5 Hal Tentang Desain Website yang SEO Friendly - BLOG MUST TEGUH

5 Hal Tentang Desain Website yang SEO Friendly

Ditulis oleh: Maseteguh Blog Must Teguh Updated at : 11:20 PM
2 comments
Membuat sebuah website, hal pertama yang harus dipertimbangkan adalah desain website yang harus bisa bersahabat dengan mesin pencari.

Sebetulnya banyak yang perlu untuk diketahui, tapi di sini ada lima hal penting yang harus Anda tahu tentang desain website yang SEO friendly.

Desain harus Responsif


Untuk blog atau website skala kecil, terutama yang lokal, memiliki peringkat yang bagus di pencarian mobile adalah sangat penting.

Jika ingin mendapat posisi terbaik di hasil pencarian mobile, Anda butuh website yang harus mobile friendly. Desain responsif bisa menjadi jawaban, karena menawarkan tampilan yang serupa dengan desktop, tablet, dan juga smartphone.

Dengan desain responsif, kita tidak perlu lagi membuat beberapa halaman untuk ukuran layar yang berbeda. Template akan menyesuaikan ulang dirinya dengan ukuran layar.

Dalam menjalankan website Anda dapat memilih file template HTML statis atau sistem manajemen konten, keduanya bisa terintegrasi melalui desain responsif.

Sejauh ini, WordPress adalah salah satu sistem manajemen konten yang paling populer yang memungkinkan Anda untuk membuat static website, blog, toko e-commerce, forum, atau apa pun yang ingin Anda jalankan.

WordPress juga telah dihormati sebagai platform terbaik untuk SEO, seperti  yang pernah disampaikan oleh mantan wakil Google, Matt Cutts.

Kombinasi tema responsif dan plugin SEO seperti WordPress SEO oleh Yoast (yang menggunakan SEJ), itu adalah pemenang jitu untuk pencarian.

Desain Website yang SEO  Friendly

Teks sebagai Poin Penting


Meskipun mesin pencari dapat merayapi pada berbagai platform, teks selalu menjadi pilihan terbaik untuk optimisasi pencarian. Inilah sebabnya mengapa semua orang setuju tentang ide pemasaran konten.

Anda perlu konten yang ditulis untuk setiap halaman. Contoh seperti pada deskripsi, meski hanya 150 kata itu lebih baik daripada kosong tanpa teks.

Jika Anda memposting video atau audio masukkan transkripsi berbasis teks pada halaman yang sama.

Juga jangan lupa, teks yang dibutuhkan untuk judul setiap halaman SEO (50 - 60 karakter) dan meta description (150-160 karakter). Kedua elemen ini harus unik dan harus mencakup kata kunci utama frase halaman tersebut agar lebih optimal.

Kesalahan yang umum terjadi adalah menampilkan informasi penting dalam format gambar dibandingkan teks.

Pedoman Webmaster Google secara khusus menyatakan "Cobalah untuk menggunakan teks daripada gambar untuk menampilkan nama, isi, atau link. Google crawler tidak mengenali teks yang terkandung dalam gambar. "

Pastikan URL pada website Anda tersusun seperti ini http://domainAnda.com/contoh-judul-artikel-anda.html. Ini untuk membantu meningkatkan optimisasi kata kunci untuk halaman Anda dan memudahkan pengunjung menerka materi pada halaman ketika mereka melihat link tanpa referensi tambahan.

Gambar harus Dioptimalkan


Ketika menggunakan gambar, optimal kan dengan teks untuk visibilitas pencarian yang lebih baik. Tidak hanya untuk lebih mengoptimalkan halaman untuk frase kata kunci tertentu, tetapi memberikan gambar Anda berpeluang untuk muncul dalam hasil pencarian gambar pada Google Image.

Ada beberapa cara untuk mengoptimalkan gambar Anda dengan teks.

Pertama, ubah nama file gambar dengan memasukkan kata kunci tertentu. Misalnya, sebelum meng-upload gambar pada halaman artikel berjudul “5 Hal tentang Desain Web SEO” ini, saya ubah nama file gambarnya menjadi desain-web-seo.jpg - hal ini untuk menempatkan kata kunci utama halaman dalam nama file gambar.

Berikutnya, menggunakan semua atribut HTML yang ditawarkan untuk memasukkan gambar pada halaman.

Melanjutkan contoh yang sama, atribut html pada gambar menjadi seperti berikut :

<img src = "desain-website-seo-friendly.jpg" alt = "5 Hal tentang Desain Website SEO friendly " title = "5 Hal tentang Desain Website SEO friendly " />

Pada kode HTML di atas, Anda memiliki alt teks, yang akan ditampilkan jika gambar tidak dapat dimuat pada halaman atau jika pengunjung menggunakan pembaca layar. Teks judul akan ditampilkan ketika seseorang menempatkan kursor di atas gambar.

Sebagai tambahan, buat “caption” atau keterangan langsung di bawah gambar yang menjelaskan tentang gambar tersebut. Isilah dengan salah satu frase singkat atau kalimat yang menunjukkan relevansi dengan artikel.

Struktur Navigasi berbasis teks


Aturan langsung dari Pedoman Webmaster Google adalah untuk "Membuat situs dengan hirarki dan teks melalui link yang jelas. Setiap halaman harus dapat dicapai dari setidaknya satu link teks statis."

Mulai pikirkan organisasi website Anda dengan rancangan struktur link yang sesuai. Ini tergantung pada jumlah halaman yang Anda memiliki.

Bisa sederhana jika navigasi pada bar utama hanya menghubungkan lima halaman pada website. Atau bisa rumit saat mulai munculnya kategori, sub kategori dalam setiap halaman.

Untuk tujuan pengalaman pengguna, tak perlu membagi link sampai tiga level. Dengan kata lain, jangan membuat pengunjung pergi dari halaman beranda (home) ke halaman kategori, kemudian sub kategori, dan kemudian sub kategori lain sebelum menemukan informasi yang mereka cari.

Buat navigasi yang steril bagi pengguna, buat link teks sederhana untuk halaman utama di bagian footer. Ini untuk memastikan tidak terjadi pengulangan crawler pencarian (dan pengunjung).

Jangan Lupa Redirect


Jika mendesain ulang website dengan versi baru, pastikan tidak kehilangan apapun dari halaman lama Anda.

Sebagai contoh, halaman di situs lama Anda http://domainAnda.com/halaman-Anda, dan halaman baru http://domainAnda.com/halaman-baru-Anda.

Setelah menghapus halaman lama, visitor yang mengunjungi halaman baru akan menerima error 404. Mereka akan mengatakan halaman tidak ada lagi.

Jika halaman lama memiliki  peringkat baik dalam pencarian untuk kata kunci tertentu, dan crawler pencarian menemukan halaman tidak ada lagi (404), maka halaman lama akan dihapus dari hasil pencarian.

Gunakan 301 untuk memberitahu mesin pencari bahwa URL halaman lama (domainAnda.com/halaman-Anda) sekarang berganti URL halaman baru (domainAnda.com/halaman-baru-Anda). Tujuan nya untuk menjaga lalu lintas dan nilai SEO.

Setiap link ke halaman lama akan dihitung terhadap halaman baru ketika Anda menggunakan 301. Ini akan membantu mempertahankan otoritas domain yang telah dibangun melalui usaha SEO Anda.

Jika memakai WordPress, gunakan plugin Redirection untuk membuat pengalihan. Jika tidak, Anda mungkin perlu menghubungi hosting web atau desainer web untuk membuat file .htaccess di server website Anda.

Format nya akan terlihat seperti ini: “redirect 301 /-halaman /- halaman-baru-Anda

Untuk memastikan adanya pengalihan, bisa di lihat pada Google Search Console. Buka pada laporan “Kesalahan Perayapan”, akan ditampilkan hasil website Anda di kesalahan Not Found (404). Perbaiki dengan mengarahkan ke link baru dengan isi yang serupa.

Kesimpulan


Seperti yang Anda tahu, desain website yang SEO friendly bukan hanya tentang mesin pencari.

Membuat website yang SEO friendly dengan memperhatikan lima hal di atas, juga akan membuat website menjadi human friendly.

Pastikan untuk memahami berbagai cara memperbarui website Anda untuk membuatnya ramah bagi semua orang, mesin pencari dan juga pengunjung, secara simultan.

Semoga bermanfaat. Akhir kata, SAY NO TO COPY PASTE. Wassalam.

____________________________________ ARTIKEL TERKAIT ____________________________________

2 komentar:

  1. Oh begitu mas, trima kasih yah..Hal di atas memang benar sekali tentang website yang SEO friendly

    BalasHapus
    Balasan
    1. silahkan di pahami, kalo bermanfaat silahkan di terapkan

      Hapus

Setiap komentar yang diterbitkan, saya pastikan blognya sudah saya kunjungi balik, dengan atau tanpa komentar yang saya sertakan.

Terima kasih atas kunjungannya. Wassalam