Internal Link Jangan Di Sepelekan, Please

Ditulis oleh: Maseteguh Blog Must Teguh Updated at : 11:42 PM
5 comments
Internal link jangan disepelekan. Link adalah tautan antar halaman pada web. Ada dua jenis link yang sering muncul dalam sebuah artikel pada blog yaitu internal link dan eksternal link.

Dalam artikel, biasanya link ditandai dengan warna berbeda dengan kata lainnya. Tapi kadang ada juga blogger yang lebih suka menyamarkannya. Saat cursor mengarah ke anchor teks pada link tersebut, barulah dia berubah warna.

Link yang diklik, jika mengarah ke halaman web dari blog itu sendiri, itu namanya internal link. Kalo menuju ke halaman blog lain, kita sering menyebutnya eksternal link.

Itulah sedikit penjelasan tentang link. Bisa dipahami? Moga aja bisa…lanjut.

Sebenarnya antara internal atau pun eksternal link, keduanya punya peran penting untuk sebuah blog.

Entah kenapa kali ini saya lebih suka mengulas tentang internal link. Untuk eksternal link, mungkin akan saya bahas lain waktu.

Internal Link Jangan Di Sepelekan, Please

Fungsi Internal Link


Sering kita temui artikel dengan link yang bertebaran di dalamnya. Tentunya tidak sembarangan seorang blogger memasang link dalam sebuah postingan. Ada fungsi dan tujuannya.

Berikut ini fungsi sebuah internal link dalam sebuah artikel blog.

1. Sebagai navigasi bagi pengunjung

Banyak cara yang bisa ditempuh agar pengunjung betah berlama-lama di blog kita. Salah satunya melalui navigasi yang mudah dengan memanfaatkan internal link.

Kita tidak akan tahu, kapan pengunjung mulai bosan. Entah karena artikel kepanjangan atau terlalu banyak kalimat tak efektif (moga aja artikel ini tidak termasuk). Kehadiran internal link bisa mengobati kejenuhan pembaca lewat sodoran anchor text yang mengarah ke judul artikel kita yang lain.

2. Membangun kekuatan SERP (Search Engine Result Page)

Dalam dunia internet, link adalah mata rantai. Satu buah artikel adalah satu mata rantai. Bayangkan jika artikel miskin internal link. Terlihat lebih mirip sebuah rantai yang berceceran tanpa ada ikatan.

Tugas Anda lah untuk menyatukan antara mata rantai satu dengan yang lainnya agar terjalin ikatan yang utuh dan kuat.

Blog dengan rangkaian link yang kokoh, dipercaya mampu membangun kekuatan di SERP's. Alasan nya kenapa? Maaf, terlalu panjang untuk di jelaskan. (bukan ngeles lho bro)

3. Promosi kecil-kecilan

Internal link bisa juga disebut ‘ajang’ promosi kecil-kecilan untuk artikel Anda yang lain.

Manfaatkan celah ini untuk mendongkrak trafik. Jangan sampai ada artikel yang merasa dianaktirikan karena trafiknya masih rendah. Asalkan masih satu topik, tempatkan dia pada artikel yang paling banyak dilihat pembaca.

4. Memperkecil bounce rate

Nah, ini penting. Jika tak ada internal link, selesai membaca pengunjung akan segera pergi karena tak ada lagi pilihan menarik yang harusnya bisa mereka baca.

Ini yang bikin bounce rate makin nambah. Terlebih jika jumlah katanya terlalu pendek, tak lebih dari 500 karakter. Mungkin pembaca akan berpikir, “udah cuma segini doang? Kabur ah”.

Ingat, pengunjung adalah tamu yang perlu dilayani. Jangan biarkan mereka sekedar datang, baca trus pergi. Internal link bisa menjadi alternatif pilihan yang bisa Anda tawarkan.

Tips Jitu Membuat Internal Link


Membuat internal link itu mudah, namun penempatannya tak boleh sembarangan. Ada teknik dan ilmunya, agar internal link bisa benar-benar berfungsi.

Ini yang perlu Anda ketahui, simak baik-baik.
  1. Batasi jumlah internal link tak lebih dari 4 buah
  2. Atur pada ‘open this link in new window’, maksudnya agar link baru terbuka pada tab atau halaman baru.
  3. Pada ‘text to display’, buat kalimat pemancing agar pembaca mau membuka link tersebut. Istilahnya anchor teks atau teks jangkar.
  4. Link tujuan masih ada relevansi dengan artikel yang sedang dibaca.
  5. Meski tidak diwajibkan, berikan warna yang berbeda dengan warna tulisan pada artikel.
  6. Lebih dianjurkan memasang internal link pada pertengahan dan akhir postingan, agar materi artikel terbaca secara keseluruhan.
  7. Hindari internal link yang menuju ke halaman kosong atau mati (broken link).

Itu saja yang bisa saya bagikan untuk Anda. Semoga ada manfaatnya.

Akhir kata “SAY NO TO COPY PASTE”. Wassalam.

5 komentar:

  1. Tks ilmunya....Internal link Ok.... Mas Teguh pertanyaan baru sy ttg "cookie" belum dijawab ....

    BalasHapus
  2. udah kok mbak icko,..silahkan di cek

    BalasHapus
  3. Ini baru tips... udah gitu aja kabur ahhh hhahahaha

    BalasHapus
  4. Sering banget dalam satu artikel nggak ada internal link sama sekali. Oh pantesan kenapa bounce rate blogku tinggi. huhuhu

    thanks tipsnya mas

    BalasHapus

Setiap komentar yang diterbitkan, saya pastikan blognya sudah tak kunjungi balik, dengan atau tanpa komentar yang saya sertakan.

Terima kasih atas kunjungannya. Wassalam