Blog Cicak versus Blog Buaya

Ditulis oleh: Maseteguh Blog Must Teguh Updated at : 4:31 PM
16 comments
Blog cicak versus blog buaya. Apa mungkin cicak bisa melawan buaya? Badan cicak kan kecil mrengil, beda jauh dengan buaya atau aligator yang lebih gede dan serem bentuknya. Untuk lebih tahu, ikuti saja tulisan saya ini sampai habis, siapa yang jadi pemenangnya. Cicak atau buaya?

Jika di perhatikan judul artikel ini mirip headline di surat kabar beberapa waktu yang lalu saat terjadi gonjang-ganjing isu perseteruan antara Polri dan KPK. Namun berita itu akhirnya menguap begitu saja tanpa ada kelanjutan nya. Ya sudah biarkan saja, itu bukan urusan saya.

Fenomena ini ternyata juga terjadi di dunia blogging, namun tanpa ada unsur hukum yang melatarbelakangi nya. Gambaran kasus ini hanya sebagai ilustrasi adanya persaingan ketat yang muncul di search engine antara blog cicak melawan blog buaya. Terjadi hampir setiap hari, setiap menit hingga setiap detik.

Tulisan ini saya buat hanya sekedar menyampaikan hasil pengamatan saya selama menekuni dunia blogging. Tidak ada maksud lain, apalagi ingin mengadu domba. Kriteria yang saya berikan pun berdasarkan sudut pandang saya pribadi.

Blog Cicak versus Blog Buaya

Blog cicak, kriteria nya seperti ini
  • Umur blog belum genap 3 bulan
  • Jumlah artikel masih minim plus hasil copy paste
  • Peringkat SERP tidak terdaftar
  • Kolom komentar putih bersih tanpa ada coretan
  • Trafik pengunjung kembang kempis
  • Blog sering bolos dari search engine, meski sudah terindeks
  • Iklan pada blog di dominasi oleh produk kejantanan

Blog buaya, tentunya memiliki kriteria yang berlawanan dengan blog cicak
  • Usia blog sudah terbilang dewasa
  • Jumlah artikel sudah tidak muat di sidebar
  • Kolom komentar penuh dengan tulisan ‘thank gan, di tunggu kunbal nya
  • Pengunjung blog seperti di mal, selalu ramai
  • Menjadi golden member di peringkat SERP
  • Rajin masuk di search engine, maklum juara kelas
  • Blog banyak di hiasi iklan dari adsense dan sejenisnya

Laga Sengit di Arena Search Engine


Tidak seperti pada pertandingan tinju yang berlangsung hingga 12 ronde. Untuk menghemat kopi dan rokok yang menjadi bahan bakar penulisan artikel ini, maka saya sebagai narator nya membatasinya cukup 5 ronde saja.

Di sini saya membuat aturan sendiri yaitu tidak adanya sistem KO (knock out).

‘Pertarungan’ antara blog cicak vs blog buaya pun di mulai.


Ronde I

Blog cicak, mulai melakukan aktivitas blogging nya dengan membuat artikel ‘sistem kebut semalam’, untuk mencapai target 5 artikel sehari.

Blog buaya, cukup dengan sedikit up date dan perbaikan pada artikel, sambil menyapa penggemar di blognya.

Pada ronde pertama ini, blog cicak sudah kehilangan energi 30%, sedangkan blog buaya hanya 1%.  Jadi untuk perhitungan poin, blog buaya sementara lebih unggul dalam menghemat energi untuk sebuah artikel.

Ronde II

Blog cicak mulai membangun internal link pada blognya dengan persediaan artikel yang minim, bahkan kadang tidak relevan dengan topik artikel yang di buatnya.

Blog buaya sedang memilih dari se-gudang koleksi artikelnya untuk memperkuat kekuatan internal link pada blognya.

Ronde kedua ini kembali blog buaya memimpin melalui perhitungan poin dari kekuatan internal link pada blog.

Ronde III

Blog cicak mulai sibuk kelayapan kesana kemari untuk mencari backlink melalui aktivitas blogwalking dengan harapan ada yang sudi meneteskan se-titik backlink untuk di semat kan di blognya.

Blog buaya dengan deretan backlink yang sudah banyak terpasang di blognya, cukup dengan sapaan ‘hello’ pada blog sohib nya, backlink secara otomatis sudah bisa di dapatkan melalui sistem ‘pesan antar’.

Kembali blog cicak menelan kekecewaan. Ronde ketiga ini masih berada di bawah kendali blog buaya.

Ronde IV

Blog cicak kembali di sibuk kan dengan aksi promosi blog ke sejumlah etalase media sosial seperti Facebook, Twitter dan lain-lain.

Blog buaya hanya meng-update beberapa artikel untuk di pasang di fanpage media sosial nya, dan sang penggemar pun mulai bersorak kegirangan menyerbu artikel yang telah di bagikan.

Ronde keempat ini stamina blog cicak mulai terkuras, dan konsentrasi pun mulai buyar.

Ronde V

Blog cicak mulai frustasi. Dengan energi yang tersisa, beragam cara licik mulai di pakai nya. Tulisan copy paste, software penambah trafik, spam artikel di mana-mana.

Blog buaya tetap dengan wibawa yang terjaga. Hanya dengan sedikit trik SEO yang di miliki nya, posisi blognya tidak tergeser dengan kehadiran blog cicak.

Setelah menjalani 5 ronde, kini masuk ke penentuan hasil pemenang. Saya hanya sebagai penulis, bukan juri. Untuk itu saya tunjuk google sebagai juri yang memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan. Dan keputusan dari dewan juri tidak bisa di ganggu gugat.

Berdasarkan pertimbangan yang sudah matang dan melalui perhitungan poin yang sudah di kumpulkan oleh kedua kontestan, akhirnya google sebagai dewan juri utama memutuskan blog buaya sebagai juaranya.

Agar terlihat sportif, blog cicak sebagai pihak yang kalah memberikan ucapan selamat kepada sang pemenang serta mengakui keunggulan dari blog buaya.

Sebagai dewan juri, Google pun tak lupa memberi sedikit wejangan kepada blog cicak untuk lebih banyak belajar dari blog buaya serta berlatih dengan tekun agar bisa menghadapi blog buaya pada pertarungan berikutnya.

Penutup


Cerita di atas dikategori kan sebagai fabel dengan topik utama nya tentang perjuangan blogger muda dalam mencapai target pencapaian artikel di halaman satu.

Meskipun susah, kita sebagai blogger muda tak boleh putus asa apalagi menyerah di tengah jalan. Banyak jalan menuju roma. Pertama kita harus bisa mengukur diri dengan blog yang saat ini Anda geluti.

Banyak belajar dari blog yang sudah matang adalah perlu. Serap ilmu yang bisa kita ambil. Meskipun blog kita adalah blog cicak, namun seiring berjalannya waktu, tidak menutup kemungkinan blog kita juga akan menjadi blog buaya yang bisa bersaing dengan blog buaya lainnya. Dan bersiap untuk menjadi pemenangnya.

Dikarenakan waktu yang kian larut, dan istri yang sudah lama setia menanti, saatnya saya sebagai narator artikel ini untuk undur diri.

Semoga isi cerita tentang blog cicak versus blog buaya ini bisa ada hikmahnya.

Akhir kata “SAY NO TO COPY PASTE”. Terima kasih dan wassalam. Happy blogging.

______________________________ ARTIKEL TERKAIT ______________________________

16 komentar:

  1. Ternyata ada blog cicak yang muncul memberikan kometar, pemilihan judul yang sangat kreatif sangat diluar dugaan karena pembahasan di dalam ternyata bukan tentang babak hukum yang tidak kunjung menemui kepastian tetapi tentang fenoma persaingan di dunia blogging. Sangat inspirasional

    BalasHapus
  2. ha..ha..ha...lha wong yang bikin artikel ini juga blog cicak kok..thanks mas rudy masih memberikan apresiasi untuk blog ini...moga kita bisa menjadi blog buaya bersama-sama..

    BalasHapus
  3. Wow.. Aku baru tahu gan ternyata ada blok cicak dan blok buaya. Kayak KPK vs Polri aja :v

    BalasHapus
  4. Wah seru juga nih pertarungan antar blog cicak dan blog buaya,btw blog bagus loh serius

    BalasHapus
  5. terima kasih untuk apresiasinya..ini cuma tulisan nggak da maksud apa2

    BalasHapus
  6. mNTb nih cara jurna listiknya
    makasih om

    BalasHapus
  7. sama2 mas ell..semoga bisa menjadi inspirasi

    BalasHapus
  8. menarik mas,penasaran jadi sampai abis baca artikelnya.
    biasanya sih baca judulnya doang trus komen hehehe.

    saya jadi bingung sendiri,termasuk cicak atau buaya blogku?
    akh mungkin blogku kadal kali ya....hahahahahaha.
    ngeblog dari 2010,tapi artikel baru 181 doang.

    BalasHapus
  9. blog ini juga baru 2 bulan mas reo...kriterianya masuk yg mana ya? blog semut kali..he he he..thanks mas reo salam sukses terus

    BalasHapus
  10. wah seru banget artikel nya gan,, sampai serius banget saya baca nya..

    BalasHapus
  11. awas lho mas..jangan di buat taruhan..ha ha ha..thanks ya apresiasinya

    BalasHapus
  12. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  13. seru banget bacanya mas, sampai habis bacanya. Maju terus blognya

    BalasHapus
  14. trima kasih udh baca dan berkunjung di blog cicak ini.. maz rizky

    BalasHapus
  15. Kalau blog cicaknya bukan copy-paste (kontennya original buatan sendiri) kayaknya pertarungannya akan lebih sengit om...

    BalasHapus
    Balasan
    1. kayaknya bisa jadi begitu,..tapi sayangnya artikel ini ngga ada sekuelnya mas Gigih,.he he he

      matur nuwon

      Hapus

Setiap komentar yang diterbitkan, saya pastikan blognya sudah tak kunjungi balik, dengan atau tanpa komentar yang saya sertakan.

Terima kasih atas kunjungannya. Wassalam