Di Tolak Adsense, Nggak Perlu Frustasi

Ditulis oleh: Maseteguh Blog Must Teguh Updated at : 12:04 AM
5 comments
Ditolak adsense jangan lantas membuatmu frustasi. Blogger mana yang tidak pernah di buat patah hati ? Kalau ada silahkan tunjuk tangan. Maaf buat yang sudah mengacungkan tangan, saya tidak bisa melihatnya. Intermeso mas bro biar nggak stress he he he.

Kali ini sengaja saya memberanikan diri untuk mengangkat tema Adsense pada artikel ini, meskipun penulis belum pernah mencicipi sedikitpun manisnya gaji bulanan dari Adsense.

Kata teman sesama blogger, dollar dari Adsense itu gurih dan nikmat. Banyak tulisan melalui forum yang menggambarkan pengalaman gajian pertama mereka, yang membuat blogger muda meneteskan air liur saat melihat slip gaji dari screenshot yang mereka pajang.

Tapi biarlah, tidak terlalu saya ambil pusing. Buat apa saya pikirin toh kita tidak bakal di bagi satu dollar pun dari mereka. Betul tidak?

Di Tolak Adsense, Nggak Perlu Frustasi

Perilaku Blogger Setelah Penolakan Adsense


Begitu banyak blogger yang mendambakan iklan Adsense hadir di blog mereka. Hanya itu yang menjadi sarana penghubung antara Google Adsense dan publisher nya. Meski mekanisme nya sederhana namun untuk mendapatkan nya sulitnya luar biasa.

Kita harus sadar, Google tidak mungkin sembarangan memberikan keputusan di terima atau di tolak untuk sebuah permohonan Adsense.

Sudah tidak terhitung jumlah blogger yang menjadi korban penolakan nya. Walaupun demikian masih banyak yang rela menunggu berhari-hari di depan inbox email untuk menantikan kabar gembira berupa persetujuan dari Adsense atas permohonan yang sudah mereka ajukan.

Jika berita yang di terima tidak sesuai dengan harapan, kemungkinan apa yang akan terjadi? Ini adalah beberapa bentuk perilaku blogger saat di tolak oleh adsense.

1. Mencoba mendaftar lagi, lagi, dan lagi

Biasanya di lakukan oleh blogger pemula yang masih minim informasinya. Di dorong oleh rasa penasaran yang menggebu-gebu, mereka terus melakukan upaya untuk mendaftar Adsense berulang kali tanpa mengikuti saran dari Google perihal penolakan yang sudah mereka terima.

Mereka tidak sadar kalau tindakan itu bisa merugikan blog, karena Google akan menilai aksi mereka sebagai tindakan spam.

2. Merombak desain blog

Kadang seorang blogger bingung saat permohonan Adsense mereka di tolak. Pesan penolakan dari Adsense, tidak sepenuhnya mereka pahami. Jalan pintas pun di ambil, perombakan total di lakukan dengan merubah template mirip dengan blog tetangga yang sudah ada iklan Adsense di dalamnya.

Apakah anda sadar jika tindakan ini justru akan mengorbankan trafik blog yang sudah lama anda bangun?

3. Membuat blog baru

Merupakan bentuk sikap blogger yang lelah karena sering di tolak adsense. Mereka rela mulai dari nol dengan membuat blog baru dan  niche yang berbeda, tentunya dengan harapan agar Google mau memberikan kesempatan.

4. Mengevaluasi materi blog

Blogger yang sudah paham dengan Adsense, akan melakukan cara ini. Evaluasi terhadap isi blog sangat di perlukan untuk menelusuri kesalahan yang terjadi. Berpedoman dari saran penolakan Adsense, mereka meneliti satu persatu bagian dari blog yang menjadi sumber di tolaknya permohonan tersebut.

5. Menunggu saat yang tepat untuk mendaftar kembali

Perilaku seperti ini lebih mencerminkan sikap seorang blogger yang arif. Kesabaran dan ketekunan adalah kunci utama agar permohonan Adsense anda di terima.

Semua Pernah di Tolak Adsense


Saat sedang santai dan tidak ada aktivitas menulis, biasanya saya melakukan blogwalking untuk berkunjung ke beberapa situs para master untuk menimba ilmu dari mereka.

Melalui dialog komentar saya sering menanyakan, pernahkah mereka di tolak oleh adsense? Hampir semuanya memberikan jawaban yang sama. Pernah di tolak bahkan sering. Berarti bisa di pastikan semua blogger pernah mengalami penolakan Adsense, itupun termasuk saya.

Berikut ini pengalaman saya di tolak aAdsense sebanyak dua kali untuk membuktikan bahwa bukan anda saja yang pernah mengalami hal ini.

Penolakan Adsense pertama

Waktu itu umur blog saya belum genap satu bulan, berisi 20 artikel di dalamnya. Semua artikel saya tulis sendiri, mengikuti pesan dari para master "ARTIKEL ORIGINAL". Dengan penuh semangat, saya mencoba daftar ke Adsense. Setelah tiga hari menunggu, email pun tiba.

Beritanya sungguh ‘menggembirakan’. Permohonan saya di tolak, dengan tiga alasan yang menyertainya yaitu, situs tidak sesuai kebijakan, konten tidak memadai dan navigasi yang buruk.

Apa yang salah dengan blog ini? Itulah pertanyaan yang pertama kali datang berkunjung ke pikiran saya. Evaluasi habis-habisan saya lakukan.

Merubah design blog, membenahi navigasi,  melakukan koreksi materi tulisan serta memperbanyak artikel. Menambah referensi tentang Adsense dengan bertanya ke berbagai forum terus saya lakukan.

Penolakan Adsense kedua

Umur blog saya waktu itu bertambah 15 hari (dikit amat?). Setelah seminggu berlalu, dengan amunisi dan visi yang baru saya mencoba mendaftar untuk kedua kalinya.

Seperti biasa, sambil menunggu saya tetap membuat artikel. Dua hari kemudian pak ismail (email) membawa berita dari Adsense. Kabar ‘sukacita’ kembali saya dapatkan. Permohonan saya di tolak untuk kedua kalinya.

Namun untungnya, hanya satu alasan yang diberikan, yaitu menyangkut konten tidak memadai. Saya tetap berpikir positif, artinya blog saya mengalami sedikit kemajuan meskipun statusnya masih di tolak.

Kesimpulan


Belajar dari kesalahan sendiri dan pengalaman orang lain, bisa menjadi obat yang mujarab untuk menyikapi masalah penolakan Adsense yang sedang kita alami. Tak perlu menyerah apalagi sampai frustasi. Membenahi kesalahan dan mengoptimalkan potensi diri, itulah yang terpenting.

Ada ilmu yang bisa dipetik dari penolakan diatas yang bisa saya jadikan sebagai motivasi untuk lebih meningkatkan standar mutu dari blog ini.
  • Jangan terlalu memaksakan diri mendaftar adsense, jika umur blog belum mencukupi.
  • Perbanyak jumlah artikel sebagai modal penunjang sebelum mengajukan diri.
  • Ciptakan keunikan materi yang menjadi ciri khas artikel kita di mata google
  • Membangun trafik pengunjung yang stabil untuk menarik kepercayaan dari adsense bahwa blog kita memang pantas untuk menjadi publisher nya.

Itulah empat hal yang saat ini membendung hasrat saya untuk mendaftar kembali di program Google Adsense.

Jujur, adsense adalah alasan  utama saya membuat sebuah blog. Seiring berjalan nya waktu, keinginan itu perlahan mulai buyar. Masih banyak kekurangan yang perlu dibenahi.

Jika sudah tiba waktunya, saya pun akan mencoba kembali mengajukan permohonan Adsense untuk yang ketiga kali. Saat ini saya lebih berkonsentrasi untuk menulis dan terus menulis.

Pedoman saya sederhana, ibarat sebuah toko serba ada, makin banyak barang yang bisa kita jual, makin meningkat jumlah pelanggan yang kita dapat. Hal ini tidak berbeda jauh dengan blogging, makin banyak artikel yang kita buat, semakin banyak menu bacaan yang bisa kita berikan kepada pembaca.

Tak terasa sudah begitu banyak kata yang saya tulis. Artikel tentang penolakan Adsense ini, semoga bisa memberi manfaat bagi anda. Teruslah semangat dan jangan menyerah.


Akhir kata, selalu saya berpesan “say no to copy paste”. Terima kasih dan Wassalam.

Happy blogging. Adios

______________________________ ARTIKEL TERKAIT ______________________________

5 komentar:

  1. semua yang di adsense saya rasa pasti pernah mengalami penolkan , kecuali yang memang sudah pernah keterima sebelumnya dan membuat akun baru pasti paham dan mengerti tentang adsense itu sendiri.

    BalasHapus
  2. baru nongol..kemana aje pak haji? ha ha ha

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi sedang ada kesibukan sendiri di dunia nyata makanya jarang nongol

      Hapus
  3. Klo blog gado gado saya masih kuat nulis artikel.
    Tp sangat menguras ide jika menulis artikel untuk blog berniche

    jadi artikel saya masih -nim

    BalasHapus
  4. semua butuh proses dan latihan..lama-lama juga terbiasa..bukan begitu mas akbar?

    BalasHapus

Setiap komentar yang diterbitkan, saya pastikan blognya sudah tak kunjungi balik, dengan atau tanpa komentar yang saya sertakan.

Terima kasih atas kunjungannya. Wassalam