Untung Rugi Blog Berbahasa Inggris

Ditulis oleh: Maseteguh Blog Must Teguh Updated at : 11:52 PM
18 comments
Untung rugi blog berbahasa Inggris. Membuat blog berbahasa Inggris itu susah-susah gampang. Memang blog berbahasa Inggris target pembacanya lebih universal. Ada gengsi tersendiri. Meski begitu, semua ada untung ruginya.

Kamu ngeblog pake bahasa apa bro? Inggris atau Indonesia? Jika bahasa Inggris, tahukah apa untung ruginya? Nah, untuk lebih tahu, simak artikel saya di bawah ini.

Ada fenomena baru yang pelan-pelan mulai muncul ke permukaan, yaitu blog lokal tapi bahasanya bule. Saya sebagai penulis blog, alhamdulillah sampai saat ini masih setia memakai bahasa persatuan kita, bahasa Indonesia. I love you full Indonesia, Merdeka!!

Kadang pemikiran yang berkembang di dunia blogging lokal agak skeptis terhadap blog berbahasa Inggris. Kesannya kok seperti memaksakan diri gitu. Ngomong-ngomong pada tahu nggak nih ‘skeptis’? skeptis tuh artinya meragukan, atau kurang percaya.

Tapi kita harus tetap berpikir positif. Beda orang beda skill. Mungkin saja penulis blog tersebut sudah kursus bahasa Inggris selama 10 tahun, atau bisa jadi sejak masih jabang bayi sampai gede sudah menetap di luar negeri.

Itu sebabnya mereka bisa fasih berbahasa Inggris baik lisan maupun tulisan. Dengan bekal tersebutlah mereka berani membuat blog berbahasa Inggris. Jangan seperti saya, mencari arti kata ‘don't cry’ saja harus pakai google translate, boro-boro bikin blog bahasa Inggris.

Ya sudah, jangan diambil pusing. Sekarang mari ke pokok masalahnya saja, yaitu untung ruginya blog berbahasa Inggris.

Untung Rugi Blog Berbahasa Inggris

Keuntungan Blog ber-Bahasa Inggris


Sebelum kita membahas kerugian nya, baiknya kita lihat dulu di bawah ini keuntungan dari blog berbahasa asing.

1. Support dari perusahaan iklan asing

Banyak perusahaan iklan asing yang memburu blog atau website yang memiliki peringkat tinggi untuk mencari wadah bagi produk yang ingin mereka pasarkan, terutama jika blog tersebut berbahasa Inggris.

Inilah alasan mengapa banyak blogger lokal kita yang menyulap tulisan artikelnya menjadi berbahasa Inggris. Tujuannya tak lain untuk mendapatkan tender iklan dari perusahaan asing.

2. Bayaran yang lebih besar

Jika blog Anda berbahasa Inggris, dan target iklan yang dibidik adalah negara yang CPC nya tinggi, dollar yang akan mengalir pun lumayan besar. Karena sudah bukan rahasia lagi kalau iklan lokal memiliki CPC (cost-per-click) yang lebih kecil.

3. Mengasah ilmu berbahasa asing

Membuat tulisan untuk blog ‘bule’, secara tak langsung akan mengasah kemampuan berbahasa asing kita. Mau tak mau kita akan terus menerus mempelajari kosa kata bahasa untuk menunjang kesempurnaan dari blog yang kita kelola. Ada 2 manfaat bakal kita dapat, pertama ilmu yang kedua dollar.

4. Menambah relasi asing

Blog bahasa Inggris, pengunjung yang datang pun rata-rata dari negara asing. Hal ini akan membuka kesempatan kita untuk menambah relasi atau menjalin pertemanan dari blogger asing. Kita bisa saling tukar informasi tentang blogging kepada mereka.

5. Lebih banyak pengunjung dari seluruh dunia

Keuntungan lain nya adalah kesempatan yang lebih besar untuk mendapatkan pengunjung dari seluruh penjuru dunia.

Jika blog Anda berbahasa Indonesia tentu pengunjung mayoritasnya adalah orang Indonesia. Lain jika blog berbahasa Inggris, pengunjung blog akan di dominasi pembaca dari berbagai negara.

Kerugian Blog ber-Bahasa Inggris


Setelah tahu apa saja keuntungan blog berbahasa Inggris, kini Anda juga harus tahu apa saja kerugian yang akan Anda dapatkan.

1. Persaingan ketat di search engine

Blog berbahasa Inggris  tantangan nya tentu persaingan yang ketat di mesin telusur Google. Rata-rata pesaing kita adalah blog yang berasal dari negeri Eropa yang notabene memang sudah semestinya berbahasa Inggris. Mereka lebih menguasai dalam hal kosakata dibandingkan kita.

2. Susahnya dua kali lipat

Kesulitan pertama, mencari materi untuk blog, yang kedua merubah draft artikel ke dalam bahasa Inggris. Itulah kerugian combo alias dobel buat Anda yang berkecimpung dalam blog berbahasa Inggris.

3. Komentar sulit di follow up

Tugas kita sebagai pemilik blog adalah untuk mem-follow up komentar yang masuk. Jika kita hanya menguasai bahasa Inggris secara formal, hal ini akan sedikit membawa kerugian buat blog berbahasa Inggris.

Visitor asing yang main ke blog umumnya menggunakan bahasa Inggris non formal untuk memberikan komentar. Jangan sampai komentar balasan yang Anda berikan terkesan tidak 'nyambung'.

4. Sulit ber-improvisasi

Improvisasi menulis lebih mudah jika blog sesuai dengan bahasa yang kita kuasai. Hal ini akan terasa sedikit susah untuk blog bahasa Inggris, karena gaya improvisasi dalam bahasa Inggris jika Anda tak mengerti betul artinya, justru akan memberikan pemahaman yang berbeda bagi pembaca asing. Kerugiannya tentu saja materi blog tidak akan 100% sampai ke pembaca.

5. Dicap tidak nasionalis

Sikap skeptis dari blogger lokal seperti yang sudah saya sampaikan di atas, secara moril akan membawa kerugian buat blog Anda. Dianggap tidak nasionalis lah atau terlalu kebarat-baratan lah, dsb..dsb.

Orang mungkin akan menganggap blog Anda terlalu memaksakan diri karena membuat tulisan berbahasa Inggris hanya untuk mencari dollar.

Kesimpulan


Membuat blog bahasa asing, itu hak masing-masing. Yang penting kita harus bisa mengukur kemampuan diri. Jangan hanya modal Google Translated, kita nekad untuk membuat blog berbahasa asing demi mengejar target iklan yang lebih tinggi atau sekedar mencari gengsi.

Memang trafik blog boleh kita cari dari bermacam negara, namun bukan berarti harus mengorbankan pengunjung blog dari negeri sendiri yang lebih potensial dibandingkan turis asing yang kita harapkan untuk datang ke blog kita.

Kiranya cukup sekian pembahasan tentang untung rugi blog berbahasa Inggris dari saya. Semoga bisa menjadi bahan pertimbangan untuk Anda semua.


Akhir kata, “SAY NO TO COPY PASTE”. Terima kasih dan wassalam.

______________________________ ARTIKEL TERKAIT ______________________________

18 komentar:

  1. saya rasa kalau di cap tidak nasionalis itu tidak. Malahan dapat mengangkat nama indonesia di mata dunia.

    BalasHapus
  2. kan blognya berbahasa inggris mas hajir..label indonesianya ga ada...letak 'mengangkat nama indonesia' nya di mana?...makasih komentarnya..sukses terus kroconet nya he he

    BalasHapus
  3. saya pake bahasa indonesia aja gan, walaupun mendapatkan penghasilannya lebih kecil dibanding menggunakan bahasa inggris, tapi lebih mudah dan tidak banyak saingan :D

    BalasHapus
  4. berarti mas ridho sama seperti saya..thanks udah mampir,,sukses terus and happy blogging

    BalasHapus
  5. bagus gan memotivikasi seseorang sebelum melakukan hal yang berlebihan

    BalasHapus
  6. lantas, solusi terbaiknya gmn kang must teguh?

    BalasHapus
  7. saya nggak bisa kasi solusi kang abdur, kalau di rasa menguntungkan ya kerjakan, kalau merugikan ya jangan di lakukan..bukan begitu?

    BalasHapus
  8. Menurut saya yang terpenting adalah traffic

    BalasHapus
  9. trafik memang perlu buat blog indo ataupun bule..thanks udah mampir..happy blogging

    BalasHapus
  10. Blog bahasa inggris memang kadang kesannya keren, tapi suka pengen nangis kalo baca..gak ngerti
    istiqomah pake bahasa dalam negeri dulu dh..

    BalasHapus
  11. motivasi orang membuat blog bhsa inggris memang berbeda-beda mas..saya nulis artikel ini juga sambil sedih mas permana..hik hik hik..thanks mas permana maju terus blognya..

    BalasHapus
  12. Bener banget gan bikin artikel inggris satu aja sulit banget, makanya ane berhenti dan fokus di blog indo aja.

    BalasHapus
  13. dengan blog indo, kalau di tekuni dengan benar..bisa juga menghasilkan...maju terus blog indo nya mas indra thanks atas kunjunganya

    BalasHapus
  14. Kalau pake dua bahasa bagaimana menurut mas teguh?
    lebih nampak enggak skeptisnya ? :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. nampak juga sih mas...tapi rada remang-rmang...he he he

      Hapus
  15. Hahaha..saya suka baca artikel ini sambil ketawa..I don't know skeeping London too..

    BalasHapus
  16. Saya sekarang masih konsisten makai bahasa indonesia, bukan gamau internasional tapi kalau bahasa inggris jadi ribet sendiri karena hanya tau bahasa formalnya dan grammarnya juga kadang masih salah...Nice artikel, hidup indo..

    BalasHapus

Setiap komentar yang diterbitkan, saya pastikan blognya sudah tak kunjungi balik, dengan atau tanpa komentar yang saya sertakan.

Terima kasih atas kunjungannya. Wassalam