Inilah 5 Pemulung yang Sukses jadi Orang Kaya - BLOG MUST TEGUH

Inilah 5 Pemulung yang Sukses jadi Orang Kaya

Ditulis oleh: Maseteguh Blog Must Teguh Updated at : 8:29 AM
6 comments
Jangan sekali-kali meremehkan seseorang hanya  dari penampilan nya. Apalagi jika dia seorang pemulung. Meski baju compang camping dengan wajah yang lusuh. Kadang sambil menggembol karung atau tas plastik besar berisi sampah-sampah bekas yang tidak terpakai.

Anda akan kaget jika membaca kisah para pemulung di bawah ini. Mereka adalah orang-orang yang dulunya di pandang sebelah mata. Terpinggirkan, terhina bahkan di anggap rendah.

Namun berkat kerja keras dan tekad yang kuat, kini para pejuang kehidupan yang akrab dengan sampah ini telah menjelma menjadi manusia yang di hormati. Hasil keringatnya telah membuahkan hasil. Sinar matahari yang dulu akrab menyengat kulit telah berganti dengan pendingin ruangan dalam mobil yang menjadi kendaraan mereka sehari-hari.

Saya hadirkan kisah inspiratif mereka agar bisa menjadi bahan motivasi bagi kita semua.

Pemulung yang Sukses jadi Orang Kaya

1. Suwaji


Namanya Suwaji tapi orang akrab memanggilnya Mas Puji. Dia termasuk salah satu juragan sampah di area TPA (tempat pembuangan akhir) Bantar Gebang Bekasi.

Pria yang kini tinggal di kampung Ciketing Bantar Gebang Bekasi ini, telah berhasil menjadi pengusaha sampah dengan omzet 100 juta per bulan. Sangat berbeda jauh dengan penghasilannya 11 tahun silam.

Saat itu, hasil memulung hanya cukup untuk makan sehari-hari. Bertahun-tahun Puji hanya mampu mengumpulkan Rp. 2500 untuk makan nya setiap minggu.

Sakit dan sangat menderita sekali, hampir-hampir saya putus asa.” Ucapnya lirih jika mengenang masa lalunya itu.

Semenjak pindah ke Bantar Gebang, bersama Sulastri istri yang di nikahinya, mereka berjuang mengais rejeki di gunungan sampah yang menurut sebagian orang menjijikan, namun bagi mereka itu adalah sumber uang untuk biaya makan mereka sehari-hari.

Hasil penjualan sampah mereka kumpulkan sebagai modal untuk membeli barang-barang sejenis dari rekan sesama pemulung. Kini setelah 11 tahun, kehidupan Suwaji berubah drastis.

Saat ini, Suwaji mampu menggaji 18 karyawan dengan upah Rp. 25.000 – Rp. 50.000 per hari dan Rp. 100 juta per minggu untuk membeli barang.

2. Rifan Ardiansah


Siapa sangka pemulung yang satu ini ternyata merupakan salah satu mahasiswa di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Pemuda ini memang berprofesi ganda. Siang  mahasiswa namun saat malam, dia menjelma menjadi pemulung botol plastik bekas.

Menjadi pemulung terpaksa di lakoni Rifan, karena saat itu modal untuk membangun bisnis rongsokan sangat besar. Rifan banyak belajar dan berguru dari orang-orang yang telah sukses di bisnis rongsokan seperti pemilik CV. Majestic Buana.

Pekerjaan yang di anggap hina itu, kini menjadi jembatan menuju kesuksesan. Kini Rifan menjadi seorang pengusaha muda di bisnis tambak ikan. CV. Rifan Guna Semesta adalah kendaraan bisnisnya.

Kurang lebih 1,5 hektar tanah aset yang di miliki nya. Ditambah 3,5 hektar lahan milik mitra kerjanya.

3. Mohammad Baedowy


Awalnya ia seorang pekerja kantoran yang setiap hari berdasi dan berpenampilan necis. Pada tahun 2000 dia mulai membidik sasaran bisnisnya pada sampah plastik. Ya, dia lah Mohammad Baedowy.

Seorang sarjana dan juga mantan pegawai bank ini tiba-tiba banting setir menjadi seorang ‘pemulung’. Keputusan yang di anggap ‘gila’ oleh beberapa teman dan keluarganya.

Baginya, sampah adalah harta karun. Usaha sampah nya di rintis dengan modal awal 50 juta yang di gunakan untuk membeli mesin dan menyewa lahan.

Saat awal tahun pertama, banyak kendala yang membuatnya hampir putus asa. Mulai dari ujian mental dan masalah teknis menyangkut mesin pengolah sampah miliknya yang sering ngadat.

Bahkan ia sempat pindah kontrakan gara-gara tidak mampu bayar uang sewa, hingga istri dan anak-anaknya ia titipkan pada orang tuanya.

Setelah 10 tahun berjuang, usaha Mohammad Baedowy mulai menemui titik terang. 80 mitra kerja dari Aceh hingga Papua berhasil ia rangkul dengan di bantu 60 karyawan yang menjadi bawahan nya.

Pemilik CV. Majestic Buana Group ini, kini telah berhasil meraup omzet ratusan juta rupiah setiap bulan dari bisnis sampah plastik yang di gelutinya.

4. John Pieter


Ide awal usaha sampahnya di mulai ketika melihat perbandingan harga gabah dengan limbah plastik. Gabah perkilo di hargai Rp. 600 sedangkan limbah plastik Rp. 1000 perkilo nya.

Sejak saat itulah mahasiswa Institut Teknologi Bandung jurusan Kimia ini mulai mengumpulkan sampah plastik yang banyak berserakan di belakang tempat kos nya.

Seorang pengusaha sejati harus memiliki keyakinan dan mampu melihat jauh ke depan.” Itulah motto John Pieter dalam menjalankan bisnis sampah nya ini.

John sangat mengerti betul bagaimana rasanya mengumpulkan sampah plastik satu per satu untuk di jual kepada pengepul.

Kini setelah lebih dari 20 tahun, lelaki asli Tanah Karo, Sumatera Utara ini telah memiliki banyak cabang usaha biji plastik yang tersebar di Makassar, Medan dan Banjarmasin.

Di bawah bendera Peka Group yang di pakai sebagai nama badan usaha nya, kini usaha biji plastik John Pieter makin berkibar. Biji plastik olahan nya menjadi primadona para pengusaha yang bergerak di bidang home industry.





5. I Wayan Dendra

Hidup serba kekurangan sudah menjadi hal biasa bagi I Wayan Dendra sejak masih duduk di bangku SMP. Pria yang kini tinggal di kota Sidoarjo Jawa Timur ini sempat pula mengenyam sebagai karyawan di sebuah perusahaan farmasi di Surabaya dengan posisi yang terbilang cukup lumayan.

Sifat kemandirian dan penuh inovasi membuat Wayan meninggalkan pekerjaan nya dan memilih menjadi pemulung. Putra pertama dari almarhum I Nengah Sateng dan Ni Nyoman Teke ini akhirnya bertekad bulat berkecimpung di dunia barang rongsokan.

Dengan pakaian seadanya, bapak lima anak ini tidak malu jika harus mengais sampah dan barang bekas. Wayan Dendra rutin mendatangi pabrik-pabrik dan pusat perbelanjaan hanya untuk mencari limbah dan barang-barang bekas yangg telah di buang.

Namun kini Wayan Dendra telah menjelma menjadi pengusaha barang bekas yang sukses dengan tempat usaha di lima kota di Jawa Timur dengan total karyawan lebih dari 50 orang.

Pria yang kini berusia 53 tahun ini selain sukses di bisnis barang rongsokan, ternyata juga sebagai anggota legislatif di Sidoarjo. Dengan jabatan nya sebagai Ketua DPC Partai Hanura Sidoarjo masyarakat Sidoarjo lebih mengenalnya sebagai ‘wakil rakyat’ dari kaum pemulung di Sidoarjo.

Semoga kisah hidup para pemulung sukses ini bisa menjadi inspirasi buat kita semua.

Akhir kata, terima kasih dan wassalam. “SAY NO TO COPY PASTE”.

____________________________________ ARTIKEL TERKAIT ____________________________________

6 komentar:

  1. ini artikel saya yg paling banyak pembacanya, tapi nihil komentar..

    selamat gan, you're first one,..he he

    thanks

    BalasHapus
  2. Balasan
    1. sama-sama mas Ansar,
      semoga terinspirasi oleh kisah mereka...thanks

      Hapus
  3. Thanks must teguh menginspirasi banget, semoga bisnis plastik saya bisa kayak mereka Amin :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga bisnis plastiknya terus melejit mas Hansyah, biar jadi juragan kayak mereka...amin

      Hapus

Setiap komentar yang diterbitkan, saya pastikan blognya sudah saya kunjungi balik, dengan atau tanpa komentar yang saya sertakan.

Terima kasih atas kunjungannya. Wassalam