10 Larangan 'Hangouts' di Sosial Media, Jangan di Langgar

Ditulis oleh: Maseteguh Blog Must Teguh Updated at : 8:13 AM
2 comments
Sosial media merupakan tempat berkumpul nya orang-orang dengan karakter, latar pendidikan, background sosial, serta motivasi bisnis yang berbeda-beda.

Melalui add, mention, follow, dan tag akan memudahkan seseorang untuk mengenal lebih dekat personality dari teman baru mereka. Cukup dengan sekali klik, kita bisa melihat lebih jauh tentang profil teman atau grup.

Tapi tahukah Anda, ada semacam hukum tak tertulis tentang hal-hal yang harus di hindari saat kita ngobrol ngalor ngidul alias ‘hangouts’ di media sosial. Meski sifatnya tidak mengikat, namun sanksi nya bisa sangat merugikan bagi bisnis serta reputasi Anda.

Larangan Saat Hangout di SosMed


Berikut ini akan saya coba kupas satu persatu tentang 10 larangan yang harus Anda hindari saat sedang ‘hangouts’ di Facebook, Twitter atau jejaring sosial lain nya. Silahkan Anda simak baik-baik.

larangan saat hangout di sosial media

1. Jangan sok tahu

Sok tahu identik dengan kesombongan dan arogansi. Nggak peduli di dunia maya atau dunia nyata, yang pasti tak ada tempat untuk orang sombong.

Sering kita temui diskusi pada group di Facebook atau komunitas Google+ dimana banyak member yang bertanya atau sekedar meminta pendapat seputar konten artikel mereka.

Tulislah komentar yang baik dan bersahabat. Jika ingin mengkritik, sampaikan dengan cara yang konstruktif.

Jangan beropini yang berlebihan. Hindari komentar yang terkesan menggurui apalagi merasa sok paling benar. Ini justru akan memancing reaksi kejengkelan dari member yang lain. Efeknya sangat tidak menguntungkan untuk kredibilitas Anda.


2. Jangan curhat masalah pekerjaan

Jika Anda seorang karyawan yang aktif di situs Facebook, atau rajin berkicau di Twitter, jangan sekali-kali menumpahkan uneg-uneg tentang pekerjaan Anda.

Misalnya kebiasan bos Anda yang sering uring-uringan nggak jelas, atau hadirnya karyawan baru yang menyebalkan, dan problematika lainnya.

Hal ini bisa sangat beresiko. Atasan atau rekan kerja mungkin saja akan membacanya. Secara tidak langsung, mereka akan tahu sisi lain dari kepribadian negatif Anda.

Akibatnya hal itu itu bisa menjadi bahan olok-olok di lingkungan kerja. Jika curhat Anda terlalu ekstrim, mungkin saja jabatan Anda jadi taruhannya.

3. Saat cuti, jangan posting foto liburan

Cuti memang cara terbaik untuk lepas dari rutinitas kerja. Liburan adalah pilihan yang masuk akal untuk mengisi waktu luang tersebut. Bisa ke pantai, wisata alam, atau sekedar jalan-jalan ke mal.

Saat di tempat tujuan wisata liburan Anda, ritual potret memotret tentu tak akan di lewatkan. Tapi ingat, jangan upload foto tersebut ke profil media sosial Anda. Banyak mata-mata yang mengintai setiap update yang Anda lakukan. Mungkin teman sekerja atau bisa jadi malah atasan kita.

Foto yang Anda posting bisa menimbulkan kecemburuan. Mereka berpikir, disaat yang lain sibuk bekerja, Anda malah bersantai ria menikmati liburan.

4. Jangan menghina orang

Setiap orang punya hak untuk marah. Dalam kehidupan nyata, dengan meminta maaf semua kemarahan bisa terhapuskan.

Lain di media sosial, dimana orang berkomunikasi lewat tulisan. Saat menulis update yang bernada menyinggung atau menghina orang lain, ini bisa memancing reaksi kebencian terhadap orang yang menjadi objek tulisan Anda.

Disamping itu, respon timbal balik juga akan Anda rasakan dari teman yang akrab dengan orang yang Anda hina.

Selama pesan yang Anda tulis belum dihapus, reaksi kebencian berantai akan selalu Anda terima.

5. Jangan tag foto orang tanpa izin

Mungkin Anda bermaksud ingin mengumpulkan banyak pendapat tentang sebuah foto yang telah diposting. Namun jika untuk sebuah popularitas, jangan tag foto milik teman atau orang lain tanpa izin. Ini sama dengan melanggar privasi.

Jika foto tersebut bernilai positif mungkin tak akan mengganggu teman atau penghuni yang lain.

Tapi lain cerita jika postingan foto tersebut mengandung unsur asusila atau kekerasan fisik, efeknya ibarat virus yang bisa menyebarkan keburukan bagi pengguna lainnya.

6. Jangan posting foto dengan tema yang sama

Kebiasaan ini sering dilakukan para kaum wanita, khususnya ibu-ibu muda yang baru memiliki ‘baby’. Duh..lucunya.

Saya maklum, bayi memang menggemaskan dan lucu, tapi bukan berarti buah hati kita harus jadi konsumsi publik. Untuk itu, tolong jangan posting setiap hari foto anak Anda dengan pose dan tema yang sama.

Untuk postingan pertama mungkin banyak yang akan memberi apresiasi. Namun jika sampai kesekian kalinya Anda tetap menampilkan postingan foto yang hampir sama, saya jamin mereka akan melupakan Anda.

Dan satu lagi, hindari posting foto tel**jang anak Anda.

7. Jangan selalu ‘check-in’ saat keluar rumah

Media sosial layaknya zat adiktif yang bikin orang kecanduan. Kita seperti di tuntut untuk selalu meng-update status dimanapun posisi kita berada.

lagi di Paris nih, memandang Menara Eiffel…cekrek” upload. Selang 15 menit, “nongkrong di cafĂ© bareng temen-temen…cekrek” upload.

So what? Di sosial media, tidak ada yang peduli dengan aktivitas Anda sehari-hari, kecuali mungkin teman atau keluarga Anda.

Jadi, tidak harus selalu ‘check-in’ untuk menarik perhatian di sosial media Anda.

8. Jangan terlalu sering posting

Satu kali posting dalam satu hari, itu sudah cukup. Tak perlu berlebihan.

Tidak ada yang benar-benar peduli dengan menu yang Anda makan saat sarapan, di mana Anda minum kopi, apalagi postingan masalah Anda dengan sang pacar.

Jika hal-hal sepele terlalu sering Anda jadikan materi untuk sekedar eksis, orang akan semakin bosan untuk merespon.

9. Jangan posting foto selfies sepanjang hari

Dengan melihat foto profil, orang sudah bisa mengenali Anda. Tak perlu menjadi foto model ‘kagetan’ lewat aksi selfie yang ‘overacting’.

Selfie di depan cermin kamar mandi, meja kantor, saat arisan, di dalam lift, atau di mana pun, intinya kami tidak butuh itu.

Ini serius. Saya dan para pengguna media sosial lainnya tak perlu diingatkan setiap 5 detik tentang alur hidup Anda yang mungkin saja tidak terlalu menarik.

10. Jangan spam

Jika orang ingin tahu tentang update bisnis Anda, mereka lebih menyukai halaman bisnis utama yang Anda kelola. Jangan lakukan spam jika ingin menarik konsumen dari jejaring sosial.

Tampilkan menu pilihan yang jadi andalan Anda. Berikan deskripsi yang jelas agar produk yang Anda tawarkan benar-benar bisa di cerna oleh calon konsumen.

Penutup


Jejaring sosial adalah sarana modern untuk menjaring koneksi baru. Meski Anda memiliki ‘the power of share’, namun bukan jaminan teman atau kolega Anda bakal tertarik.

Anda harus ingat, setidaknya ada 10 larangan tak tertulis di media sosial yang tak boleh Anda langgar.

Untuk itu, selalu pertimbangkan “apakah yang Anda bagikan layak untuk mereka?"


Semoga bermanfaat. SAY NO TO COPY PASTE. Wassalam.

2 komentar:

  1. artikelnya keren-keren kang mas teguh.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. mosok tho kang? bukan orangnya yang keren,..xixixi

      matur suwon

      Hapus

Setiap komentar yang diterbitkan, saya pastikan blognya sudah tak kunjungi balik, dengan atau tanpa komentar yang saya sertakan.

Terima kasih atas kunjungannya. Wassalam