreen - BLOG MUST TEGUH

4 Tips Ciamik Membuat Konten Evergreen

Ditulis oleh: Maseteguh Blog Must Teguh Updated at : 9:22 PM
6 comments
Tips membuat konten evergreen. Ingin tahu rahasia menerima aliran pengunjung organik secara konstan ke situs Anda? Resep kuncinya ada di konten hijau (evergreen).

Kadang sering kita dengar pertanyaan seputar masalah tersebut. Untuk itu, kali ini saya bagikan beberapa tips tentang bagaimana membuat konten evergreen untuk menarik pengunjung organik.

Sebelum saya mulai, perlu Anda ketahui bahwa mengembangkan konten evergreen butuh waktu dan kreativitas sehingga jangan pernah berpikir seolah-olah semua bisa dikerjakan dalam waktu singkat. Perlu kesabaran dan sedikit kerja keras.

Apa itu Konten Evergreen (konten hijau)?


Menulis konten evergreen pada dasarnya tidak mudah, karena konten jenis ini ditulis berdasarkan topik yang tidak akan ada matinya alias abadi atau tidak akan kadaluwarsa.

Dilihat dari berbagai sudut pandang, konten ini termasuk yang paling bernilai dan merupakan investasi yang layak bagi sebuah website.

Minimal Anda harus menguasai dasar-dasar dari setiap materi yang akan ditulis. Karena faktor inilah yang bisa mengangkat otoritas branding dan membuka peluang bagi sebuah website dengan basic kualitas konten yang kuat. Hasilnya adalah artikel yang ramah SEO.

Berbeda dengan postingan blog berita terbaru atau trending topik, konten hijau secara teoritis tidak pernah ditinggalkan pembacanya.

Dalam pemasaran konten, selama bertahun-tahun konten jenis inilah yang mampu mengatrol trafik bahkan terus diburu oleh para pencari info. Meski pada awalnya tidak membawa lonjakan trafik yang dramatis, namun konten evergreen akan terus menyerap lalu lintas dari pencarian organik.

Tips Membuat Konten Evergreen

Tips Membuat Konten Evergreen Bermutu Tinggi


Sangat sedikit blogger yang menyadari nilai penting sebuah konten evergreen. Bahkan persentasenya masih sangat kecil.

Maklum saja, karena motivasi blogging dari para pemilik blog yang umumnya ingin mempublikasikan artikel ‘sold out’. Terlebih untuk membuat konten hijau yang berkualitas tinggi, Anda harus siap menginvestasikan waktu, tenaga, pikiran bahkan mungkin juga uang.

Agar konten evergreen bisa efektif dan cepat menarik banyak pengunjung, berikut tips yang perlu Anda ketahui.

1. Pilih Topik dan Niche yang Tepat

Saat pilihan sudah dijatuhkan pada konten hijau, hal yang paling sulit adalah mengasah insting dan intuisi untuk memilih topik dari niche yang paling sesuai dengan tujuan dan keahlian Anda.

Ada berbagai jenis topik dari konten hijau, berikut ini yang paling populer dan sering kita temui :

How to Article (Artikel Panduan/Tutorial/Cara)

Berbicara konten evergreen, postingan “how-to” adalah bentuk yang paling sering kita jumpai (paling populer). Bahkan, artikel yang sedang Anda baca ini termasuk diantaranya. Maaf, bukannya bermaksud menyanjung artikel sendiri.

Informasi yang ada dalam artikel ini kemungkinan akan ditindaklanjuti sebagai solusi bernilai hingga tahun-tahun mendatang.

Artikel ‘how-to’ sifatnya sangat fleksibel sehingga dapat di terapkan dengan berbagai cara.

Contoh :
  • Tahap Membuat Blog agar Siap Pakai
  • Metode agar Blog Cepat Terindeks Google

List Content (Artikel Daftar)

Jika Anda melihat postingan di media sosial, akan banyak dijumpai beberapa tulisan yang melibatkan “list article” (artikel berbentuk daftar). Orang-orang menyukai posting jenis ini karena sifatnya yang ‘relatable’.

Para pemasar konten umumnya gemar mempublikasikan artikel jenis ini karena akan tetap relevan tanpa perlu disentuh selama bertahun-tahun.

Contoh :
  • 7 Kisah Sosial Media Paling Sukses di Internet
  • 10 Tipe dan Karakter Blogger yang Wajib Anda Tahu

Question Content (Artikel Kuis)

Hampir sama dengan ‘list content’, pada jenis ini judul artikel bisa dimodifikasi menjadi sebuah pertanyaan dan isi artikel sebagai kunci jawabannya.

Tak dipungkiri lagi, banyak orang suka dengan kuis. Lewat ‘question article’, si author mengajak pembaca untuk terlibat langsung. Ini termasuk personalisasi konten evergreen interaktif.

Banyak merek-merek ternama sering menggunakan kuis untuk membantu pelanggan potensial mereka dalam membuat keputusan membeli. Sebagai contoh, sebuah dealer mobil bisa saja menyebar kuis dengan tujuan membantu pembeli menemukan kendaraan terbaik yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Artikel Tahunan

Saat mendekati akhir 2015 dan awal 2016, para pelaku industri pemasaran konten mulai giat menerbitkan "posting tahunan" sesuai bidang bisnis yang mereka geluti.

Untuk blogger topik blogging, ada yang mengulas prediksi SEO, seperti yang sempat saya publikasikan beberapa waktu yang lalu.

Blogger dengan niche otomototif banyak yang memuat artikel tentang model kendaraan terbaru di tahun 2016.

Intinya, setiap tahun, mereka akan merilis update artikel yang sama untuk membuat seri berkelanjutan dari artikel tahun sebelumnya.

Contoh :
  • Prediksi SEO di Tahun 2016 Langsung dari Ahlinya
Sebenarnya masih ada selusin jenis konten evergreen lainnya, tetapi 4 jenis di atas saya anggap yang paling sering kita jumpai.

Kini semua tergantung pada apa yang telah dicapai melalui strategi konten Anda, salah satu jenisnya mungkin bisa jadi yang paling berharga bagi Anda.

2. Prioritaskan Artikel Panjang

Dalam sebuah lanskap internet di mana artikel singkat di media sosial dianggap sebagai sesuatu yang lumrah, namun konten pilar (artikel long form) adalah pengecualian.

Muatan kata yang padat dan panjang pada sebuah artikel memungkinkan Anda untuk menguraikan subjek, memasukkan kata kunci yang lebih natural, dan membangun konten Anda sesuai dengan topik pembahasannya.

Namun perlu diingat, artikel panjang belum tentu berkualitas. Menggunakan bahasa berlebihan hanya demi memperluas panjang artikel bukan cara yang bijak.

Tak perlu kata basa basi jika ingin menyampaikan maksud tulisan Anda.

Konten bentuk panjang yang berkualitas harus menjadi target utama Anda saat membuat konten evergreen.

3. Menulis untuk Khalayak Umum

Konten Evergreen biasanya dirancang untuk menjangkau pembaca. Jangan menulis dengan menyisipkan istilah bahasa yang terlalu rumit.

Gunakan istilah yang awam, contoh-contoh konkret, dan bidang studi yang relatable.

Jika Anda ingin menulis konten padat sebagai topik-topik lanjutan, buatlah ‘whitepaper’ untuk dibagikan pada target pembaca yang khusus.

Namun, jika tujuan Anda adalah menciptakan sesuatu untuk dibaca oleh khalayak umum, rancang tulisan Anda agar lebih merakyat.

4. Mengembangkan Strategi ‘Akuisisi Traffic

Konten evergreen berkualitas tinggi akan sia-sia jika tanpa pembaca. Bagaimana teknik Anda mengarahkan lalu lintas ke konten terbaik, levelnya akan sama pentingnya dengan isi dari konten itu sendiri.

Dalam hal trafik, konten evergreen memang tidak selalu memberikan hentakan tiba-tiba. Konten ini dibangun sebagai proyek jangka panjang dalam statistik lalu lintas organik yang stabil.

Selain SEO, Anda perlu strategi untuk menarik pembaca secara konsisten seperti re-share di Twitter menggunakan alat seperti BulkBuffer.

Kesimpulan


Sementara banyak blogger yang kesulitan membuat konten hijau dengan berbagai alasan, faktanya menulis konten evergreen berkualitas yang mampu bertahan untuk beberapa tahun ke depan sebenarnya tidaklah terlalu sulit.

Anda hanya perlu strategi dan konsistensi.

Seiring waktu, Anda akan mulai melihat pertumbuhan eksponensial sebuah  konten hijau yang mampu menyerap pengunjung organik ke situs Anda.

Karena dalam kenyataannya, blog yang baru berkembang sebagian besar sumber trafiknya 20% hanya berasal dari postingan.

Semoga bermanfaat. SAY NO TO COPY PASTE. Wassalam.

____________________________________ ARTIKEL TERKAIT ____________________________________

6 komentar:

  1. Konten evergreen sama juga dengan konten abadi ya mas, walaupun sudah dibuat lama namun konten jenis ini akan tetap mendatangkan fisitor, beda dengan konten musiman yang hanya buming sesaat aja ya mas. Makasih mas penjelasanya gamblang sekali.

    BalasHapus
    Balasan
    1. opini mas isrofi benar, memang seperti itu hakekat konten evergreen,.semoga bisa bermanfaat.

      terima kasih atas kunjungannya..salam blogger

      Hapus
  2. kirain kontennya berwarna hijau mas,, hehe. jadi lebih everlasting

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo kontennya berwarna hijau, takut di makan kambing donk,.

      ha ha ha ..happy blogging

      Hapus
  3. Memang benar mas, konten Evergreen memang sebuah aset untuk masa depan blog. Saya bisa merasakan itu, disaat konten saya yang tending topik sudah sepi ternyata konten Evergreen tetap bersinar. Trimakasih artikelnya sangat membantu. Salam blogwalking

    BalasHapus
    Balasan
    1. konten hijau ibarat modal awal kita dalam ngeblog buat dapetin trafik, meskipun ngga terlalu gede, yg penting stabil biar blog ngga sepi2 amat...
      thanks mas firman atas kontribusinya..salam blogwalking juga

      Hapus

Setiap komentar yang diterbitkan, saya pastikan blognya sudah saya kunjungi balik, dengan atau tanpa komentar yang saya sertakan.

Terima kasih atas kunjungannya. Wassalam