Internal Link Jangan Di Sepelekan, Please

Ditulis oleh: Maseteguh Blog Must Teguh Updated at : 11:42 PM
4 comments
Internal link jangan disepelekan. Link adalah tautan antar halaman pada web. Ada dua jenis link yang sering muncul dalam sebuah artikel pada blog yaitu internal link dan eksternal link.

Biasanya link ditandai dengan warna berbeda dengan kata lain nya yang ada dalam artikel. Kadang ada juga blogger yang lebih suka menyamarkan nya. Saat cursor mengarah ke anchor teks dari link tersebut, barulah link berubah warna.

Link yang diklik, jika mengarah ke halaman web dari blog itu sendiri, itu yang disebut internal link. Jika menuju ke halaman blog lain, kita menyebutnya eksternal link.

Itu sedikit penjelasan tentang link. Bisa dipahami? Moga aja bisa…lanjut.

Sebenarnya antara internal atau pun eksternal link, kedua nya punya peranan penting pada sebuah blog.

Entah kenapa kali ini saya lebih suka mengulas tentang internal link. Untuk eksternal link, mungkin akan saya bahas lain waktu.

Internal Link Jangan Di Sepelekan, Please

Fungsi Internal Link


Sering kita temui artikel dengan link yang bertebaran di dalamnya. Tentunya tidak sembarangan seorang blogger memasang link dalam setiap postingan mereka. Ada fungsi dan tujuan nya.

Berikut ini fungsi sebuah internal link dalam sebuah artikel.

1. Membuat pengunjung betah

Banyak cara yang bisa ditempuh agar pengunjung betah berlama-lama di blog kita. Salah satunya dengan memanfaatkan internal link.

Kita tidak akan tahu, kapan pengunjung mulai bosan. Mungkin saja artikel kita terlalu panjang atau terlalu banyak kalimat yang ngga nyambung (moga aja artikel ini tidak termasuk). Kehadiran internal link bisa mengobati kejenuhan pembaca lewat sodoran judul yang mengarah ke artikel kita yang lain nya.

2. Membangun kekuatan SERP (Search Engine Result Page)

Link ibarat sebuah mata rantai yang saling terkoneksi. Satu buah artikel adalah satu mata rantai. Bayangkan jika artikel kita miskin internal link. Jadi lebih mirip sebuah rantai yang berceceran tanpa ada ikatan.

Tugas kita untuk menghubungkan antara mata rantai yang satu dengan yang lain nya agar terjadi ikatan rantai yang utuh dan kokoh.

Blog dengan ikatan link yang kuat, dipercaya mampu membangun kekuatan di SERP's. Alasan nya kenapa? Maaf, terlalu panjang untuk di jelaskan. (bukan ngeles lho bro)

3. Promosi kecil-kecilan

Internal link bisa juga disebut ‘ajang’ promosi kecil-kecilan untuk artikel kita yang lain.

Manfaatkan celah ini untuk mendongkrak trafik artikel lain yang pageview nya masih rendah. Anda bisa menaruhnya pada artikel yang paling banyak dilihat oleh pembaca.

4. Memperkecil bounce rate

Nah, ini yang penting. Jika tak ada internal link pada artikel, setelah selesai membaca, pengunjung akan segera pergi karena tak ada lagi pilihan artikel menarik yang harusnya bisa mereka baca.

Ini yang bikin bounce rate makin nambah. Terlebih jika jumlah kata pada artikel tak lebih dari 500 karakter. Pembaca pasti berpikir, “udah cuma segini doang? Kabur ah”.

Pembaca ibarat tamu yang perlu pelayanan lebih.  Tidak hanya sekedar datang, baca trus pergi. Internal link bisa menjadi alternatif pilihan yang bisa kita hadirkan.

Tips Jitu Membuat Internal Link


Membuat internal link itu mudah, namun penempatannya tak bisa sembarangan. Ada teknik dan ilmunya, agar internal link tersebut bisa benar-benar berfungsi.

Ini yang perlu Anda ketahui, simak baik-baik.
  1. Batasi jumlah internal link tak lebih dari 4 buah
  2. Atur pada ‘open this link in new window’, maksudnya agar link baru terbuka pada tab atau halaman baru.
  3. Pada ‘text to display’, buat kalimat pemancing agar pembaca mau membuka link tersebut. Istilahnya anchor teks atau teks jangkar.
  4. Link tujuan masih ada relevansi dengan artikel yang sedang dibaca.
  5. Meski tidak diwajibkan, berikan warna yang berbeda dengan warna tulisan pada artikel.
  6. Lebih dianjurkan memasang internal link pada pertengahan dan akhir postingan, agar materi artikel terbaca secara keseluruhan.
  7. Hindari internal link yang menuju ke halaman kosong atau mati (broken link).

Itu saja yang bisa saya bagikan untuk Anda. Semoga ada manfaat nya.

Akhir kata “SAY NO TO COPY PASTE”. Wassalam.

______________________________ ARTIKEL TERKAIT ______________________________

4 komentar:

  1. Tks ilmunya....Internal link Ok.... Mas Teguh pertanyaan baru sy ttg "cookie" belum dijawab ....

    BalasHapus
  2. udah kok mbak icko,..silahkan di cek

    BalasHapus
  3. Ini baru tips... udah gitu aja kabur ahhh hhahahaha

    BalasHapus

Setiap komentar yang diterbitkan, saya pastikan blognya sudah tak kunjungi balik, dengan atau tanpa komentar yang saya sertakan.

Terima kasih atas kunjungannya. Wassalam