200 Faktor Penentu Peringkat Website di Google (bagian satu) - BLOG MUST TEGUH

200 Faktor Penentu Peringkat Website di Google (bagian satu)

Ditulis oleh: Maseteguh Blog Must Teguh Updated at : 10:19 PM
5 comments
200 faktor penentu peringkat website di Google. Anda mungkin sudah tahu bahwa Google menggunakan sekitar 200 faktor peringkat dalam algoritma mereka. Banyak amat mas? Iya emang.

Lalu apa saja itu mas, boleh kasih tahu? Tenang bray, lewat artikel ini akan Anda ketahui 200 faktor yang mempengaruhi peringkat sebuah website di Google.

Beberapa di antaranya ada yang terbukti, ada juga yang masih kontroversial. Karena seperti kita tahu, faktor penentu peringkat Google, ya hanya Google yang tahu.

Artikel ini bakalan panjang, makanya langsung saja kita simak.

200 Faktor Penentu Peringkat Website di Google


1. Umur domain

Seperti yang di ungkapkan Matt Cutts :

"Perbedaan domain umur 6 bulan dengan domain satu tahun tidak berpengaruh secara signifikan ".

Dengan kata lain, Google menggunakan usia domain sebagai faktor penentu tapi tidak dominan.


2. Keyword pada nama Domain

Kata kunci dalam domain masih bertindak sebagai tanda konektivitas.


3. Keyword sebagai kata pertama pada Domain

Sebuah domain yang dimulai dengan kata kunci target memiliki keunggulan atas website tanpa kata kunci dalam domain mereka.


4. Masa registrasi domain

" domain yang sah sering dibayar selama beberapa tahun di muka, sementara domain yang (tidak sah) jarang digunakan untuk lebih dari satu tahun. Oleh karena itu, tanggal ketika domain berakhir di masa depan dapat digunakan sebagai faktor dalam memprediksi legitimasi dari domain ".


5. Keyword pada nama sub domain

Pada tahun 2011, Moz setuju bahwa kata kunci yang muncul di sub domain dapat membuat naiknya evel situs.


6. Riwayat domain

Website yang terdaftar melalui whois dapat memberitahu Google untuk "reset" riwayat situs, atau meniadakan link yang menunjuk ke domain.

200 Faktor Penentu Peringkat Website di Google (bagian satu)

7. Penyesuaian Domain

EMDs (exact-match domain) masih dapat memberikan keunggulan bagi kualitas sebuah situs. Tetapi jika EMD terjadi dan menjadikan situs berkualitas rendah, hal itu nantinya beresiko terhadap penyesuaian domain.


8. Umum vs Whois Swasta

Informasi private dari WhoIs, bisa menjadi sinyal “ada sesuatu yang di sembunyikan”.


9. Penalti Whois

Jika Google menemukan seseorang dengan aksi spammer, maka penelusuran akan di lakukan terhadap website lain milik si empunya spammer.


10. Ekstensi negara TLD

Memiliki Kode Negara Top Level Domain (.cn, .PT, Ca) membantu peringkat situs untuk negara tertentu, tapi akan membatasi kemampuan sebuah website dalam pemetaan urutan secara universal.


11. Keyword di tag judul

Tag judul adalah bagian kedua paling penting sebuah halaman konten web (selain konten halaman) dan mengirimkan sinyal yang kuat sebagai SEO on-page.


12. Keyword sebagai awalan tag judul

Sesuai informasi dari Moz, tag judul dengan awalan keyword cenderung  lebih baik daripada tag judul dengan keyword menjelang akhir tag.


13. Keyword pada tag deskripsi

Sinyal relevansi lain. Meski tidak terlalu berpengaruh, tapi masih memberikan perbedaan.


14. Keyword pada Tag H1

Tag H1 adalah tag yang akan mengirim sinyal hubungan lain untuk Google.


15. Keyword yang Paling Sering Digunakan sebagai Frase dalam Artikel

Memiliki keyword yang muncul lebih dari sekali, kemungkinan lain sebagai sinyal koneksi.


16. Konten panjang

Konten panjang, mencakup lebih luas di bandingkan artikel dangkal atau pendek. SERPIQ menemukan bahwa panjang konten berpengaruh langsung dengan posisi SERP.


17. Keyword Density

Google masih menggunakan solid keyword untuk menentukan topik sebuah halaman website. Tapi, jika terlalu berlebihan dapat merugikan Anda.


18. LSI (Laten Semantic Indexing) Keyword pada konten

LSI keyword membantu search engine dalam menyaring spesifikasi kata tertentu dengan lebih dari satu makna.


19. LSI Kata kunci dalam Tag Judul dan Tag Deskripsi

Konten halaman web, keyword LSI di halaman meta tag mungkin mempermudah Google membedakan antara persamaan kata. Mungkin juga bertindak sebagai tanda sebuah hubungan.


20. Kecepatan Muat Halaman melalui HTML

Google,Bingdan beberapa mesin pencari lainnya, memakai speed loading sebagai faktor tingkatan. Spider dari sarch engine dapat mengkalkulasi kecepatan website Anda secara teat berdasarkan kode pada halaman dan ukuran file.


21. Duplikasi Konten

Konten yang sama pada blog yang sama (bahkan sedikit di modifikasi) bisa berdampak negatif dalam mempengaruhi visibilitas pada pencarian.


22. Rel=Canonical

Jika di terpkan dengan semestinya, tag ini dapat mengantisipasi agar Google mempertimbangkan terhadap duplikasi isi pada situs .


23. Kecepatan Muat Halaman dengan Google Chrome

Google memakai data user pada Chrome untuk memperoleh pedoman terbaik pada waktu loading halaman karena ini berkaitan dengan kecepatan akun server, pemakaian CDN dan sinyal fast loading sebuah website yang berhubungan dengan non HTML lainnya.


24. Mengoptimalkan gambar

Image pada halaman mengirim sinyal relevansi penting pada mesin pencari melalui nama file, alt+teks, title, deskripsi dan keterangan.


25. Update Konten Terbaru

Menanggapi urgenitas faktor ini, Google memeriksa tanggal dari pembaruan terakhir untuk halaman tertentu.


26. Kuantitas Pembaruan Konten

Pentingnya pembaruan merupakan faktor kesegaran situs. Update dengan menambah atau mengurangi seluruh bagian lebih bermanfat daripada urutan beberapa kata saja.


27. Riwayat Pembaruan Update Halaman

Berapa kali halaman telah diperbarui dari waktu ke waktu? Harian, mingguan, setiap 5-tahun? Tingkat kseingan pembaruan halaman juga berperan dalam me-refresh situs.


28. Keyword Prominence

Memiliki kata kunci yang muncul pada 50 - 100 kata pertama dari konten halaman tampaknya menjadi sinyal hubungan yang signifikan.


29. Keyword di Tag H2, H3

Memiliki keyword yang muncul sebagai format sub pos di H2 atau H3 kemungkinan sebagai sinyal lemah relevansi yang lain.


30. Muatan kata pada keyword

Kata kunci pencari dalam konten halaman yang sama umumnya akan memberikan peringkat lebih baik dari pada keyword yang sama dalam urutan yang berlainan. Sebagai contoh: Kata kunci pencarian untuk "teknik berlari". Halaman di optimal kan untuk "teknik berlari" peringkat frase akan lebih baik dari halaman yang di optimal kan untuk "teknik berlari dengan cepat". Ini adalah ilustrasi yang baik tentang mengapa penelitian kata kunci benar-benar penting.


31. Kualitas Outbound link

Banyak SEO berpikir bahwa menghubungkan ke situs otoritas membantu mengirimkan sinyal kepercayaan ke Google.


32. Tema Outbound link

Menurut Moz, mesin pencari dapat menggunakan isi dari link halaman Anda sebagai sinyal relevansi. Misalnya, jika Anda memiliki link halaman tentang mobil yang di link ke halaman terkait tentang film, ini mungkin memberitahu Google bahwa halaman Anda adalah tentang film “Cars”, bukan mobil.


33. Tata bahasa dan ejaan

Tata bahasa dan ejaan yang benar adalah sinyal kualitas konten, meskipun Matt Cutts memberi pesan yang membingungkan pada tahun 2011, apakah hal ini berpengaruh atau tidak.


34. Konten sindikasi

Apakah konten pada halaman anda original? Jika itu disalin dari halaman indeks maka tidak tercatat sebagai peringkat murni atau hanya akan berakhir di Indeks Tambahan.


35. Konten Tambahan yang Bermanfaat

Menurut Dokumen Pedoman Peringkat Google, peran konten tambahan adalah sebagai indikator kualitas suatu halaman (peringkat Google). Contohnya termasuk konverter mata uang, penghitungan bunga kredit dan resep interaktif.


36. Jumlah Outbound Link

Terlalu banyak outbond links dofollow bisa mengakibatkan "kebocoran" bagi PageRank, yang dapat mengikis peringkat halaman.


37. Multimedia

Gambar, video dan elemen multimedia lainnya dapat bertindak sebagai sinyal kualitas konten.


38. Jumlah Internal Link yang merujuk ke Halaman

Jumlah internal link menunjukkan pentingnya hubungan antar halaman lain pada situs.


39. Kualitas Internal Link pada Halaman

Link internal dari halaman otoritatif pada domain memiliki efek kuat dari atau tanpa PR rendah.


40. Link rusak

Memiliki terlalu banyak link rusak pada halaman merupakan tanda dari sebuah situs yang diabaikan atau ditinggalkan. Dokumen Pedoman Peringkat Google menggunakan link yang rusak sebagai salah satu alat untuk menilai kualitas sebuah homepage.


41. Reading level

Tidak ada keraguan bahwa Google memperkirakan tingkat baca dari pengunjung pada halaman Web. Beberapa mengatakan bahwa tingkat dasar membaca akan membantu peringkat halaman Anda, karena akan menarik massa. Namun, tingkat membaca juga salah satu faktor yang memisahkan situs berkualitas pada materi konten nya.


42. Link Afiliasi

Link Afiliasi sendiri mungkin tidak akan mempengaruhi peringkat Anda. Tapi jika Anda memiliki terlalu banyak, algoritma Google akan lebih memperhatikan sinyal kualitas lain yang terdekat untuk memastikan Anda bukan "situs afiliasi ".


43. Kesalahan HTML / validasi W3C

Banyaknya kesalahan HTML atau kecerobohan coding mungkin merupakan tanda dari situs yang berkualitas buruk. Hal ini masih kontroversial, banyak ahli SEO berpikir bahwa validasi WC3 adalah kualitas sinyal yang lemah.


44. Otoritas Domain Halaman Host

Halaman pada domain otoritatif akan lebih tinggi dari pada halaman domain dengan otoritas yang rendah.


45. Pagerank halaman

Korelasi yang tidak sempurna. Tapi secara umum halaman PR lebih tinggi cenderung lebih baik peringkat nya dari halaman PR rendah.


46. URL Panjang

Search Engine Journal mencatat bahwa URL panjang dan berlebihan mungkin mengurangi visibilitas pencarian.


47. Jalur URL

Halaman dekat ke homepage mungkin mendapatkan dorongan otoritas yang sedikit.


48. Editor Manusia

Meskipun tidak pernah dikonfirmasi, Google telah mengajukan paten untuk sistem yang memungkinkan editor manusia untuk mempengaruhi SERPs.


49. Halaman Kategori

Kategori halaman muncul pada sinyal relevansi. Halaman yang terkait erat dengan kategori harus mendapatkan dorongan relevansi dibandingkan dengan halaman yang tidak berhubungan atau kurang terkait.


50. Tag WordPress

Tag WordPress adalah sinyal relevansi yang spesifik. Menurut Yoast.com:

"Satu-satunya cara meningkatkan SEO Anda adalah dengan menghubungkan satu bagian dari konten lain, atau lebih khusus mengelompokkan postingan satu sama lain"


51. Keyword di URL

Termasuk sinyal relevansi penting lain.


52. URL String

Kategori dalam string URL dibaca oleh Google dan dapat memberikan sinyal tematik yang menerangkan tentang materi pada halaman.


53. Sumber dan referensi

Mengutip referensi dan sumber-sumber, mungkin tanda sebuah kualitas. Pedoman Mutu Google menyatakan bahwa pengulas harus memantau ‘out source’ halaman.

Namun, Google telah membantah bahwa mereka menggunakan link eksternal sebagai sinyal peringkat.


54. Bullet dan Daftar Nomor

Bullet dan Number list membantu memecah konten Anda untuk pembaca, membuat mereka lebih user friendly. Kemungkinan Google setuju dan mungkin lebih puas dengan bullet dan nomor.


55. Prioritas Halaman di Sitemap

Prioritas halaman diberikan melalui file sitemap.xml yang dapat mempengaruhi peringkat.


56. Terlalu Banyak Outbound Link

Sesuai dengan dokumen penilai Kualitas:

"Beberapa halaman memiliki cara. Terlalu banyak link akan menutupi halaman dan mengganggu Konten Utama".


57. Jumlah Kata Kunci Lain pada Peringkat Halaman

Peringkat halaman untuk beberapa kata kunci lain mungkin memberikan Google tanda internal yang berkualitas.


58. Umur halaman

Meskipun Google lebih suka konten segar, halaman yang lebih tua yang secara teratur diperbarui dapat mengungguli halaman baru.


59. Tata Letak yang User Friendly

Mengutip Panduan Kualitas Google:

"Tata letak halaman di halaman kualitas tertinggi membuat Konten Utama segera terlihat"


60. Domain terparkir

Pembaruan Google pada bulan Desember 2011 mengalami penurunan visibilitas dalam pencarian domain terparkir.


61. Isi yang bermanfaat

Google dapat membedakan antara "kualitas" dan konten "berguna".


62. Konten Unik dan berwawasan

Google telah menyatakan akan memburu situs yang tidak membawa sesuatu yang baru atau tidak berguna untuk pembaca, terutama situs afiliasi.


63. Halaman Contact Us

Dokumen Panduan Kualitas Google menyatakan bahwa mereka lebih memilih situs dengan "jumlah yang tepat dari informasi kontak". Terutama jika informasi kontak Anda sesuai informasi Whois Anda.


64. Domain Terpercaya

Kepercayaan situs - diukur dengan berapa banyak link situs Anda menyebar. Situs yang sangat-dipercaya adalah cikal bakal faktor penting dari peringkat massal.


65. Arsitektur situs

Penempatan sebuah arsitektur situs yang baik (terutama struktur silo) secara tematis akan membantu Google dalam mengatur konten Anda.


66. Update situs

Seberapa sering situs diperbarui - dan terutama ketika konten baru ditambahkan ke situs - merupakan faktor terpenting kesegaran situs.


67. Jumlah Halaman

Kurangnya jumlah halaman yang dimiliki situs adalah tanda lemahnya otoritas. Setidaknya situs yang besar membantu membedakannya dari situs afiliasi terkecil.


68. Kehadiran Sitemap

Sebuah sitemap membantu indeks mesin pencari menemukan halaman Anda lebih mudah dan lebih teliti, serta meningkatkan visibilitas.


69. Situs Uptime

Banyaknya kasus downtime dari penyedia situs atau masalah server mungkin mengurangi peringkat Anda (dan bahkan dapat mengakibatkan deindexing jika tidak diperbaiki).


70. Lokasi server

Lokasi Server dapat mempengaruhi peringkat situs anda di wilayah geografis yang berbeda. Terutama untuk pencarian-geo spesifik.


71. SSL Certificate

Google telah mengonfirmasi bahwa sertifikat SSL dan indeks https mereka gunakan sebagai sinyal peringkat.


72. Halaman Terms of Services dan Privacy Policy

Kedua halaman tersebut membantu memberitahu Google bahwa situs tersebut adalah anggota di internet yang terpercaya.


73. Duplikat Meta Informasi pada situs

Menggandakan informasi meta di situs Anda dapat menurunkan semua visibilitas halaman Anda di mesin pencarian.


74. Breadcrumb Navigation

Ini adalah navigasi yang user-friendly.  Termasuk bentuk arsitektur situs yang membantu pengguna (dan mesin pencari) agar tahu di mana mereka berada di situs.


75.Optimasi Mobile

Sikap resmi Google yang menyarankan untuk membuat situs agar lebih responsif. Situs responsif kemungkinan mendapatkan tempat dalam pencarian dari perangkat mobile.

Bahkan, sekarang menambahkan tag "situs ramah mobile" agar situs bisa tampil pada perangkat mobile. Google juga menghukum situs di pencarian mobile yang tidak mobile friendly.


76. YouTube

Tidak ada keraguan bahwa video YouTube diberikan perlakuan istimewa di SERPs (mungkin karena milik Google).

Bahkan, Search Engine Land menemukan bahwa lalu lintas YouTube.com meningkat secara signifikan setelah Google Panda.


77. Site Usability

Situs yang memiliki navigasi yang buruk dapat menaikkan bounce rate, hal ini bisa mempengaruhi peringkat. Ini mungkin merupakan faktor algoritmik independen yang diperoleh dari sejumlah besar data pengguna.


78. Gunakan Google Analytics dan Google Webmaster Tools

Memiliki kedua program yang di instal pada situs Anda dapat meningkatkan pengindeks-an halaman. Mereka juga dapat langsung mempengaruhi peringkat dengan memberikan Google lebih banyak data untuk bekerja.


79. Ulasan Pengguna / Reputasi Situs

Sebuah situs yang ada di situs review seperti Yelp.com dan RipOffReport.com mungkin memainkan peran penting dalam algoritma.


80. Menautkan Domain Berumur

Backlink dari domain berumur mungkin lebih kuat daripada domain baru.


81. Hashtag dari Linking Akar Domain

Jumlah domain rujukan adalah salah satu faktor peringkat paling penting dalam algoritma Google.


82. Hashtag dari Link terpisah IPs C-Class

Link dari alamat IP kelas c yang terpisah menunjukkan luasnya lebih luas dari situs yang terhubung ke Anda.


83. Hashtag dari Linking Halaman

Jumlah halaman yang terhubung- bahkan jika beberapa diantaranya berada di domain yang sama - adalah faktor peringkat.


84. Alt Tag (untuk Gambar Links)

Teks Alt adalah versi gambar dari anchor teks.


85. Link dari domain .edu atau .gov

Matt Cutts menyatakan bahwa TLD bukan faktor pentingnya sebuah situs. Namun, itu tidak menghentikan SEO dari pemikiran bahwa ada tempat khusus di algo untuk .gov dan .edu TLDs.


86. Otoritas Linking Halaman

Otoritas (PageRank) yang mengacu dari halaman merupakan faktor peringkat yang sangat penting.


87. Otoritas Linking Domain

Kewenangan yang merujuk ke sebuah domain mungkin memainkan peran independen dalam pentingnya sebuah link.


88. Link Kompetitor

Link dari halaman lain peringkat dalam SERP yang sama mungkin lebih berharga bagi peringkat halaman untuk kata kunci tertentu.


89. Halaman yang di share pada media sosial

Jumlah tingkat halaman yang di bagikan lewat media sosial dapat mempengaruhi nilai link.


90. Link dari Sumber yang Buruk

Link dari "sumber yang buruk" dapat menyakiti situs Anda.


91. Guest Posts

Meskipun postingan tamu dapat menjadi bagian dari kampanye SEO white-hat, sponsor yang datang dari posting tamu - terutama di area biografi penulis - mungkin tidak berharga sebagai link kontekstual pada halaman yang sama.


92. Link ke Domain Homepage pada Halaman utama

Link yang mengacu ke halaman homepage mungkin memainkan peran penting dalam mengevaluasi sebuah link situs – itulah link yang berbobot.


93. Link Nofollow

Salah satu topik yang paling kontroversial di SEO. Pernyataan resmi Google tentang masalah ini adalah:

"Secara umum, kita tidak mengikuti mereka."

Link nofollow juga dapat menunjukkan profil Link wajar versus alami.


94. Jenis Link yang Beragam

Jumlah persentase link yang tidak wajar yang  berasal dari satu sumber mungkin merupakan tanda dari webspam (yaitu profil forum, komentar blog). Di sisi lain, link dari berbagai sumber adalah tanda dari profil link alami.


95. "Pesan Sponsor" atau kata lain yang menyertai link

Kata-kata seperti "sponsor", "link teman" dan "link sponsor" dapat menurunkan nilai link.


96. Link kontekstual

Link yang tertanam di dalam konten halaman dianggap lebih kuat daripada link pada halaman kosong atau ditemukan di tempat lain pada halaman.

Sebuah contoh yang baik dari link kontekstual adalah backlink dari guestographics.


97. Redirect berlebihan ke Halaman 301

Menurut video pada Bantuan Webmaster, link yang berasal dari 301, beberapa atau bahkan semuanya memiliki PR yang tidak solid.


98. Anchor text backlink

Sebagaimana dicatat dalam uraian ini, algoritma asli Google:

"Pertama, anchor sering memberikan deskripsi yang lebih akurat dari halaman web dari halaman sendiri."

Jelas, anchor teks dari awal di anggap kurang penting (ada indikasi sinyal webspam). Tapi anchor teks masih mengirimkan sinyal relevansi yang kuat meski dalam dosis kecil.


99. Anchor Text pada Internal Link

Anchor teks internal link adalah sinyal relevansi lain, meskipun mungkin beratnya berbeda dari anchor text backlink.


100. Atribusi pada judul link

Judul link (teks yang muncul pada link) juga digunakan sebagai sinyal relevansi meski lemah.


Seperti di kutip dari sumbernya

backlinko.com -- Brian Dean

Bersambung ke BAGIAN DUA  .....

____________________________________ ARTIKEL TERKAIT ____________________________________

5 komentar:

  1. " domain yang sah sering dibayar selama beberapa tahun di muka, sementara domain yang (tidak sah) jarang digunakan untuk lebih dari satu tahun. Oleh karena itu, tanggal ketika domain berakhir di masa depan dapat digunakan sebagai faktor dalam memprediksi legitimasi dari domain

    Maksunya masa sewa domain kita misalnya 1 tahun berbeda dengan web dengan domain 5 tahun dalam penilaiannya atau bagaimana itu Gan ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. maksudnya bukan itu gan..

      domain yg sah adalah domain TLD berbayar, sdangkan yg tidak sah maksudnya domain TLD yg gratisan (seperti di freenom), karena domain yg tidak sah (TLD gratisan) tidak ada yg bisa di perpanjang, umumnya hanya berumur satu tahun,..

      oleh karena itu TLD berbayar lebih punya legitimasi di mata Google, karna bisa di perpanjang hingga batas waktu sesuai minat si pemilik blog,..

      begitu gan kira2 maksudnya,..

      Hapus
  2. oke gan saya sudah memahami maksud dari isi artikel tentang "domain yang sah sering dibayar selama beberapa tahun di muka, sementara domain yang (tidak sah) jarang digunakan untuk lebih dari satu tahun"

    BalasHapus
  3. mas maksud nya ini apa ya "29. Keyword di Tag H2, H3

    Memiliki keyword yang muncul sebagai format sub pos di H2 atau H3 kemungkinan sebagai sinyal lemah relevansi yang lain." saya masih bingung, apakah di H2 dan H3 tidak boleh ada keyword? atau disarankan untuk ada KW?

    BalasHapus
    Balasan
    1. dalam proses perayapan,..tag H2 atau H3 fungsinya sebagai pelapis atau pendukung tag H1,..jadi semisal robot tidak ketemu semantik di tag H1 untuk sebuah query pencarian,..bot akan mengambilnya dari tag H2, makanya disebut sinyal lemah, karena posisinya hanya sebagai keyword cadangan,.

      jadi bukan berarti tak boleh ada keyword, malah justru dianjurkan,..kira2 begitu mas Burhan.

      jadi jelas ya...

      Hapus

Setiap komentar yang diterbitkan, saya pastikan blognya sudah saya kunjungi balik, dengan atau tanpa komentar yang saya sertakan.

Terima kasih atas kunjungannya. Wassalam