10 Cara Diet Paling Efektif Menurunkan Bounce Rate

Ditulis oleh: Maseteguh Blog Must Teguh Updated at : 3:33 PM
8 comments
Jurus ampuh menurunkan bounce rates blog. Istilah kerennya sih bounce rate atau rasio pentalan, maksudnya adalah pengunjung yang mampir ke blog Anda, tapi pergi lagi tanpa permisi. Ibarat tamu yang datang ke rumah, terus membuang muka lalu kabur begitu saja. Sedih kan?

Ada seorang teman pernah mengajukan pertanyaan seperti ini :
“mas, trafik blog saya tinggi banget tapi bounce rate nya kok sampe 82% ya? Apa ada yang salah?”

Sebenarnya, trafik web ngga ada korelasi langsung dengan tingkat bouncing. Tinggi rendahnya bounce rate dipengaruhi langsung oleh “time on site” visitor saat membuka web Anda.

Bila diterjemahkan dengan bahasa yang mudah, time on site ini adalah “berapa lama pengunjung ‘ngetem’ di blog Anda, lalu ngapain aja?”.

Semakin lama pengunjung stay, dan ada aktivitas yang terjadi pada saat yang sama, maka bisa dipastikan tingkat kumulatif bouncing Anda akan bagus. Begitu pun sebaliknya.

bounce rate blog

Dimana melihat bounce rate ?


Bila ada yang belum tahu cara melihat bounce rate blog, gampang kok. Masuk saja ke akun Google Analytic Anda. Bounce rate dapat langsung dilihat pada halaman beranda Google Analytic.

Jika prosentase menunjukkan angka di atas 50% maka artinya banyak pengunjung yang melenting dari blog Anda. Ini situasi yang tidak bersahabat. Masalah tersebut harus segera dibenahi. Bounce rate yang stabil dan aman berkisar antara 20 – 30 % - makin kecil makin bagus.

Nah, kebetulan gambar di bawah ini adalah contoh bounce rate blog kesayangan Anda ini (narsis banget preet..).

bounce rate

Artikel ini sengaja saya tulis untuk membantu Anda mengatasi masalah melentingnya pengunjung blog yang levelnya sudah ‘memprihatinkan’.

Penasaran? Mari kita urai satu per satu.

10 Cara Praktis Menurunkan Bounce Rate


Mohon diperhatikan. Tidak semua saran ini akan relevan untuk setiap website. Tapi setiap ikhtiar Anda untuk menurunkan tingkat bouncing akan berkontribusi besar terhadap tingkat keberhasilan situs Anda secara keseluruhan.

Berikut cara terbaik yang bisa Anda praktekkan untuk mengatasi naiknya tingkat bouncing Anda.

1. Evaluasi halaman konten

Tempat pertama yang harus Anda lihat lebih dekat adalah isi setiap halaman entri pada situs web Anda.

Apakah memberikan nilai nyata? Apakah isinya menarik pengunjung untuk membaca dan menjelajahi situs lebih dalam? Apakah informasinya fresh dan uptodate? Apakah judul dan isi sudah relevan? Bagaimana kualitas dan gaya penulisannya, apakah sesuai untuk audiens Anda? Apakah teksnya mudah dibaca?

Tips agar konten enak dibaca : Susun teks dengan paragraph pendek, berikan jeda dengan gambar, pasang bullet and number pada saat yang tepat untuk setiap bagian dari halaman.

Jika konten halaman Anda gagal memenuhi kebutuhan pengunjung, mereka akan memilih tombol “Back” pada browser. Melanjutkan bacaan – bagi mereka adalah sia-sia.

2. Penataan desain dan fungsinya

Mungkin saja Anda punya konten jempolan, tapi percuma jika itu dibungkus dalam desain yang bikin pengguna malas baca. Atau mungkin saja situs Anda terlalu sulit untuk dijelajahi.

"Pengalaman pengguna" (UX) sebuah situs adalah faktor terbesar dalam mendorong pengunjung untuk bertahan dan menghabiskan lebih banyak waktu mengklik konten lain di situs Anda.

Belajarlah cara mendesain website melalui situs-situs online yang tak terhitung jumlahnya. Atau kalo punya duit, pakai jasa seorang desainer UX profesional untuk mengevaluasi situs Anda dan mintalah saran tentang cara meningkatkan fungsi sebuah desain.

Yang ini cocok untuk Anda : CARA MENATA DESAIN WEB AGAR LEBIH OKE

3. Optimalkan Call to Action

Ini merupakan bagian penting dari fungsi sebuah desain. Halaman Anda harus dirancang dengan jelas agar pengunjung tahu di mana mereka harus klik tombol next, tombol untuk take action, link ke halaman lain, form isian, atau tindakan lain yang Anda ingin pengunjung lakukan.

Jika call to action Anda lemah, samar, tidak menarik atau sulit di spot, maka bisa saja pengunjung mengklik tombol ‘Kembali’, bukannya menelusuri lebih dalam ke situs Anda. Tapi perlu diingat, pastikan Anda tidak membingungkan pengunjung dengan menampilkan terlalu banyak panggilan untuk bertindak.

4. Navigasi situs

Aspek penting lain dari UX adalah bagaimana situs Anda mudah untuk dinavigasi. Jika denah situs Anda terlalu njlimet dan membuat pengunjung bingung, bisa dipastikan mereka akan malas melihat-lihat situs Anda.

Buatlah link ke halaman lain yang mudah dikenali pengunjung. Tempatkan link di samping atau di bawah artikel dengan disertai kalimat ajakan seperti "Baca juga artikel ini" atau “Jangan lewatkan ini” dll.

Melalui in-line link internal yang seimbang, relevan, dan jelas maka akan mempermudah pengunjung menemukan konten yang terkait.

5. Kata kunci dalam pesan iklan

Jika memakai jasa iklan untuk mengarahkan lalu lintas ke situs Anda, perhatikan pesan yang disampaikan oleh iklan Anda. Materinya harus berisi kata kunci Anda dan cocok dengan konten yang ditemukan pengguna setelah mengklik iklan.

Kini pengguna internet agak berhati-hati bahkan cenderung anti iklan. Tapi mereka tetap akan klik jika iklannya nyambung.

Oleh karena itu, penting banget membuat landing page yang bisa menunjukkan kepada pengunjung bahwa itu berhubungan langsung dengan pesan iklan dan kata kunci Anda.

Jika dari awal pengguna sudah skeptis dan berpikir bahwa mereka datang ke "tempat yang salah," bisa dipastikan mereka akan menghilang secepat mereka datang.

6. Laman harus mobile-friendly

Desain situs harus responsive agar display halaman Anda akan selalu tampak sama dalam berbagai ukuran layar. Hal ini karena mungkin saja sebagian besar pengunjung menggunakan ponsel saat melihat situs web Anda.

Untuk melihat resolusi layar yang sering dipakai pengunjung, buka laporan Google Analytic Anda.

Jika situs Anda kurang tampan dan sulit dinavigasi pada layar kecil, maka tingkat bouncing Anda bisa membengkak seiring makin banyaknya visitor mobile yang memilih tombol ‘Kembali’.

7. Ringankan loading halaman

Ngga ada enaknya menunggu loading halaman sebuah web. Jika terlalu lama, pengunjung akan kabur bahkan sebelum mereka melihat isi halaman.

Halaman yang lambat-loading hampir selalu menghasilkan tingkat bouncing yang tinggi karena pengguna lebih dulu mengklik tombol Back bahkan sebelum mereka melihat apa yang ada di halaman itu.

Untuk memeriksa seberapa cepat loading halaman Anda, gunakan alat online gratis, seperti Google PageSpeed Insights, yang juga memberi rekomendasi spesifik untuk meningkatkan kinerja speed loading Anda.


8. Buat pop-up Anda lebih sopan

Salah satu cara yang masih sering dipakai untuk menggiring pengunjung yang baru mendarat di sebuah web menuju ke halaman lain yaitu iklan pop-up.

Melalui cara ini, kadang si pemilik blog sering memasukkan unsur-unsur yang justru membuat pengunjung senewen.

Untuk itu, pastikan pop-up Anda fungsional dan bernilai di mata pengguna.

9. Link eksternal

Menyertakan link eksternal dalam sebuah konten ibarat bermain ‘rolet’ ala Rusia. Anda harus ekstra hati-hati, karena memberikan link menuju situs lain yang relevan untuk audiens malah bisa beresiko untuk blog Anda.

Seandainya banyak pengunjung yang mengklik link tersebut, tingkat bouncing Anda akan merangkak naik tanpa Anda sadari meskipun tujuan Anda mungkin ingin memberi referensi tambahan kepada pengunjung.

Sekali lagi, pertimbangkan dengan matang, apakah perlu link eksternal disertakan pada halaman entri Anda.

10. Link rusak

Jika blog atau web Anda terdapat link yang rusak, pengunjung setia mungkin akan mencoba untuk membaca halaman Anda yang lain.

Tapi bagaimana andaikan link rusak selalu ada di hampir setiap konten halaman Anda? Jawabannya tentu bisa Anda terka sendiri.

Karena itu, penting untuk selalu memonitor situs Anda. Pastikan semua link bekerja dengan benar. Gunakan tool online gratis untuk memeriksa keberadaan broken link di situs Anda. Jangan kuatir, situs-situs link checker banyak di Google.

Penutup


Akar masalah bounce rate pada dasarnya berasal dari respon pengunjung saat berada di halaman web Anda.

Jika responnya positif seperti, memberi komentar, mengisi email subscribe, atau sekedar mengklik link, maka ini akan menjadi kabar baik untuk bounce rate Anda.

Tapi jika tak ada action apapun dengan durasi kunjungan yang terlalu singkat, itu adalah sinyal negative yang akan membawa kabar buruk untuk laporan tingkat bouncing Anda.

Respon negative ini kemungkinan akibat skenario pada web Anda sesuai dengan poin pada saran yang telah saya jabarkan di atas. Silahkan perbaiki.

Semoga bermanfaat. Akhir ucap, SAY NO TO COPY PASTE. Thank’s dan wassalam.

8 komentar:

  1. terima kasih informasinya masbro, kebetulan bounce rate blog ane masih tinggi nih.
    btw, ane masih bingung dengan poin nomor 3 di alasan penyebab naiknya bounce rate: "tautan internal pada halaman blog terpencet, dengan sengaja ataupun tidak" itu maksudnya bagaimana yaa masbro? biasanya ane memasang beberapa internal link pada postingan.
    thanks :)

    BalasHapus
  2. sama-sama masbro...poin 3 cuma kesalahan ngetik..thanks ya koreksinya

    BalasHapus
  3. Bouncerate blog saya masih diatas 50% mas. Walau menyedihkan pelan tapi pasti sedang dalam tahap pembenahan. Lagi2 sy ucapkan tenkiu atas ilmunya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. coba di cek berapa timing sesi nya..standar nya cukup 3 menit,..kadang setingan nya belum kita rubah (default 30 menit),..itu yang kadang membuat bounce rate lama turun nya,..thanks bang ali atas atensi nya..salam blogger

      Hapus
  4. Saya kira artikel baru mas, ternyata udah dari November 2015. Hehe.. Sip, bermanfaat informasinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya emang lagi sibuk merevisi artikel2 lama kok mas Nino,..
      maklumlah jaman awal2 ngeblog tulisannya rada blepotan, jadi sekarang di update lagi biar lebih fresh dan enak dibaca...

      thanks mas Nino,..sukses terus nih buat blognya ya

      Hapus
  5. Sangat setuju
    Intinya buat pengunjung nyaman ya masbro..
    Jika perlu beri segelas kopi dan beberapa potong pisang goreng biar betah baca diblog kita 😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. ha ha ha bisa aja nih mas Indra...sekalian aja di kasih bantal guling + selimut mas, biar nginep di blog

      Hapus

Setiap komentar yang diterbitkan, saya pastikan blognya sudah tak kunjungi balik, dengan atau tanpa komentar yang saya sertakan.

Terima kasih atas kunjungannya. Wassalam